Alhamdulillah ... kami kembali dipercaya oleh RSUD Selasih, Kab. Pelalawan Kep. Riau untuk menyelenggarakan pelatihan dengan tema Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP & Perencanaan Audit Intern Berbasis ResikoNarasumber Hari pertama oleh Bpk. Rudy Suryanto, SE., M.Acc., AK. , CA. Narasumber hari ke-2 sesi 1 diisi oleh Bpk Andriyandono S.E., MM.Narasumber hari ke-2 sesi akhir diisi oleh Bpk dr. Gandung Bambang Hermanto
1. Pelatihan Pengelolaan Pendapatan & Remunerasi - BAPELKES Yogyakarta2. Seminar UU Desa & Workshop Desa @University Club UGM 3. Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD - Dinkes Kab. Indragiri Hilir4. Pelatihan Penyusunan RBA Puskesmas BLUD - Dinkes Kab. Rokan Hulu5. Pelatihan Pengelolaan BLUD - Bapelkes Yogyakarta6. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan SAK - RSUP Kep. Riau7. Pelatihan Penyusunan RBA RSUD BLUD - RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang8. Pelatihan Penyusunan RBA RSUD BLUD - RSUD dr. Abdul Rivai9. Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD - Dinkes Kota Banjarmasin10. Pelatihan Pengenalan Komputer Untuk Pengelolaan Administrasi Keuangan Bersama Bank Indonesia - Gudang Gula Semut, KSU Jatirogo, Kulonprogo11. Pelatihan Penyusunan APBDes - Kec. Margo Tabir Jambi12. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan SAK - RSUD Landak13. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan - LAZISMU DIY
Seringkali tidak sadar, bahwa SYNCORE baru berumur 5 tahun. Kalau ditanya dari mana nama SYNCORE, sebenarnya dulu itu merupakan singkatan System, Consulting dan Research. Selain itu waktu itu kami terinspirasi untuk melakukan sinkronisasi untuk jasa System dan Consulting. Banyak system dibuat, namun kurang pas dengan kebutuhan klien, disisi lain banyak solusi bagus dari konsultan tetapi tidak ditunjang dalam system.Tidak terasa cita-cita sederhana itu membawa pada perjalanan 5 tahun yang penuh dinamika. Mendirikan perusahaan tidak sesederhana yang kami kira. Banyak hal - yang memaksa kami untuk berpikir dan bekerja lebih keras. Awalnya kami hanya ingin mensinkronisasi dua bidang yaitu System dan Consulting, pada perjalannya muncul bidang ketiga yaitu Training. Kami sadar solusi konsep dan system tidak ada artinya kalau tidak bisa mengubah paradigma dan meningkatkan skills karyawan. Oleh karenanya kami mengembangkan Syncore Action Oriented Training - pendekatan training interaktif, aplikatif dan konklusif yang terbukti membantu banyak orang memahami standar, konsep dan teknologi baru. Bidang keempat adalah media. Kami berkomitmen untuk membagi apa yang kami tahu dari pengalaman-pengalaman kami untuk memajukan bidang manajemen dan keuangan di Indonesia. Meskipun saat ini masih terbatas, namun kami yakin bidang ini kedepan akan semakin signifikan. Kami yakin we are is what we share. Membagi pengalaman dan pengetahuan kami tidak akan membuat kami kecil dan tersisih, namun sebaliknya menjadikan kami lebih kuat dan lebih banyak mitra.Alhamduillah di tahun 2015 ini kami, telah berhasil melakukan sinkronisasi bukan hanya 4 bidang usaha, yaitu consulting, system, training dan media, tetapi kami juga berhasil mensinkronkan empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, penatausahaan/pengorganisasian, pelaporan dan evaluasi / SPI. SInkronisasi tersebut kami tuangkan dalam bentuk dokumen dan sistem aplikasi. Kami berhasil membuat platform untuk integrasi empat fungsi manajemen dalam aplikasi berbasis web. Hal ini membawa lompatan besar di tahun-tahun mendatang dimana kami mampu melayani lebih banyak orang dari letak geografis yang berbeda-beda.Sepanjang tahun 2015, kami juga berhasil menemukan formula dan mengarah pada usaha mematenkan, untuk kurikulum pendampingan dan platform UMKM naik kelas yang kami beri nama KejarUMKM, disaian system akuntansi berbasis COA 4 Dimensi, 7 Level kompentensi akuntansi, rancangan aplikasi lembaga zakat berbasis PSAK 109, Pelaporan untuk nirlaba berbasis PSAK ETAP dan PSAK 45, Integrasi Laporan keuangan SAP dan SAK untuk BLU & BLUD, Kerangka Audit Internal Berbasis Risiko dan capaian kami yang paling mendasar yaitu Syncore Way System (SWS). Model SWS yang saat ini sedang ditrial dalam bentuk aplikasi, memungkinkan kami melakukan sinkronisasi pekerjaan antarbidang dan interkoneksi antar tahapan dalam proyek secara seamless.Pada tahun 2016, kami berkomitmen untuk memajukan 5 pilar yaitu BLU/D, Usaha Menengah, Desa/Bumdes, Satuan Pengawas Internal dan Rumah Sakit.Bismillah. Terus Bergerak.
Panasnya udara Jogja di pertengahan Oktober lalu seakan sirna dalam sebuah ruangan khusus yang tertata rapih. Meski tidak terlalu besar, ruang berukuran 6 x 8 itu cukup nyaman. AC yang sejuk, ditambah sofa empuk berdesain khusus, serta meja kaca yang dihiasi beberapa dokumen Haji dan Umroh menambah nyaman suasana kantor bapak Haji Ahmad Riva’i.Sebagai seorang pengusaha muslim yang bergerak dibidang jasa, H.Riva’i memang sengaja tidak menunjukkan sikap “berlebihan” dalam mendesain ruang kerjanya. Hanya asal nyaman baginya dan bagi klien yang ingin bertemu dengannya.Tapi jangan salah, meski tidak berlebihan dalam mendesain ruangan, usahanya tetap berjalan dengan lancar dan terus berkembang. Selain fokus dibidang Haji dan Umroh, saat ini beliau sudah melebarkan sayap ke beberapa bidang.“Sekarang ini bergerak dibidang jasa, mulai dari biro perjalanan Umroh dan Haji Plus, kemudian ada Tiketing Pesawat, Kereta Api, kursus-kursus, Baca al-Qur’an, Rental Mobil dan sebagainya. Semua dibidang jasa,” kata H.Riva’i saat ditemui Syncore dikantornya.Lebih lanjut, H. Riva’i mengaku bersyukur dapat berkenalan dengan PT Syncore Indonesia yang memang memiliki konsen dibidang konsultasi dan pendampingan usaha. Lewat Syncore, usaha pak Haji mendapat banyak masukan yang berharga.“Saya sudah beberapa kali melakukan kerjasama dengan Syncore. Mulai dari system, sampai manajemen. Dan Alhamdulillah kita mendapat banyak masukan yang membangun, mulai masalah pengelolaan keuangan dan SDM,” tambah beliau.Kami, tambah H.Riva’i, berharap kerjasama dengan Syncore masih dapat berlanjut sehingga semua usaha kami ini dapat dikelola dengan manajemen yang baik. Karena jujur saja, sebagai pelaku usaha, kami membutuhkan banyak masukan.
Selama dua hari ini, Selasa - Rabu (20-21 Oktober 2015), kami kembali dipercaya untuk memberikan pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) oleh Rumah Sakit Umum (RSUD) dr. Zubir Mahmud.Instansi yang sebelumnya bernama RSUD Idi - Idi Rayeuk - Aceh Timur ini telah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Sebagai RSUD BLUD, Penyusunan Laporan Keuangan berbasis SAK menjadi sangat penting.Hari pertama Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK, RSUD BLUD dr. Zubir Mahmud ini diisi oleh Bpk Rudy Suryanto, SE., M.Acc., AK., CA selaku Senior Konsultan SYNCORE. Secara ringkas, ada empat materi yang disampaikan beliau ;1. Tata Aturan dan Pola Pengelolaan RSUD BLUD2. Proses Bisnis dan Pola Pengelolaan Keuangan RSUD BLUD3. Persiapan Pelaporan Keuangan.4. Pengelolaan Transaksi.Selain memberikan materi, kami selalu membuka kesempatan untuk melakukan tanya-jawab / komunikasi dua arah antara peserta dan pemateri. Bisa dikatakan, ini adalah standar pelatihan di Syncore. Kami percaya, dengan cara seperti ini maka peserta pelatihan dapat lebih cepat memahami materi pelatihan yang kami sampaikan.Beginilah suasana pelatihan hari pertama :Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan serupa, hubungi kami di :PT SYNCORE INDONESIAJLN SOLO KM 9 YOGYAKARTA 55282Telp 0274-488599CONSULTING : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B414TRAINING : 087738 900 800 | training@syncore.co.id | PIN BB 7F8C112ESYSTEM : 0821 3690 9999 | tsm@syncore.co.id | PIN BB 7A08A01D
Awal pekan ini Syncore mendapat kehormatan dengan kunjungan dari Kepala Satuan Pengawas Internal (Ka SPI) Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan yang secara khusus datang datang untuk diskusi penguatan SPI di Rumah Sakit.Hingga saat ini SPI masih sering dianggap sebagai “polisi internal” dan kurang dilibatkan dalam hal-hal steategis. Strategi untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan penguatan kelembagaan dan peningkatan kompetensi SPI.Di Syncore kami telah berpengalaman untuk memberikan konsultasi dan training penguatan kelembagaan dan peningkatan kompetensi SPI dengan paradigma baru, dimana peran SPI tidak sekedar “polisi internal” namun termasuk bagian dari tim Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).Jika Anda tertarik untuk melakukan konsultasi sejenis, atau menyelenggarakan pelatihan, hubungi kami di : PT SYNCORE INDONESIAJLN SOLO KM 9 YOGYAKARTA 55282Telp 0274-488599CONSULTING : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B414TRAINING : 087738 900 800 | training@syncore.co.id | PIN BB 7F8C112ESYSTEM : 0821 3690 9999 | tsm@syncore.co.id | PIN BB 7A08A01D
Awal bulan ini PT Syncore Indonesia dipercaya oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), untuk menyelenggarakan Pelatihan Strategic Measurement Memakai Balance Scorecard konteks Remunerasi dan Pelatihan Public Speaking. Tidak kurang dari 20 peserta utusan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Yogyakarta ini.Beginilah suasana pembukaan dua pelatihan dalam satu waktu dan dari satu instansi tersebut.Segera setelah pembukaan, para peserta dikelompokkan menjadi dua kelas. Inilah suasana Pelatihan Key Performance Indicato Dengan Balance Scorecard Untuk Perguruan Tinggi.Sementara di ruang Gumbayana sedang dilaksanakan Pelatihan Key Performance Indicato Dengan Balance Scorecard Untuk Perguruan Tinggi. Di depannya (ruang Antasena 1) sedang dilaksanakan Pelatihan Public Speaking For University Managerial Leader. Beginilah suasana pelatihan public speaking yang berlangsung dengan banyak praktik langsung itu.
Awal Oktober ini kami mendapat kesempatan untuk mengunjungi Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Kab Kota Tangerang. UPDB Kab Tangerang ini merupakan salah satu UPDB terbaik yang ada di Indonesia. Karenanya kami merasa bersyukur telah mendapat kesempatan untuk membangun kerjasama dengan mereka.Sebagai perusahaan yang didukung oleh para profesional untuk membantu perusahaan atau organisasi meningkatkan kinerjadan menciptakan terobosan lewat penguatan sistem, konsultasi, dan training, kami percaya UPDB Kab Tangerang masih dapat menjadi lebih baik jika menggunakan Software yang tepat.Harapan inilah yang ingin kami sampaikan dan buktikan dalam acara "Expose Software Pengelolaan Keuangan BLUD untuk Unit Pengelola Dana Bergulir Kab Kota Tangerang," Sebagaimana umumnya dalam acara Expose, kami juga membuka dialog dua arah (tanya-jawab) dan masukan-masukan dari pihak UPDB Kab Kota Tangerang. Dengan cara ini kami percaya, software-software yang kami kembangkan nantinya akan benar-benar tepat guna.Berikut foto-foto suasana Expose Software di UPDB Kab Kota Tangerang :
Koperasi Mahasiswa Universitas Gajah Mada atau sering disingkat “Kopma UGM” merupakan sebuah organisasi berbadan hukum yang memiliki berbagai karakteristik. Sebagai sebuah koperasi, Kopma UGM yang juga merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dituntut untuk dapat survive dan terus mengembangkan pola pengelolahan usaha secara prefesional.Bersamaan dengan itu, bentuk kepengurusan yang dinamis dan selalu berganti setiap tahunnya mengharuskan mereka untuk dapat memperhatikan sisi efisiensi dan efektifitasnya, baik sebagai UKM, ataupun sebagai orgaisasi berbadan hukum koperasi. Pembentukan kader koperasi yang tangguh dalam pengelola koperasi dan selalu dijiwai semangat muda yang kritis serta idealis untuk menegakan visi-misi koperasi adalah salah satu ciri khas yang ingin selalu dipertahankan koperasi ini.Untuk mewujudkan hal tersebut, sejak tahun 2011 Kopma UGM telah melakukan berbagai terobosan. Mulai dengan memanfaatkan Software Akuntansi Syncore untuk mendukung pembukuan mereka, hingga pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mereka miliki.Awal Oktober 2015 ini, kami berkesempatan mengunjungi Kopma UGM dan melakukan bincang-bincang ringan dengan Kepala Bagian Keuangan Kopma UGM, Sdri Tri suci Rahayu. Berikut transkip perbincangannya :Syncore : Sebelumnya boleh diperkenalkan dulu dengan mba siapa?Suci : Saya Tri Suci Rahayu, biasa dipanggil Suci. Saya mahasiswi jurusan Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) angkatan 2012, di Kopma UGM saya diberi amanah untuk menjabat sebagai kepala bagian keuangan Kopma UGM.Syncore : Kenal Syncore dari mana mba?Suci : Sebenarnya Kopma UGM sudah kenal Syncore sejak tahun 2011, tepatnya sejak kepengurusan mas Yanuar an-Nurokhim. Jadi ceritanya dahulu itu Kopma UGM sudah menggunakan software akuntansi, namun kami merasa masih banyak kekurangan dari software itu. Lalu mas Yanuar an-Nurokhim itu mencari software yang mampu mengakomodir kebutuhan kami, sampai akhirnya menemukan software akuntansi yang dikembangkan oleh Syncore. Beliau kemudian menemui Pak.Rudy (Senior Partner Syncore) untuk mencari tahu lebih lanjut tentang software tersebut sekaligus minta tolong untuk diinstalkan.Syncore : Dari pertama kenal dengan Syncore sampai sekarang sudah bekerjasama dibidang apa saja?Suci : Kami bekerjasama dengan Syncore pertama di tahun 2011 yaitu dibidang software akuntansi yang sampai sekarang kami gunakan untuk pencatatan akuntansi, atau transaksi keuangan kami. Kemudian di tahun 2012 kami juga bekerjasama dengan Syncore untuk menyelenggarakan pelatihan atau training tentang SOP (Standar Operasional Prosedur). Jadi memang saat itu, ketua bidang keuangan 2012 sedang mengadakan program pengadaan SOP untuk Kopma. Untuk melatih tim SOP tersebut, kami kembali bekerjasama dengan Syncore untuk melatih mereka. Kemudian di tahun 2013 kami juga bekerjasama dengan Syncore yaitu re statment laporan keuangan Kopma UGM. Jadi kami meminta Syncore untuk mereview laporan keuangan kami agar menjadi lebih baik lagi. Sampai terakhir kemarin 2015 kita kerjasama lagi untuk pelatihan SAK Etap.Syncore : Kesan mba terhadap Syncore?Suci : Menurut saya bagus, karena software Syncore yang mulai kami gunakan sejak tahun 2011 itu sampai sekarang masih baik-baik saja dan dapat memenuhi kebutuhan kami. Di Kopma UGM ini ada banyak sekali transaksi dengan pencatatan yang terpusat, dan software Syncore dapat mengakomodir itu.Syncore : Kalau tidak salah kemarin mba Suci juga ikut pelatihan SAK Etap, boleh minta tanggapannya?Suci : Kemarin bulan mei kami meminta Syncore untuk mempelajari dan melatih tim kami tentang SAK Etap. Kesannya, karena kami masih dalam proses pengembangan untuk menuju SAK Etap itu sangat baik. Karena pelatih dari Syncore sangat berkompeten, Ibu Ingga kan waktu itu, yang dia juga seorang anggota IAI, jadi sangat menguasai masalah SAK Etap.