Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUM Desa bagi 15 pengurus BUM Desa diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Kabupaten Sumba Barat bekerja sama dengan Syncore Indonesia melalui layanan Meravi.id. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu–Kamis, 22–23 Oktober 2025, di Kecamatan Kota Waikabubak. Pelatihan diikuti oleh Direktur, Sekretaris, dan Bendahara BUM Desa dari 15 desa se-Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi pengurus dalam pengelolaan kelembagaan, bisnis, manajemen, dan keuangan BUM Desa.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan penguatan SDM BUM Desa. Berdasarkan informasi resmi Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat, kegiatan ini dirancang agar pengurus BUM Desa memiliki pemahaman yang seragam mengenai tata kelola BUM Desa. Metode pembelajaran meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab interaktif, serta praktik langsung. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan materi dapat diterapkan secara nyata di desa masing-masing.
Penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUM Desa juga menjadi upaya memastikan pengurus memahami prinsip tata kelola BUM Desa yang baik dan berkelanjutan. Narasumber Widodo Prasetyo Utomo dari Tim Konsultan Syncore Indonesia menyampaikan materi mengenai peran kelembagaan dan pentingnya kolaborasi multipihak. Ia menekankan bahwa pengelolaan BUM Desa membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, pengurus, dan masyarakat. Materi disampaikan secara terstruktur agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Selain penguatan kelembagaan, peserta memperoleh penjelasan teknis terkait tata kelola keuangan BUM Desa. Materi mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 dan Kepmendesa PDTT Nomor 136 Tahun 2022. Dalam sesi ini, Widodo Prasetyo Utomo menjelaskan prinsip pencatatan keuangan yang transparan dan akuntabel. Pemahaman regulasi tersebut dinilai penting untuk mendorong profesionalisme pengelolaan BUM Desa.
Dalam sesi diskusi interaktif, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan BUM Desa di Kabupaten Sumba Barat. Salah satu persoalan dominan adalah pencatatan dan pelaporan keuangan yang belum berjalan optimal. Menanggapi hal tersebut, narasumber memberikan contoh praktik pencatatan transaksi harian hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus solusi antar-pengurus BUM Desa.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas ini juga menekankan pentingnya pemetaan potensi desa sebagai dasar penyusunan model bisnis BUM Desa. Peserta didorong untuk mengidentifikasi sumber daya lokal yang memiliki nilai ekonomi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Widodo Prasetyo Utomo menjelaskan bahwa “pemetaan potensi yang tepat dapat membantu BUM Desa menentukan strategi pengembangan usaha yang lebih terarah.” Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas SDM BUM Desa.
Melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUM Desa se-Kabupaten Sumba Barat ini, pengurus diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh. Peserta kini memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai tata kelola kelembagaan, pencatatan keuangan, serta pemetaan potensi desa sebagai dasar perencanaan bisnis. Hasil pelatihan ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan BUM Desa agar lebih profesional dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Daerah bersama Syncore Indonesia dalam mendukung penguatan dan perkembangan BUM Desa.
LSH / WPU