ARTIKEL

Artikel
Syncore Indonesia

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Jumat (22/5) menjadi hari ke-4 Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kegiatan diisi dengan materi Rencana Bisnis Anggaran dan Standar Akutansi Keuangan.

Pembukaan Acara Pelatihan Dengan Pemerintah Kab.Banjarmasin

Pembukaan Acara Pelatihan Dengan Pemerintah Kab.Banjarmasin

"Mudah - mudahan selama 5 (lima) hari kedepan kami dapat memberikan apa yang menjadi harapan bapak / ibu. Sehingga nanti, pulang dari Jogja bapak / ibu sudah punya bekal untuk mengantar instansinya menjadi BLUD yang baik," Demikian harapan kami yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Syncore Indonesia, Niza Wibyana Tito saat membuka acara pelatihan dengan Pemerintah Kab.Banjarmasin.

Hari Pertama Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Hari Pertama Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Inilah suasana pelatihan hari pertama tentang persiapan menjadi BLUD yang diisi oleh Senior Partner Syncore, bapak Rudy Suryanto.

Hari Kedua Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Hari Kedua Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Suasana hari kedua Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Pada pelatihan tersebut para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Bpk Sony Haksomo, SE, M.Si, dan Bpk Bambang Nugroho, SE, M.Ec

Pemateri Pelatihan Dari Kasubag Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota

Pemateri Pelatihan Dari Kasubag Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota

Sebagai Kasubag Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota, Sony memiliki segudang pengetahuan yang terus diasah dengan pengalaman - pengalamannya. Disaat yang sama, sebagai seorang pemateri pelatihan Syncore, beliau paham betul bagaimana cara mentransfer pengetahuan kepada para peserta. Inilah yang membuat pelatihan kami lebih memiliki warna dan mengena.

Sesi Tanya Jawab Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Sesi Tanya Jawab Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Seperti apa seharusnya bentuk sebuah instansi yang layak menjadi BLUD? Berhasil melewati tim penilai? Dan apa saja yang akan dinilai beserta berapa "bobot" penilaiannya? Pertanyaan - pertanyaan inilah yang dijawab oleh Sony dalam pelatihan bersama kami. Dengan gaya khasnya, Sony membawa pembahasan tentang penilaian ini dalam bentuk yang sangat segar. Tidak jarang suara tawa meledak diforum yang penuh dengan tanya jawab itu.

Hari Ketiga Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Hari Ketiga Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin

Hari ketiga Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin diisi oleh Bpk Andri Yandono. Dengan pengalaman panjang baik di bidang Akuntansi, Manajemen, ataupun praktik langsung di Rumah Sakit, materi tentang SPM, Tata Kelola & SAK menjadi lebih hidup. Karena bukan hanya teori. Sebagai praktisi beliau juga memiliki segudang pengalaman lapangan yang tidak berbeda jauh dengan kondisi kekinian para peserta pelatihan.

SMK-N 1 Sragen Bantu Desa dengan Software Syncore

SMK-N 1 Sragen Bantu Desa dengan Software Syncore

YOGYAKARTA - Amanah Undang-Undang (UU) Nomor (No) 6 tahun 2014 yang menggantikan UU No 72 tahun 2009 telah menggeser paradigma dari ‘membangun desa’ menjadi ‘desa membangun’. Dengan kata lain, desa yang sebelumnya selalu menjadi objek pembangunan kini harus mulai bergerak menjadi subjek pembangunan mandiri.Seiring dengan pemberlakuan UU No.6 tahun 2014 atau yang kemudian dikenal dengan nama UU Desa, pemerintah pusat pun siap mengalirkan dana hingga mencapai Rp1 miliar per desa.Namun, disisi lain, pemberlakuan UU Desa ini juga berimbas pada beberapa konsekuensi yang harus dipenuhi oleh pihak desa. Hal tersebut antara lain pembukuan keuangan desa yang berbasis akuntansi, penyusunan RAPBDes yang sesuai dengan peraturan, pembentukan BUMDes dan lain-lain.Faktanya, bagi sebagian besar perangkat desa, hal tersebut merupakan sesuatu yang baru. Dibutuhkan lebih dari sekedar keterangan tertulis dari pemerintah pusat untuk mereka pahami dan implementasikan UU tersebut.Karenanya, salah satu Sekolah Menengah Kejurusan Negeri (SMKN), yaitu SMKN 1 Sragen merasa perlu untuk turut berperan membantu desa dalam menjalankan amanah UU tersebut.Hal tersebut disampaikan oleh Baskoro Hadi, Guru Bidang Akuntansi SMKN 1 Sragen. Menurut dia, ke depannya, peran SMK tak boleh hanya sebatas pada pemenuhan kompetensi saja. SMK juga dituntut untuk ikut menyukseskan cita-cita pemerintah, salah satunya dengan cara turut berpatisipasi dan berkontribusi dalam hal pengelolaan keuangan desa.Lebih lanjut, peran tersebut diambil SMKN 1 Sragen dengan jalan mengadaptasi pengetahuan software keuangan desa yang selanjutnya siap ditularkan kepada desa-desa terkait.“Dengan adanya Software Desa dan pelatihan yang diberikan secara langsung dari Syncore, akan sangat membantu kami untuk lebih memahami dan membuka wawasan mengenai pengelolaan keuangan desa dan pengelolaan BUMDes. Kami merasa, tidak hanya desa yang harus mempersiapkan diri menerapkan UU Desa, seluruh unsur pendidikan terutama SMK harus mampu mempunyai peran dalam membantu Desa,” tutur Baskoro, di sela-sela acara Pelatihan pemanfaatan software desa dengan Lembaga Kajian Pemberdayaan Masyarakat Desa (LKPMD).Baskoro juga menyambut positif adanya software pengelolaan keuangan Desa dan pengelolaan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari Syncore. Menurutnya, hal tersebut cukup praktis, akurat serta memudahkan aparatur desa dalam mengelola keuangan desa dan BUMDes.Di sisi lain, tim LKPMD yang diwakili oleh Ressa Evans Sanjaya juga menyatakan bahwa software yang mereka perkenalkan memang telah disusun sedemikian rupa agar bentuk dan tampilannya sederhana namun namun output dari software tersebut tetap sesuai dengan setandar ketentuan pemerintah. Funsinya tentu agar mudah digunakan oleh orang yang gagap teknologi (gaptek) dan bukan ahli akutansi.“Syncore BUMDes telah kami susun sedemikian rupa sehingga benar-benar sesuai dengan pelaporan SAP ataupun SAK, nanti tinggal pilih. Hasilnya terbukti selalu aktual, dan yang paling penting, ini mudah digunakan sehingga orang yang masih awam dengan akuntansi dan sistem pasti bisa membuatnya. Karena bahasa sampai tampilannya memang kami susun sesederhana mungkin, namun outputnya tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Ressa.Jika sesuai rencana, Selasa (12/05/2015) hingga Kamis (14/05/2015), SMK-N 1 Sragen dengan LKPMD akan menggelar pameran yang bertujuan untuk mensosialisasikan UU Desa dan software yang akan memudahkan pekerjaan para perangkat dan masyarakat desa menuju desa membangun dan mandiri.Sumber : http://jogjakartanews.com/baca/2015/05/11/2947/suk...Untuk membaca lebih detil mengenai Tahapan Pendirian BUMDES, termasuk download contoh-contoh laporan bisa lihat artikel berikut :http://bumdes.id/tahapan-pendirian-bumdesDownload materi terlengkap tentang BUMDES dihttp://bumdes.id/downloads/KontakKonsultasi Rudy SyncoreCP 081-2299-111-97 /Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599 Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.bumdes.id

SIAP BANTU DESA, SMK N 1 Sragen Tawarkan Software Akutansi

SIAP BANTU DESA, SMK N 1 Sragen Tawarkan Software Akutansi

SRAGEN (KRjogja.com) - Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar berbagai pameran produk dan inovasi serta lomba ketrampilan SMK atau yang dikenal sebagai FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) Lomba Keterampilan SMK.Gelar inovasi beragam produk SMK yang berlangsung dari Selasa (12/05/15) hingga Kamis (14/05/2015) ini mengambil tempat di GOR Diponegoro, Sragen, dalam rangka memperingati Hardiknas sekaligus Hari Jadi Sragen yang ke-269.Dari sekian produk-produk SMK yang diperkenalkan di ajang tersebut, SMKN 1 Sragen berani tampil beda, dengan menjadi satu-satunya SMK yang memperkenalkan layanan bidang Jasa Akuntansi, atau lebih tepatnya Pengelolaan Keuangan Desa sebagai produk unggulan mereka.Guru Bidang Akuntansi SMKN 1 Sragen Baskoro Hadi menyatakan, pilihannya untuk memperkenalkan bidang akuntansi tidak lepas dari kebutuhan desa terkini semenjak diberlakukannya UU Desa No 6 tahun 2014.Menurut dia, pemberlakuan tersebut menjadi relevan dengan posisi SMK karena SMK selama ini dikenal sebagai wadah penyuplai tenaga kerja terampil yang siap membangun Indonesia. "Apalagi di Sragen, ini kan mayoritas siswa SMK dari desa, jadi akan sangat baik jika sesudah belajar akuntansi di sekolah mereka bisa menggunakan keilmuannya untuk membantu desa. Minimal, desa mereka dulu baru yang lain," ujar Baskoro.Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman saat mengunjungi event pameran SMK 2015. Dikatakan, sebagai orang nomor wahid di Sragen, pihaknya memiliki keinginan agar anak muda memiliki kecintaan terhadap daerahnya sendiri."Cerdaskan generasi muda Sragen, berawal dari cinta terhadap daerah sendiri dapat menghasilkan inovasi. Lakukan inovasi untuk daerah dulu sebelum keluar daerah," tutur dia. (*)Sumber : http://krjogja.com/read/260192/smk-n-1-sragen-tawa...Tulisan serupa juga dapat diakses di: http://jogjakartanews.com/baca/2015/05/13/2954/sof...Untuk membaca lebih detil mengenai Tahapan Pendirian BUMDES, termasuk download contoh-contoh laporan bisa lihat artikel berikut :http://bumdes.id/tahapan-pendirian-bumdesDownload materi terlengkap tentang BUMDES dihttp://bumdes.id/downloads/KontakKonsultasi Rudy SyncoreCP 081-2299-111-97 /Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.bumdes.id