Pemerintah Kecamatan Muara Badak Gelar Kunjungan Pembelajaran BUMDes ke Syncore Indonesia

Diterbitkan pada 31 Desember 2025

Pemerintah Kecamatan Muara Badak menyelenggarakan kegiatan kunjungan pembelajaran BUMDes pada tanggal 14 Januari 2023, di Pendopo Sekolah BUMDes Syncore Indonesia (Meravi.id/ Bumdes.id), Gamping, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Muara Badak untuk memperkuat pemahaman mengenai tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Program tersebut juga bertujuan menyiapkan desa agar lebih siap memenuhi ketentuan pengembangan usaha pasca terbitnya PP No. 11 Tahun 2021 serta Permendesa No. 3 Tahun 2021.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Camat Muara Badak, Hj. Nurhaeda, Sp., M.Si., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengelolaan desa agar BUM Desa mampu bekerja lebih profesional. Ia mendorong peserta agar membandingkan materi pembelajaran dengan kondisi nyata di lapangan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Eksekutif Syncore Indonesia (Meravi.id/ Bumdes.id), Ibu Diana, yang menjelaskan visi penguatan ekonomi desa melalui tata kelola yang tertib serta pendampingan yang dapat membantu peningkatan kualitas unit usaha.

Perwakilan Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Bapak Agus Irawan, memberikan pandangan mengenai peluang kolaborasi antara Syncore Indonesia (Meravi.id/ Bumdes.id) dan sektor industri. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan dunia usaha dapat membuka ruang pengembangan ekonomi desa. Pandangan tersebut diharapkan mendorong peserta lebih terbuka terhadap bentuk kolaborasi baru.

Pada sesi materi disampaikan oleh narasumber dari Tim Syncore Indonesia, Fandi Galang Wicaksana, S.Pd., M.Ak., menjelaskan Pentalogi BUMDes yang mencakup kelembagaan, model bisnis, tata kelola, akuntabilitas, serta pengelolaan sumber daya sebagai kerangka penguatan usaha desa. Ia memaparkan pentingnya penyusunan dokumen kelembagaan seperti Perdes, AD/ART, RKAB, dan SOTK dalam membangun fondasi kerja yang lebih tertata. Peserta juga dikenalkan pada business model canvas untuk merancang unit usaha sesuai potensi desa.

Diskusi interaktif membahas strategi investasi, alokasi modal, dan pemanfaatan potensi desa dalam membangun usaha. Peserta aktif berdialog terkait tantangan pengembangan unit usaha yang mereka hadapi. Interaksi ini memperkuat pemahaman mengenai langkah praktis yang dapat diterapkan dalam pengembangan BUM Desa.

Usai sesi kelas, peserta melanjutkan studi lapangan ke BUM Desa Tridadi Makmur di Sleman. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung mengenai praktik tata kelola yang telah berjalan baik. Peserta dapat mengamati manajemen usaha, strategi pelayanan, dan pola pengembangan aset yang diterapkan BUM Desa tersebut.

Kegiatan ini menjadi upaya strategis Pemerintah Kecamatan Muara Badak dalam mendorong desa meningkatkan kualitas tata kelola BUMDes. Aparatur desa memperoleh pemahaman praktis yang dapat diterapkan untuk mengembangkan unit usaha. Selain itu, peserta menyadari pentingnya penyusunan laporan keuangan sebagai bentuk akuntabilitas.

Melalui kunjungan pembelajaran BUMDes ini, Pemerintah Kecamatan Muara Badak menunjukkan komitmen untuk memperkuat ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas aparatur. Pengetahuan yang diperoleh dari sesi materi dan studi lapangan diharapkan mampu mendorong perkembangan unit usaha desa yang lebih produktif. Langkah ini diharapkan menciptakan kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.