Syncore Indonesia dan PT Insmart Dorong Kemandirian Desa Lewat Pelatihan BUM Desa

Diterbitkan pada 21 Januari 2026


Sebagai mitra pengembangan Badan Usaha Milik Desa di Indonesia, Syncore Indonesia bersama PT Insmart menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola BUM Desa pada 1 Maret 2023 di Hotel Malyabhara, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–16.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro. Kegiatan menghadirkan Bapak Agus Setyanta, Direktur BUM Desa Amarta, serta tim dari Syncore Indonesia untuk berbagi praktik pengelolaan kelembagaan desa yang efektif. Tujuannya ialah memperkuat kapasitas pengelolaan BUM Desa agar lebih profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. Pelatihan Tata Kelola BUM Desa ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas pengelola. 


Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi kelas yang disampaikan oleh Bapak Agus Setyanta, Direktur BUM Desa Amarta, serta tim dari Syncore Indonesia. Materi mencakup konsep pengembangan ekonomi lokal (PEL), prinsip pendirian BUM Desa melalui musyawarah desa, serta pentingnya inventarisasi kewenangan, aset, dan potensi desa sebagai landasan pendirian usaha yang berkelanjutan. Peserta juga mempelajari struktur organisasi BUM Desa sesuai Permendesa Nomor 4 Tahun 2015, yaitu regulasi yang menjadi landasan hukum bagi pendirian, pengurusan, pengelolaan, hingga pembubaran BUM Desa. Aturan tersebut menjelaskan secara rinci peran setiap unsur dalam struktur organisasi mulai dari penasihat, pelaksana operasional, hingga pengawas serta menetapkan mekanisme pertanggungjawaban yang wajib dipenuhi agar tata kelola BUM Desa berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan BUM Desa yang baik dipandang penting dalam mendorong pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.


Selain materi kelembagaan, tim Syncore Indonesia turut memperkenalkan metode penyusunan rencana usaha menggunakan pemetaan bentang hidup. Metode ini mengajak peserta mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa melalui pemetaan bentang alam, sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi, kemudian menyusunnya ke dalam Logic Model dan Business Model Canvas (BMC). Pendekatan ini membantu peserta menentukan prioritas unit usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar di masing-masing desa. Metode ini sekaligus mendukung upaya pengembangan ekonomi desa melalui identifikasi peluang usaha yang potensial.


Pelatihan tidak hanya dilakukan dalam bentuk kelas, tetapi juga dilengkapi dengan kegiatan studi lapangan ke BUM Desa Amarta Pandowoharjo, Sleman. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung implementasi tata kelola BUM Desa melalui berbagai unit usaha seperti TPS 3R, kolam renang, kolaborasi produk beras bersama Gapoktan, serta unit usaha batik yang bermitra dengan UMKM lokal. Studi lapangan ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana BUM Desa dapat bersinergi dengan masyarakat dan kelompok usaha untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Praktik lapangan ini memperlihatkan bagaimana pengelolaan BUM Desa berdampak langsung pada pengembangan ekonomi desa di tingkat masyarakat.


Melalui pelatihan ini, peserta dari YPMAK Papua diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mendampingi pengembangan BUM Desa di wilayahnya. Kegiatan ini menegaskan komitmen PT Insmart dan Syncore Indonesia dalam mendukung lahirnya pengelolaan BUM Desa yang profesional, akuntabel, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian, Pelatihan Tata Kelola BUM Desa menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan ekonomi desa di berbagai wilayah.


LSH / LDH