Yogyakarta, 6 November 2025 — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim bekerja sama dengan Syncore Indonesia melalui layanan Meravi.id mYogyakarta, 6 November 2enyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi pengurus BUM Desa dan BUM Desa Bersama Lkd. Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Gedung Meravi.id, Yogyakarta, pada 4–6 November 2025. Pelatihan ini bertujuan memperkuat tata kelola, profesionalisme, dan meningkatkan kompetensi pengurus agar mampu mengelola unit usaha secara berkelanjutan.enyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi pengurus BUM Desa dan BUM Desa Bersama Lkd. Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Gedung Meravi.id, Yogyakarta, pada 4–6 November 2025. Pelatihan ini bertujuan memperkuat tata kelola, profesionalisme, dan meningkatkan kompetensi pengurus agar mampu mengelola unit usaha secara berkelanjutan.
Syncore Indonesia menghadirkan tim fasilitator ahli yang telah mendampingi BUM Desa di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dinas PMD, Ibu Indrayani dan Ibu Diana Septi Astiartawardani selaku Direktur Eksekutif Bumdes.id, kemudian peserta dibagi menjadi dua kelas yakni, Kelas A untuk BUM Desa Bersama Lkd dan Kelas B untuk BUM Desa. Pembagian ini bertujuan menyesuaikan materi dengan kebutuhan setiap lembaga.
Pada Kelas A, peserta mempelajari materi Revitalisasi BUM Desa Bersama berdasarkan PP 11 tahun 2021 dan Permendesa 3 tahun 2021 bersama Bapak Edy Risdiyanto. Materi dilanjutkan dengan Pengembangan Usaha BUM Desa Bersama Lkd oleh Bapak Thoriq Iqbal Rivai selaku Senior Konsultan Syncore Indonesia. Hari kedua diisi dengan praktik pemetaan bentang dan tata kelola keuangan BUM Desa Bersama Lkd yang difasilitasi oleh Bapak Widodo Prasetyo Utomo, Senior Konsultan Syncore Indonesia.
Sementara itu, Kelas B dibimbing langsung oleh Bapak Rudy Suryanto, Founder Bumdes.id. Dalam paparannya, Bapak Rudy Suryanto menegaskan pentingnya profesionalisme pengelolaan BUM Desa sesuai amanat UU No. 3 Tahun 2024. “BUM Desa adalah badan usaha yang harus menghasilkan profit, namun tetap memberi manfaat sosial bagi masyarakat desa. Profesionalisme menjadi kunci keberlanjutan,” ujar Bapak Rudy Suryanto.
Pada hari kedua, peserta Kelas B melaksanakan studi lapangan ke BUM Desa Amarta, Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, yang dikenal sukses mengelola berbagai unit usaha seperti produksi dan penjualan beras, TPS3R, ketahanan pangan, dan UMKM batik. Kegiatan diisi dengan paparan, diskusi, serta kunjungan lapangan ke unit usaha pertanian. Dalam wawancara dengan pengurus BUM Desa Amarta, dijelaskan bahwa program Ketahanan Pangan di tahun 2025 merupakan program baru yang didanai dari 20% Dana Desa dan dikelola oleh BUM Desa melalui hasil musyawarah desa.
Kegiatan di hari ketiga, BUM Desa Bersama Lkd melakukan studi lapangan ke BUM Desa Bersama Poerboyo Lkd Tegaltirto, Kec. Berbah, Kab. Sleman. Kunjungan ini meliputi paparan, diskusi, dan kunjungan ke unit usaha BUM Desa Mart serta BUM Desa Trans. Sementara itu, peserta kelas BUM Desa mengikuti sesi kelas di Gedung Meravi dengan materi Rencana Usaha dan Tata Kelola Keuangan BUM Desa berdasarkan PP No.11/2021 dan Kepmendesa PDTT No.136/2022, serta praktik penyusunan laporan menggunakan aplikasi SAAB (Sistem Akuntansi dan Analisis Bisnis) yang dikembangkan oleh Syncore untuk memudahkan pelaporan dan analisis usaha BUM Desa.
Setelah rangkaian kegiatan selama tiga hari selesai, pelatihan ditutup dengan sesi refleksi gabungan dari kedua kelas. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Syncore Indonesia melalui Bumdes.id diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Muara Enim. Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM BUM Desa dan BUM Desa Bersama Lkd ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendamping profesional dalam mengakselerasi kemajuan ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.