Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Bentuk Badan Usaha Milik Desa sebagaimana dimaksud pada ayat harus berbadan hukum.Sesuai amanat UU Desa No 6/2014 setiap desa perlu membentuk BUMDES, sebagai salah satu upaya untuk pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Selanjutnya Kementrian Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal telah menerbitkan Peraturan Menteri No4/2015 tentang BUMDES. Menyambut hal tersebut Pemerintah Daerah seharusnya juga sudah menerbitkan Perda tentang Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa. Namun demikian dari sekian banyak desa, belum banyak yang sudah mendirikan BUMDES. Bagi desa yang sudah mendirikan BUMDES pun banyak yang kondisinya kurang baik. Kami dari SYNCORE Indonesia yaitu lembaga profesional yang membantu perusahaan atau organisasi dalam meningkatkan kinerja khususnya pengelolaan keuangan dan menciptakan terobosan lewat penguatan system berbasis teknologi informasi. Kami telah berpengalaman dalam menyelenggarakan pelatihan, pendampingan dan implementasi software Pengelolaan Keuangan. A. Tujuan Pelatihan1. Memahami konsep bisnis dasar untuk pengelolaan BUMDES1.Mampu memilih unit usaha bisnis untuk BUMDES2.MenyusunAD/ART BUMDES dan Rancangan PERDES BUMDES3.Memahami manajemen dan tata kelola BUMDES4.Menyusun struktur organisasi dan job desk B. Program Pembentukan BUMDES1.Pemetaan potensi dan penentuan jenis usaha 2.Pendampingan penyusunan AD/ART, RAPERDES dan AKTA3.Pendampingan penyusunan tata kelola BUMDES C. Sasaran Peserta1.Pimpinan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)2.Pimpinan BPMPD tingkat kabupaten3.Pendamping desa tingkat kecamatan 4.Pimpinan desa (lurah)5.Pejabat desa6.Warga setempat D. Kurikulum Pembentukan BUMDES 1. Tata Kelola BUMDES 1.1 Memahami tata kelola yang baik 1.2 Memahami fungsi, tugas dan wewenang pemilik1.3 Memahami fungsi, tugas dan wewenang pengawas1.4 Memahami fungsi, tugas dan wewenang pengelola 1.5 Menyusun struktur organisasi dan job desk 2. Sistem Manejemen Modern BUMDES2.1 Mengenalkan sistem PDCA2.2 Mengenalkan fungsi-fungsi manajemen 2.3 Merancang strategi2.4 Membangun sistem manajemen yang baik 3. Membangun Sistem Perencanaan yang Baik3.1 Memahami anggaran berbasis kinerja3.2 Membuat proyeksi pendapatan3.3 Melakukan seting pagu 3.4 Merancang program dan kegiatan 3.5 Menyusun rencana anggaran biaya kegiatan3.6 Menyusun rencana bisnis dan anggaran3.7 Praktek penganggaran dengan Software SYNCORE BUMDES 4. Membangun Sistem Pelaksanaan yang baik 4.1 Memahami proses bisnis4.2 Menyusun SOP sederhana4.3 Menyusun sistem pencairan anggaran 4.4 Praktek penatausahaan dengan Software SYNCORE BUMDES 5. Membangun Sistem Pelaporan dan Pertanggungjawaban5.1 Memahami konsep akuntabilitas dan tata kelola yang baik5.2 Membangun sistem pertanggungjawaban5.3 Membangun sistem pelaporan 5.4 Membangun sistem evaluasi kinerja 5.5 Membangun sistem evaluasi keuangan 5.6 Praktek pelaporan keuangan dengan Software SYNCORE BUMDES E. Keunggulan Pelatihan 1.Materi dikembangkan dari pengalaman lapangan dalam pendampingan pembentukan dan penguatan BUMDES 2.Pelatihan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa, sehingga lebih banyak ke simulasi, praktek dan diskusi 3.Pelatihan dilengkapi dengan Software SYNCORE BUMDES untuk membantu pengelola BUMDES dalam mengelola keuangan BUMDES mulai dari perencanaan, pencairan, pencatatan, pelaporan dan evaluasi. F. Profil NarasumberBapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.CADosen FE UMY, Konsultan Syncore Consulting, Narasumber Bumdes.id Untuk membaca lebih detil mengenai Tahapan Pendirian BUMDES, termasuk download contoh-contoh laporan bisa lihat artikel berikut :http://bumdes.id/tahapan-pendirian-bumdesDownload materi terlengkap tentang BUMDES dihttp://bumdes.id/downloads/KontakKonsultasi Rudy SyncoreCP 081-2299-111-97 /Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.bumdes.id
Sekilas mengenai software e-SPI. Apa itu Software e-SPI dan digunakan untuk apa? Software e-SPI adalah software yang dapat membantu auditor dalam menyarankan bentuk-bentuk pengujian substantif, analitis dan uji pengendalian yang harus diambil dalam suatu tingkat risiko tertentu. Kombinasi dari berbagai bentuk pengujian tersebut diharapkan akan dapat menurunkan tingkat resiko ke tingkat yang dapat diterima. e-SPI memiliki beberapa level akses pengguna yaitu Project Leader, Project Manager, Senior Auditor dan Junior Auditor. Lewat pengaturan peran tersebut diharapkan project-project audit bisa diselesaikan secara efisien. Inilah sepengal cerita tentang pelatihan e-SPIPagi di Jogja masih cerah, jarum jam menunjukan 9 pagi, hari ini akan dilaksanakan acara pelatihan e-SPI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, salah satu universitas islam yang ada di Yogyakarta. Peserta terlihat sudah ada di ruang pelatihan dan siap untuk mengikuti acara, peserta terdiri dari dosen dan asisten dosen. Tidak selang berapa lama, Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.CA, selaku narasumber datang ke ruang pelatihan, acarapun siap untuk di mulai. Pada sesi pertama, Bapak Rudy memaparkan materi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan mahasiswa dalam audit mengunakan e-SPI kepada dosen-dosen dan asisten audit UMY. Selanjutnya beliau menjelaskan pengunaan software aplikasi e-SPI yang dapat digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan audit. Dalam Praktikum Audit menggunakan eSPI mahasiswa diharap mampu menganalisis dari segi independensi maupun integritas dari profile dan ilustrasi yang ada. Di sini mahasiswa langsung praktek menggunakan software e-SPI. Mereka diminta untuk mengidentifikasi resiko.Identifikasi risiko dilakukan dengan menentukan proses bisnis kemudian menentukan resiko yang mungkin terjadi. Kemudian mahasiswa harus menetukan akun mana yang beresiko. Langkah Selanjutnya mahasiswa akan mengukur resiko yang telah dipilih dengan memberikan score. Dimana hasil dari scoring dapat diketahui resiko klien apakah beresiko (High), Sedang (M) atau Rendah (L). Selesainya pengukuran resiko mahasiswa harus menyusun memo. Kemudian mahasiswa diminta untuk menghitung materialitas dari laba sebelum pajak kemudian akan dilakukan perhitungan secara otomatis mengenai materialitas tingkat laporan keuangan, tingkat saldo dan tingkat transaksi. Dari Materialitas mahasiswa harus menyusun program audit yang sesuai dengan alur dan section yang dipilih. Berikutnya pada Apikasi eSPI terdapat Uji Pengendalian. Namun mahasiswa tidak perlu melakukan uji pengendalian. Langsung saja melakukan Uji Substantif. Dalam hal ini, kasus akan dirubah menjadi angka yang material sehingga mahasiswa di harap mampu memberikan memo dan melakukan jurnal penyesuaian.Selanjutnya dilakukan uji analitis, mahasiswa harus membuat memo berdasarkan data yang telah mereka input. Terakhir adalah melihat laporan audit.Dari praktek dengan menggunakan software e-SPI tersebut, peserta terlihat antusias. Software e-SPI karya SYNCORE ini, kini telah di tunggu oleh 400 mahasiswa yang ada di UMY yang di harapkan dapat membantu proses andit yang berbasis resiko. Software e-SPIDapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
Sekilas mengenai software e-SPI. Apa itu Software e-SPI dan digunakan untuk apa? Software e-SPI adalah software yang dapat membantu auditor dalam menyarankan bentuk-bentuk pengujian substantif, analitis dan uji pengendalian yang harus diambil dalam suatu tingkat risiko tertentu. Kombinasi dari berbagai bentuk pengujian tersebut diharapkan akan dapat menurunkan tingkat resiko ke tingkat yang dapat diterima. e-SPI memiliki beberapa level akses pengguna yaitu Project Leader, Project Manager, Senior Auditor dan Junior Auditor. Lewat pengaturan peran tersebut diharapkan project-project audit bisa diselesaikan secara efisien. Inilah sepengal cerita tentang pelatihan e-SPIPagi di Jogja masih cerah, jarum jam menunjukan 9 pagi, hari ini akan dilaksanakan acara pelatihan e-SPI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, salah satu universitas islam yang ada di Yogyakarta. Peserta terlihat sudah ada di ruang pelatihan dan siap untuk mengikuti acara, peserta terdiri dari dosen dan asisten dosen. Tidak selang berapa lama, Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.CA, selaku narasumber datang ke ruang pelatihan, acarapun siap untuk di mulai. Pada sesi pertama, Bapak Rudy memaparkan materi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan mahasiswa dalam audit mengunakan e-SPI kepada dosen-dosen dan asisten audit UMY. Selanjutnya beliau menjelaskan pengunaan software aplikasi e-SPI yang dapat digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan audit. Dalam Praktikum Audit menggunakan eSPI mahasiswa diharap mampu menganalisis dari segi independensi maupun integritas dari profile dan ilustrasi yang ada. Di sini mahasiswa langsung praktek menggunakan software e-SPI. Mereka diminta untuk mengidentifikasi resiko.Identifikasi risiko dilakukan dengan menentukan proses bisnis kemudian menentukan resiko yang mungkin terjadi. Kemudian mahasiswa harus menetukan akun mana yang beresiko. Langkah Selanjutnya mahasiswa akan mengukur resiko yang telah dipilih dengan memberikan score. Dimana hasil dari scoring dapat diketahui resiko klien apakah beresiko (High), Sedang (M) atau Rendah (L). Selesainya pengukuran resiko mahasiswa harus menyusun memo. Kemudian mahasiswa diminta untuk menghitung materialitas dari laba sebelum pajak kemudian akan dilakukan perhitungan secara otomatis mengenai materialitas tingkat laporan keuangan, tingkat saldo dan tingkat transaksi. Dari Materialitas mahasiswa harus menyusun program audit yang sesuai dengan alur dan section yang dipilih. Berikutnya pada Apikasi eSPI terdapat Uji Pengendalian. Namun mahasiswa tidak perlu melakukan uji pengendalian. Langsung saja melakukan Uji Substantif. Dalam hal ini, kasus akan dirubah menjadi angka yang material sehingga mahasiswa di harap mampu memberikan memo dan melakukan jurnal penyesuaian. Selanjutnya dilakukan uji analitis, mahasiswa harus membuat memo berdasarkan data yang telah mereka input. Terakhir adalah melihat laporan audit.Dari praktek dengan menggunakan software e-SPI tersebut, peserta terlihat antusias. Software e-SPI karya SYNCORE ini, kini telah di tunggu oleh 400 mahasiswa yang ada di UMY yang di harapkan dapat membantu proses andit yang berbasis resiko. Software e-SPIDapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
Sekilas mengenai software e-SPI. Apa itu Software e-SPI dan digunakan untuk apa? Software e-SPI adalah software yang dapat membantu auditor dalam menyarankan bentuk-bentuk pengujian substantif, analitis dan uji pengendalian yang harus diambil dalam suatu tingkat risiko tertentu. Kombinasi dari berbagai bentuk pengujian tersebut diharapkan akan dapat menurunkan tingkat resiko ke tingkat yang dapat diterima. e-SPI memiliki beberapa level akses pengguna yaitu Project Leader, Project Manager, Senior Auditor dan Junior Auditor. Lewat pengaturan peran tersebut diharapkan project-project audit bisa diselesaikan secara efisien. Inilah sepengal cerita tentang pelatihan e-SPIPagi di Jogja masih cerah, jarum jam menunjukan 9 pagi, hari ini akan dilaksanakan acara pelatihan e-SPI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, salah satu universitas islam yang ada di Yogyakarta. Peserta terlihat sudah ada di ruang pelatihan dan siap untuk mengikuti acara, peserta terdiri dari dosen dan asisten dosen. Tidak selang berapa lama, Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.CA, selaku narasumber datang ke ruang pelatihan, acarapun siap untuk di mulai. Pada sesi pertama, Bapak Rudy memaparkan materi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan mahasiswa dalam audit mengunakan e-SPI kepada dosen-dosen dan asisten audit UMY. Selanjutnya beliau menjelaskan pengunaan software aplikasi e-SPI yang dapat digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan audit. Dalam Praktikum Audit menggunakan eSPI mahasiswa diharap mampu menganalisis dari segi independensi maupun integritas dari profile dan ilustrasi yang ada. Di sini mahasiswa langsung praktek menggunakan software e-SPI. Mereka diminta untuk mengidentifikasi resiko. Identifikasi risiko dilakukan dengan menentukan proses bisnis kemudian menentukan resiko yang mungkin terjadi. Kemudian mahasiswa harus menetukan akun mana yang beresiko. Langkah Selanjutnya mahasiswa akan mengukur resiko yang telah dipilih dengan memberikan score. Dimana hasil dari scoring dapat diketahui resiko klien apakah beresiko (High), Sedang (M) atau Rendah (L). Selesainya pengukuran resiko mahasiswa harus menyusun memo. Kemudian mahasiswa diminta untuk menghitung materialitas dari laba sebelum pajak kemudian akan dilakukan perhitungan secara otomatis mengenai materialitas tingkat laporan keuangan, tingkat saldo dan tingkat transaksi. Dari Materialitas mahasiswa harus menyusun program audit yang sesuai dengan alur dan section yang dipilih. Berikutnya pada Apikasi eSPI terdapat Uji Pengendalian. Namun mahasiswa tidak perlu melakukan uji pengendalian. Langsung saja melakukan Uji Substantif. Dalam hal ini, kasus akan dirubah menjadi angka yang material sehingga mahasiswa di harap mampu memberikan memo dan melakukan jurnal penyesuaian. Selanjutnya dilakukan uji analitis, mahasiswa harus membuat memo berdasarkan data yang telah mereka input. Terakhir adalah melihat laporan audit.Dari praktek dengan menggunakan software e-SPI tersebut, peserta terlihat antusias. Software e-SPI karya SYNCORE ini, kini telah di tunggu oleh 400 mahasiswa yang ada di UMY yang di harapkan dapat membantu proses andit yang berbasis resiko. Software e-SPIDapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
PT. Syncore Indonesia kembali dipercaya untuk menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Penyusunan RBA & Laporan Keuangan SAK Dinkes Boyolali” yang sebelumnya pernah diselenggarakan SYNCORE dengan pelatihan yang sama dari instansi Dinkes Kab. Garut yang ikuti oleh 74 peserta dari 32 Puskesmas.Pada kesempatan ini, Pelatihan Dinkes Boyolali ini diselenggarakan di Ki Pengging Ballroom Hotel Gambir Anom Solo selama 2 hari dari tanggal 20-21 Oktober 2016. Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh puskesmas di seluruh Kabupaten Boyolali sebanyak 132 peserta dari 29 Puskesmas yang terdiri dari kepala puskesmas, bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran dan pejabat lainya. Peserta puskesmas tersebut antara lain adalah 1.Puskesmas Ampel II2.Puskesmas Andong3.Puskesmas Banyudono II4.Puskesmas Boyolali I5.Puskesmas Boyolali II6.Puskesmas Boyolali III7.Puskesmas Cepogo8.Puskesmas Karang Gede9.Puskesmas Kemusu I10.Puskesmas Klego II11.Puskesmas Mojosongo12.Puskesmas Musuk I13.Puskesmas Sawit I14.Puskesmas Selo15.Puskesmas Wonosegoro I16.Puskesmas Wonosegoro II17.UPTD Puskesmas Ampel 118.UPTD Puskesmas Banyudono I19.UPTD Puskesmas Juwangi20.UPTD Puskesmas Kemusu II21.UPTD Puskesmas Klego I22.UPTD Puskesmas Musuk II23.UPTD Puskesmas Ngemplak24.UPTD Puskesmas Nogosari25.UPTD Puskesmas Sambi I26.UPTD Puskesmas Sambi II27.UPTD Puskesmas Simo28.UPTD Puskesmas Teras29.Puskesmas Sawit IIPelatihan di narasumberi oleh akademisi BLUD sekaligus Dosen, Bapak Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak dan Direktur PT. Syncore Indonesia sekaligus akademisi BLUD, Bapak Niza Wibyana Tito, S. Kom. Acara dibuka oleh Sekertaris DPPKAD Kab Boyolali, Purnawan Raharjo, S.Pd, MM dan Kepala Dinas Kabupaten Boyolali, dr. Ratri Salasatul Survivatina, MPA. Sesi Pertama - Pola Pengelolaan Keuangan BLUD dan Anggaran RBAPada sesi pertama, Bapak Rudy menyampikan materi mengenai Pola Pengelolaan Keuangan BLUD dan Anggaran RBA. Puskesmas harus berbentuk BLUD dikarenakan ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa BPJS akan melakukan transfer dana ke puskesmas yang dapat diakui sebagai pendapatan puskesmas yang sering di sebut dana kapitasi BPJS. Mengapa harus BLUD? Pertama adalah untuk keamanan kinerja. BLUD adalah pengelolaan keuangan yang paling aman. Pada saat ini terjadi perubahan bahwa puskesmas akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan. Kedua adalah dikarenakan harus ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Terkadang muncul pertanyaan mana yang lebih dulu dilakukan, apakah BLUD atau akreditasi? Apabila puskesmas sudah berbentuk BLUD maka akan lebih mudah dalam mendukung standar yang diperlukan di dalam akreditasi. Apabila puskesmas sudah mampu menyusun Rencana Bisnis & Anggaran(RBA), Standat Akuntansi Keuangan (SAK), dan Standard Operating Procedure (SOP) maka sistem manajemen puskesmas sudah dilakukan dengan baik. Kendala besar puskesmas hingga saat ini berada pada pengelolaan keuangan dan manajemen. Sehingga dengan adanya BLUD maka akan sangat membantu.Berikut petikan tanya jawab peserta dan pemateri SOP apa saja yang harus segera disusun dalam pengelolaan BLUD?SOP pengelolaan kas, SOP pengelolaan piutang, SOP pengelolaan utang, SOP pengadaan barang dan jasa, SOP pengelolaan barang inventaris. Bagaimana mekanisme penggantian pejabat teknis maupun keuangan?Yang bertugas untuk mengajukan pejabat adalah pemimpin BLUD. Sedangkan yang bertugas menetapkan dengan SK adalah pemilik yaitu bupati jadi apabila ada pergantian dengan mengusulkan nama pejabat sehingga akan dikeluarkan SK dari Bupati. Sesi Kedua - Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)Pada sesi kedua, Bapak Niza Wibyana Tito, S. Kom menjelaskan materi mengenai Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Materi berisi tentang gambaran umum pengisian RBA, SOP, serta pengisian RBA. Pada sesi ini, peserta langsung praktek menggunakan aplikasi software BLUD. Peserta pelatihan mulai mengerjakan kasus-kasus dengan menginput kedalam akun masing-masing dan bertanya apabila terdapat ketidaktahuan penginputan dengan pendamping kelompok. Adanya interaksi yang baik antara pemateri dan peserta sehingga terdapat beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan ke pemateri dan dijawab pada saat penyampaian materi. Bagaimana apabila biaya pelayanan dan administrasi umum tetapi melakukan pembayaran pegawai? Dicontohkan apabila puskesmas melakukan rekrutmen karyawan akuntansi, padahal untuk hal ini tidak ada hubungan antara hal ini dengan biaya pelayanan dan administrasi umum akan tetapi ini merupakan bagian dari belanja pegawai sehingga harus tetap dimasukkan. Apabila parkir dikelola oleh Dishub, apakah parkir dimasukkan ke dalam hasil kerjasama, atau pendapatan lain-lain ataukah tidak perlu dimasukkan? Pendapatan kerjasama di dapatkan karena ada kerjasama denga pihak ketiga dan terdapat pula SPK. Apabila puskesmas dirasa tidak mendapatkan pendapatan dari parkir dan dana parkir dikelola oleh pihak ketiga maka tidak perlu dimasukkan ke dalam RBA baik itu ke pendapatan kerjasama ataupun pendapatan lain-lain. Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
PT. Syncore Indonesia kembali dipercaya untuk menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Penyusunan RBA & Laporan Keuangan SAK Dinkes Boyolali” yang sebelumnya pernah diselenggarakan SYNCORE dengan pelatihan yang sama dari instansi Dinkes Kab. Garut yang ikuti oleh 74 peserta dari 32 Puskesmas. Pada kesempatan ini, Pelatihan Dinkes Boyolali ini diselenggarakan di Ki Pengging Ballroom Hotel Gambir Anom Solo selama 2 hari dari tanggal 20-21 Oktober 2016. Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh puskesmas di seluruh Kabupaten Boyolali sebanyak 132 peserta dari 29 Puskesmas yang terdiri dari kepala puskesmas, bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran dan pejabat lainya. Peserta puskesmas tersebut antara lain adalah 1.Puskesmas Ampel II2.Puskesmas Andong3.Puskesmas Banyudono II4.Puskesmas Boyolali I5.Puskesmas Boyolali II6.Puskesmas Boyolali III7.Puskesmas Cepogo8.Puskesmas Karang Gede9.Puskesmas Kemusu I10.Puskesmas Klego II11.Puskesmas Mojosongo12.Puskesmas Musuk I13.Puskesmas Sawit I14.Puskesmas Selo15.Puskesmas Wonosegoro I16.Puskesmas Wonosegoro II17.UPTD Puskesmas Ampel 118.UPTD Puskesmas Banyudono I19.UPTD Puskesmas Juwangi20.UPTD Puskesmas Kemusu II21.UPTD Puskesmas Klego I22.UPTD Puskesmas Musuk II23.UPTD Puskesmas Ngemplak24.UPTD Puskesmas Nogosari25.UPTD Puskesmas Sambi I26.UPTD Puskesmas Sambi II27.UPTD Puskesmas Simo28.UPTD Puskesmas Teras29.Puskesmas Sawit IIPelatihan di narasumberi oleh akademisi BLUD sekaligus Dosen, Bapak Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak dan Direktur PT. Syncore Indonesia sekaligus akademisi BLUD, Bapak Niza Wibyana Tito, S. Kom. Acara dibuka oleh Sekertaris DPPKAD Kab Boyolali, Purnawan Raharjo, S.Pd, MM dan Kepala Dinas Kabupaten Boyolali, dr. Ratri Salasatul Survivatina, MPA. Sesi Pertama - Pola Pengelolaan Keuangan BLUD dan Anggaran RBAPada sesi pertama, Bapak Rudy menyampikan materi mengenai Pola Pengelolaan Keuangan BLUD dan Anggaran RBA. Puskesmas harus berbentuk BLUD dikarenakan ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa BPJS akan melakukan transfer dana ke puskesmas yang dapat diakui sebagai pendapatan puskesmas yang sering di sebut dana kapitasi BPJS. Mengapa harus BLUD? Pertama adalah untuk keamanan kinerja. BLUD adalah pengelolaan keuangan yang paling aman. Pada saat ini terjadi perubahan bahwa puskesmas akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan. Kedua adalah dikarenakan harus ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Terkadang muncul pertanyaan mana yang lebih dulu dilakukan, apakah BLUD atau akreditasi? Apabila puskesmas sudah berbentuk BLUD maka akan lebih mudah dalam mendukung standar yang diperlukan di dalam akreditasi. Apabila puskesmas sudah mampu menyusun Rencana Bisnis & Anggaran(RBA), Standat Akuntansi Keuangan (SAK), dan Standard Operating Procedure (SOP) maka sistem manajemen puskesmas sudah dilakukan dengan baik. Kendala besar puskesmas hingga saat ini berada pada pengelolaan keuangan dan manajemen. Sehingga dengan adanya BLUD maka akan sangat membantu. Berikut petikan tanya jawab peserta dan pemateri SOP apa saja yang harus segera disusun dalam pengelolaan BLUD?SOP pengelolaan kas, SOP pengelolaan piutang, SOP pengelolaan utang, SOP pengadaan barang dan jasa, SOP pengelolaan barang inventaris. Bagaimana mekanisme penggantian pejabat teknis maupun keuangan?Yang bertugas untuk mengajukan pejabat adalah pemimpin BLUD. Sedangkan yang bertugas menetapkan dengan SK adalah pemilik yaitu bupati jadi apabila ada pergantian dengan mengusulkan nama pejabat sehingga akan dikeluarkan SK dari Bupati. Sesi Kedua - Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)Pada sesi kedua, Bapak Niza Wibyana Tito, S. Kom menjelaskan materi mengenai Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Materi berisi tentang gambaran umum pengisian RBA, SOP, serta pengisian RBA. Pada sesi ini, peserta langsung praktek menggunakan aplikasi software BLUD. Peserta pelatihan mulai mengerjakan kasus-kasus dengan menginput kedalam akun masing-masing dan bertanya apabila terdapat ketidaktahuan penginputan dengan pendamping kelompok. Adanya interaksi yang baik antara pemateri dan peserta sehingga terdapat beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan ke pemateri dan dijawab pada saat penyampaian materi. Bagaimana apabila biaya pelayanan dan administrasi umum tetapi melakukan pembayaran pegawai? Dicontohkan apabila puskesmas melakukan rekrutmen karyawan akuntansi, padahal untuk hal ini tidak ada hubungan antara hal ini dengan biaya pelayanan dan administrasi umum akan tetapi ini merupakan bagian dari belanja pegawai sehingga harus tetap dimasukkan. Apabila parkir dikelola oleh Dishub, apakah parkir dimasukkan ke dalam hasil kerjasama, atau pendapatan lain-lain ataukah tidak perlu dimasukkan? Pendapatan kerjasama di dapatkan karena ada kerjasama denga pihak ketiga dan terdapat pula SPK. Apabila puskesmas dirasa tidak mendapatkan pendapatan dari parkir dan dana parkir dikelola oleh pihak ketiga maka tidak perlu dimasukkan ke dalam RBA baik itu ke pendapatan kerjasama ataupun pendapatan lain-lain. Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUDBagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
PT. Syncore Indonesia kembali dipercaya untuk menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Penyusunan RBA & Laporan Keuangan SAK Dinkes Boyolali” yang sebelumnya pernah diselenggarakan SYNCORE dengan pelatihan yang sama dari instansi Dinkes Kab. Garut yang ikuti oleh 74 peserta dari 32 Puskesmas.Pada kesempatan ini, Pelatihan Dinkes Boyolali ini diselenggarakan di Ki Pengging Ballroom Hotel Gambir Anom Solo selama 2 hari dari tanggal 20-21 Oktober 2016. Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh puskesmas di seluruh Kabupaten Boyolali sebanyak 132 peserta dari 29 Puskesmas yang terdiri dari kepala puskesmas, bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran dan pejabat lainya. Peserta puskesmas tersebut antara lain adalah 1.Puskesmas Ampel II2.Puskesmas Andong3.Puskesmas Banyudono II4.Puskesmas Boyolali I5.Puskesmas Boyolali II6.Puskesmas Boyolali III7.Puskesmas Cepogo8.Puskesmas Karang Gede9.Puskesmas Kemusu I10.Puskesmas Klego II11.Puskesmas Mojosongo12.Puskesmas Musuk I13.Puskesmas Sawit I14.Puskesmas Selo15.Puskesmas Wonosegoro I16.Puskesmas Wonosegoro II17.UPTD Puskesmas Ampel 118.UPTD Puskesmas Banyudono I19.UPTD Puskesmas Juwangi20.UPTD Puskesmas Kemusu II21.UPTD Puskesmas Klego I22.UPTD Puskesmas Musuk II23.UPTD Puskesmas Ngemplak24.UPTD Puskesmas Nogosari25.UPTD Puskesmas Sambi I26.UPTD Puskesmas Sambi II27.UPTD Puskesmas Simo28.UPTD Puskesmas Teras29.Puskesmas Sawit IIPelatihan di narasumberi oleh akademisi BLUD sekaligus Dosen, Bapak Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak dan Direktur PT. Syncore Indonesia sekaligus akademisi BLUD, Bapak Niza Wibyana Tito, S. Kom. Acara dibuka oleh Sekertaris DPPKAD Kab Boyolali, Purnawan Raharjo, S.Pd, MM dan Kepala Dinas Kabupaten Boyolali, dr. Ratri Salasatul Survivatina, MPA. Sesi Pertama - Pola Pengelolaan Keuangan BLUD dan Anggaran RBAPada sesi pertama, Bapak Rudy menyampikan materi mengenai Pola Pengelolaan Keuangan BLUD dan Anggaran RBA. Puskesmas harus berbentuk BLUD dikarenakan ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa BPJS akan melakukan transfer dana ke puskesmas yang dapat diakui sebagai pendapatan puskesmas yang sering di sebut dana kapitasi BPJS. Mengapa harus BLUD? Pertama adalah untuk keamanan kinerja. BLUD adalah pengelolaan keuangan yang paling aman. Pada saat ini terjadi perubahan bahwa puskesmas akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan. Kedua adalah dikarenakan harus ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Terkadang muncul pertanyaan mana yang lebih dulu dilakukan, apakah BLUD atau akreditasi? Apabila puskesmas sudah berbentuk BLUD maka akan lebih mudah dalam mendukung standar yang diperlukan di dalam akreditasi. Apabila puskesmas sudah mampu menyusun Rencana Bisnis & Anggaran(RBA), Standat Akuntansi Keuangan (SAK), dan Standard Operating Procedure (SOP) maka sistem manajemen puskesmas sudah dilakukan dengan baik. Kendala besar puskesmas hingga saat ini berada pada pengelolaan keuangan dan manajemen. Sehingga dengan adanya BLUD maka akan sangat membantu. Berikut petikan tanya jawab peserta dan pemateri SOP apa saja yang harus segera disusun dalam pengelolaan BLUD?SOP pengelolaan kas, SOP pengelolaan piutang, SOP pengelolaan utang, SOP pengadaan barang dan jasa, SOP pengelolaan barang inventaris. Bagaimana mekanisme penggantian pejabat teknis maupun keuangan?Yang bertugas untuk mengajukan pejabat adalah pemimpin BLUD. Sedangkan yang bertugas menetapkan dengan SK adalah pemilik yaitu bupati jadi apabila ada pergantian dengan mengusulkan nama pejabat sehingga akan dikeluarkan SK dari Bupati. Sesi Kedua - Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)Pada sesi kedua, Bapak Niza Wibyana Tito, S. Kom menjelaskan materi mengenai Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Materi berisi tentang gambaran umum pengisian RBA, SOP, serta pengisian RBA. Pada sesi ini, peserta langsung praktek menggunakan aplikasi software BLUD. Peserta pelatihan mulai mengerjakan kasus-kasus dengan menginput kedalam akun masing-masing dan bertanya apabila terdapat ketidaktahuan penginputan dengan pendamping kelompok. Adanya interaksi yang baik antara pemateri dan peserta sehingga terdapat beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan ke pemateri dan dijawab pada saat penyampaian materi. Bagaimana apabila biaya pelayanan dan administrasi umum tetapi melakukan pembayaran pegawai? Dicontohkan apabila puskesmas melakukan rekrutmen karyawan akuntansi, padahal untuk hal ini tidak ada hubungan antara hal ini dengan biaya pelayanan dan administrasi umum akan tetapi ini merupakan bagian dari belanja pegawai sehingga harus tetap dimasukkan. Apabila parkir dikelola oleh Dishub, apakah parkir dimasukkan ke dalam hasil kerjasama, atau pendapatan lain-lain ataukah tidak perlu dimasukkan? Pendapatan kerjasama di dapatkan karena ada kerjasama denga pihak ketiga dan terdapat pula SPK. Apabila puskesmas dirasa tidak mendapatkan pendapatan dari parkir dan dana parkir dikelola oleh pihak ketiga maka tidak perlu dimasukkan ke dalam RBA baik itu ke pendapatan kerjasama ataupun pendapatan lain-lain. Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
Periksa dokumen yang menjadi regulasi: dokumen eksternal dan internal Telusur:Wawancara: Pimpinan puskesmasPenanggung jawab programStaf puskesmasLintas sektorMasyarakatPasien, keluarga pasienObservasi: Pelaksanaan kegiatanDokumen sebagai bukti pelaksanaan kegiatan/rekaman Survei adalah Kegiatan Audit EksternalPrinsip-pinsip audit Sikap etisKewajiban untuk melaporkan dengan jujur dan adilKeseksamaan professionalIndependensiPendekatan berdasar bukti Audit Proses sistematik independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti-bukti audit dan mengevauasinya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dapat dipenuhi.Kriteria audit pada akreditasi adalah standar, kriteria, dan elemen penilaian pada tiap-tiap kriteriaBukti audit adalah catatan, pernyataan fakta atau informasi lain yang relevan terhadap kriteria audit yang dapat diverifikasiTemuan adalah hasil dari evaluasi bukti audit yang dikumpulkan terhadap kriteria auditRekomendasi adalah pernyataan sebagai saran untuk perbaikan jika ditemui elemen penilaian yang kurang dari 10 Survei Akreditasi Surveior menerima tugas dari Lembaga Akreditasi Faskes tingkat pertama untuk melakukan survey akreditasiMenyusun rencana kegiatan survey akreditasi: Tujuan survey akreditasi: melakukan penilaian berdasar standar dan menyusun rekomendasi untuk perbaikanTanggung jawab surveyorPersiapan saranaProsedur pelaksanaan surveyMelaksanakan kegiatan survey akreditasi: PenjadualanPembagian tugas dan tanggung jawab untuk Ketua tim dan penanggung jawab untuk tiap BabMengarahkan kegiatan survey oleh Ketua timMemastikan pencatatan terhadap keseluruhan kegiatan surveyMelaksanakan survey sesuai jadualMelaporkan hasil survey dan rekomendasi kepada Lembaga Akreditasi Metode Survei Akreditasi Survei akreditasi dilakukan dengan :memeriksa dokumen-dokumen yang disusun oleh Puskesmas, yang merupakan regulasi internal dalam penyelenggaraan manajemen, program dan pelayanan klinis di puskesmas.Selanjutnya surveior akan melakukan telusur terhadap pelaksanaan manajemen, penyelenggaraan program, dan penyelenggaraan pelayanan klinis apakah sesuai dengan regulasi internal yang telah dibakukan, dan persyaratan yang ada pada elemen penilaian pada tiap-tiap standar akreditasi puskesmas/sarana pelayanan kesehatan dasar. Telusur dilakukan dengan : visitasi lapangan melalui wawancara baik kepada manajemen, penanggung jawab program, pelaksana program, penanggung jawab pelayanan klinis, pelaksana pelayanan klinis, pasien, dan pejabat lintas sector terkait,observasi terhadap kegiatan manajemen, pelayanan klinis, maupun penyelenggaraan program, dan bukti-bukti dokumen (rekaman) bukti pelaksanaan kegiatan. Telusur untuk survei akreditasi manajemen pada dasarnya adalah membuktikan bahwa system manajemen mutu dan system manajemen telah ditetapkan dan dijalankan.Pembakuan system mutu dilakukan dengan menetapkan kebijakan, pedoman, dan prosedur-prosedur mutu yang dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan perbaikan mutu dan kinerja.Penelusuran terhadap pelaksanaan system manajemen mutu terutama adalah membuktikan apakah siklus Plan, Do, Study, Action berjalan secara konsisten sebagai upaya perbaikan mutu dan kinerja pelayanan. Penelusuran dapat dilakukan dengan : Untuk membuktikan bahwa proses manajemen berjalan dengan baik, maka surveior dapat melakukan telusur terhadap rekaman kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan puskesmas. Wawancara dapat dilakukan baik lintas program maupun lintas sector terhadap keseluruhan proses manajemen di puskesmas. Penelusuran untuk manajemen dan pelaksanaan program/UKM Puskesmas dilakukan mulai dari proses identifikasi kebutuhan masyarakat akan program, perencanaan program, pengorganisasian program, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi program. Penelusuran dapat dilakukan dengan melihat hasil rekaman kegiatan mulai dari perencanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi dengan hasil-hasil dan tindak lanjut yang dilakukan.Penelusuran juga perlu dilakukan untuk membuktikan apakah proses dilakukan sesuai dengan kebijakan dan pedoman program (melalui wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan dan pelaksanaan program termasuk lintas program, lintas sector, masyarakat dan sasaran program). Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id
PEDOMANPedoman adalah : ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukanDasar untuk menentukan atau melaksanakan kegiatan.Mengatur beberapa hal Panduan : Petunjuk dalam melakukan kegiatanHanya meliputi satu kegiatan, Pedoman atau Panduan perlu SK Pemberlakuan. Agar Pedoman/ panduan dapat diterapkan dengan baik dan benar perlu SPO.Setiap pedoman atau panduan harus dilengkapi dengan peraturan atau keputusan Kepala Puskesmas untuk pemberlakuan pedoman/ panduan tersebut.Peraturan Kepala Puskesmas tetap berlaku meskipun terjadi penggantian Kepala Puskesmas. Sistematika Pedoman / Panduan :Format Pedoman Pengorganisasian Unit KerjaBAB I PendahuluanBAB II Gambaran Umum PuskesmasBAB III Visi, Mis, Falsafah, Nilai dan Tujuan PuskesmasBAB IV Struktur Organisasi PuskesmasBAB V Struktur Organisasi Unit KerjaBAB VI Uraian JabatanBAB VII Tata Hubungan KerjaBAB VIII Pola Ketenagaan dan Kualifikasi PersonilBAB IX Kegiatan OrientasiBAB X Pertemuan/ RapatBAB XI PelaporanLaporan HarianLaporan BulananLaporan Tahunan Format Pedoman Pelayanan Unit KerjaBAB I PENDAHULUAN Latar BelakangTujuan PedomanRuang Lingkup PelayananBatasan OperasionalLandasan HukumBAB II STANDAR KETENAGAAN Kualifikasi Sumber Daya ManusiaDistribusi KetenagaanJadual Kegiatan, termasuk Pengaturan Jaga (Rawat Inap)BAB III STANDAR FASILITAS Denah RuangStandar FasilitasBAB IV TATALAKSANA PELAYANANBAB V LOGISTIKBAB VI KESELAMATAN PASIENBAB VII KESELAMATAN KERJABAB VIII PENGENDALIAN MUTUBAB IX PENUTUPFormat Panduan Pelayanan PUSKESMASBAB I DEFINISIBAB II RUANG LINGKUPBAB III TATALAKSANABAB IV DOKUMENTASI Pedoman Pelayanan Farmasi Pendahuluan: latar belakang, ruang lingkup, landasan hukumPengorganisasianStandar ketenagaanStandar fasilitasTata laksana pelayanan farmasi: peresepan obatpelayanan obatpengadaan obatpenyimpanan obatdistribusi obatmonitoring dan penilaian thd penggunaan dan penyediaan obatpencegahan dan penanganan obat kaduluwarsapelayanan dan penyimpanan obat psikotropika dan narkotikarekonsiliasi obatmonitoring efek samping obatpenyediaan dan penggunaan obat emergensiLogistik pelayanan obatKendali mutu pelayanan farmasi dan Keselamatan pasienKeselamatan kerja karyawan farmasiPenutup Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore DisiniDownload Materi BLU/BLUD Software BLUdanBLUD Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan? Anda dapat menghubungi: Rahmadani LutfiawatiCP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.comDiana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.syncore.co.id