Saat ini sudah semakin banyak institusi kesehatan, baik PPK tingkat 1 seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ataupun PPK tingkat 2 atau Rumah Sakit, yang berlomba-lomba untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLU)Mereka berharap, dengan menjadi BLU institusinya akan memiliki keleluasaaan untuk menggunakan dana dan bergerak secara lebih progresif.Namun masalahnya, untuk dapat menjadi BLUD yang baik iu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh institusi-institusi tersebut.Bukan tidak mungkin, beberapa persyaratan yang diwajibkan itu akan memberatkan orang-orang yang bertugas di Puskesmas ataupun Rumah Sakit.Itu terjadi karena memang ada syarat-syarat yang sebelumnya sangat asing bagi mereka. Sebut saja salah satunya syarat penyusunan Laporan Keuangan berbasis Standar Akuntansi, penyusunan Rencana Anggaran Bisnis, dan penyusunan-penyususnan dokumen lainnya.Bagi instansi yang telah memutuskan untuk berubah menjadi BLUD, pola kerja lama harus ditinggalkan dan mulai memantapkan diri untuk memasuki era baru.Hal itu penting mengingat BLUD akan menuntut semua pihak untuk lebih professional dalam hal pemberian layanan ke publik. Pertanyaannya kemudian ; Seberapa siapkah instansi Anda untuk menjadi BLUD?Cari tahu solusinya disini :PT SYNCORE INDONESIAJLN SOLO KM 9 YOGYAKARTA 55282Telp 0274-48859CONSULTING : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B414TRAINING : 087738 900 800 | training@syncore.co.id | PIN BB 7F8C112E
Untuk memberdayakan pelaku usaha kecil, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dana bergulir. Program yang ditujukan untuk mengembangkan UKM / UMKM adalah pinjaman dana yang berasal dari pemerintah melalui program pengembangan usaha kecil.Bagi para pelaku usaha kecil, adanya kebijakan dana bergulir semestinya membawa dampak yang positif terhadap pengembangan usaha mereka. Baik dari segi penambahan produksi, perluasan jaringan usaha dan pemasaran.Selanjutnya, karena pelaku UKM / UMKM mayoritas adalah masyarakat kelas menengah kebawah, maka program program dana bergulir akan membawa kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.Namun dalam pelaksanaannya, masih ada faktor-faktor yang mempengaruhi tidak maksimalnya program dana bergulir. Mulai dari kurangnya sosialisasi, tidak tersedianya sumber daya yang memadai, hingga kenyataan di lapangan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.Diakui atau tidak semua itu telah menjadi kendala pengelolaan dana bergulir. Untuk itu kami dari SYNCORE Consulting menyelenggarakan pelatihan khusus dengan gambaran materi : Ketentuan peraturan pengelolaan dana bergulirTahap-tahap pengajuan syarat PPK BLUD Dana BergulirPerubahan Tata Kelola paska menjadi BLUDPola Penganggaran dari RKA menjadi RBAPola Pelaporan Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan SAKPola Pembinaan dan PengawasanDiskusi permasalahan-permasalahanDemo Software SYNCORE BLUD
“Dengan cara ini, laporan pembukuan dana zakat dianggap sah, sesuai dengan setandar akuntansi. Memang masih sedikit ribet (ed:karena menggunakan excel), kalau menggunakan program nanti bisa lebih mudah,”Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rudy Suryanto saat mengisi acara Pelatihan Pembukuan dan Pelaporan Dana Zakat-Infak LAZISMU di Kampus UAD, Yogyakarta, Kamis (25/06/2015).Sebagai salah satu lemba nirlaba tingkat nasional, Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) adalah lembaga yang telah lama turut berperan dalam upaya pemberdayaan masyarakat.Sejak berdiri pada tahun 2002, LAZISMU sudah mendayagunakan secara produktif setiap dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya, baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan, dan instansi lainnya.LAZISMU menyadari, Indonesia memiliki potensi zakat, infaq, dan wakaf yang cukup tinggi. Namun sayangnya, potensi tersebut belum dikelola dan didayagunakan secara maksimal.Karenanya, sebagai institusi pengelola zakat, LAZISMU berusaha menerapkan pola manajemen modern, LAZISMU berharap dapat memaksimalkan potensi Zakat Infaq dan Shadaqah.Saat ini, 13 tahun sudah sejak Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan SK No. 457/21 November 2002. LAZISMU terus berkembang menjadi lembaga yang amanah, professional, dan transparan.Salah satu caranya dengan membuat laporan keuangan yang sesuai dengan setandar akuntansi. Melalui laporan tersebut, diharapkan setiap proses penerimaan dan pembagian zakat, infaq, dan shadaqah dapat lebih profesional dan transparan.Namun masalahnya, saat ini belum semua orang yang terlibat di LAZISMU memahami bagaimana cara membuat laporan keuangan tersebut.Oleh karena itu, setiap usaha yang mengarah kepada tujuan lembaga yang amanah, professional, dan transparan menjadi semakin penting.Salah satunya dengan melaksanakan agenda pelatihan dan pendampingan rutin sebagaimana acara yang dilaksanakan di kampus UAD, kamis lalu.
Banyak yang memprediksi, persaingan dunia kerja dan usaha yang sudah ketat ini akan bertambah ketat dalam waktu dekat. Hal itu mewajibkan setiap individu yang ingin terus melaju untuk terus mengembangkan kemampuannya.Pembelajaran / Training, Pengalaman dan pengakuan baik dalam bentuk ijazah ataupun sertifikat akan semakin dibutuhkan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nanti.Tunggu apa lagi, segera upgrade kapasitas Anda bersama kami, lembaga terpercaya yang sudah berpengalaman menyelenggarakan berbagai pelatihan dan konsultasi.Workshop 11 + Trial Class, Introduction to Offshore Structure Engineering - From Design to Installation (Untuk Mahasiswa dan Umum).Informasi Lebih Lanjut, Hubungi Kami di:SYNCOREJln Solo Km 9.7, Yogyakarta 55282training@syncore.co.id087-738-900-800
Workshop 11 + Trial Class"INTRODUCTION TO OFFSHORE STRUCTURE ENGINEERING, FROM DESIGN TO INSTALLATION"Bersama praktisi dunia Oil & Gas :Faisal Dwiyana P (Offshore Structure Engineer)Antonius Yunianto (Project Engineering Professional)Waktu :Minggu, 12 Juli 2015Jam : 08.00 - 16.00 WIBTempat : University HotelPESERTA TERBATAS....!!Informasi Lebih Lanjut, Hubungi Kami di:SYNCOREJln Solo Km 9.7, Yogyakarta 55282training@syncore.co.id087-738-900-800
Di bulan Juni ini Syncore dipercaya untuk memberi konsultasi oleh beberapa perusahaan dan instansi. Untuk itu, kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar - besarnya kepada beberapa klien setia kami, antara lain :1. CV Gading Mas2. PMI Cabang Sleman3. Ayam Geprek Starback4. PT Buharum5. PT Amanah Berkah Mandiri6. SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta7. SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta8. SMA Muhammadiyah 6 Yogyakarta9. SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta10. SMA Muhammadiyag 8 Yogyakarta11. SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta12. SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta13. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi dengan sesama, membantu dan memberikan yang terbaik (value). Semoga kita bisa menyerap nilai - nilai ajaran tersebut dan menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Sejalan dengan fokus pemerintahan Jokowi – JK yang ingin mengembangkan potensi wisata Indonesia, Industri Hotel menjadi salah satu industri yang cukup menjanjikan. Bahkan dalam lima tahun terakhir, industri tersebut mengalami kenaikan yang cukup pesat baik.Kenaikan tersebut terlihat lebih jelas di beberapa kota tujuan wisata. Di Yogyakarta, misal, jumlah pertumbuhan hotel baru terlihat sangat jelas dalam lima tahun terakhir. Bukan hanya hotel - hotel berbintang, beberapa diantaranya juga ada hotel - hotel sederhana yang hanya memiliki beberapa kamar saja.Ada banyak perbedaan antara hotel – hotel berbintang dengan hotel – hotel sederhana. Selain masalah fasilitas, sistem yang digunakan oleh hotel berbintang juga umumnya berbeda dengan sistem yang digunakan oleh hotel – hotel sederhana.Hotel – hotel berbintang umumnya sudah memanfaatkan sistem terpadu berbasis computer untuk mengelola dan memantau perkembangan bisnisnya. Sedangkan hotel sederhana biasanya menggunakan sistem tradisional dalam mengelola dan memantau perkembangan bisnisnya.Hal tersebut terjadi karena umumnya, aplikasi Hotel yang ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan pengembang software memang dirancang untuk hotel – hotel berbintang saja. Dengan aplikasi menyeluruh, mulai dari biling hotel, catering, loandry, dll.Selain itu, harga yang ditawarkan oleh perusahaan pengembang software juga umumnya sangat mahal sehingga tidak dijangkau oleh pengusaha hotel – hotel sederhana.Di Syncore, kami tidak memungkiri banyaknya pilihan dalam sebuah aplikasi itu merupakan sesuatu yang positif. Namun pilihan itu juga harus tepat sasaran. Beberapa menu mungkin sangat penting bagi hotel – hotel berbintang, namun tidak penting bagi hotel sederhana yang fasilitasnya terbatas.Karenanya, Syncore menciptakan aplikasi khusus bernama Syncore Hotel. Secara umum aplikasi ini tidak berbeda dengan aplikasi hotel yang digunakan oleh hotel – hotel berbintang. Namun bedanya, penggunaan aplikasi Syncore Hotel dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien.Jadi, sistemnya seperti mengambil apa yang diperlukan saja. Jika klien kami hanya membutuhkan biling saja, dengan jumlah tertentu, kami sediakan. Jika ingin ditambah dengan sistem – sistem lain, kami juga bisa menambahkannya.Beberaoa fitur tersebut seperti;1.Booking, Booking Group / Individual / Walk in, melihat hari-hari yang sudah di booking dan yang belum.2. Check inCheck in dari daftar Booking, Check in Walk in Guess3.PembayaranPembayaran Tunai, Pembayaran Debit Card/ Credit Card, Pembayaran dengan Voucher, Pembayaran Kas Keluar4.Jurnal UmumLaporan Harian & Laporan KeuanganDengan cara ini, kami berani memberikan harga yang jauh lebih terjangkau dari pada aplikasi hotel “glondongan” yang banyak memiliki aplikasi tidak penting bagi hotel sederhana.Dan yang paling penting, sistem yang kami kembangkan ini memungkinkan hotel – hotel sederhana dapat mengelola dan memantau perkembangan bisnisnya dengan sistem computer yang terintegrasi dan professional. INFORMASI LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI :PT SYNCORE INDONESIAJln.Solo Km.9 Yogyakarta (55282)Telp 0274-488599System : 0821 3690 9999 | tsm@syncore.co.id | PIN BB 7A08A01D
Ketika kita memiliki keahlian dan tidak disalurkan kepada orang lain, itu namanya mubadzir. Bagi saya, transfer ilmu pengetahuan adalah hal yang sangat penting, (Andri Yandono). Tidak salah jika perusahaan pengembang software, konsultan dan training PT Syncore Indonesia menggandeng Andri Yandono sebagai salah satu partner disetiap training tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).Betapa tidak, selain memiliki kompetensi mumpuni dibidang tersebut, alumni S2 UII yang memiliki hobi bermain tenis itu juga memiliki jiwa pembelajar. Baginya, keahliannya dibidang akuntansi dan pengalaman menangani BLUD merupakan sesuatu yang harus dibagikan kepada orang – orang instansi lain yang tengah berusaha memenuhi persyaratan BLUD.Semua itu bermula saat Andri masih bertugas di Rumahsakit Panembahan Senopati. Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki keahlian dibidang Akuntansi dan Manajemen, ia adalah salah satu orang yang turut andil dalam penyusunan sistem untuk menuju BLUD unggulan.“Sebetulnya saya awalnya bukan seorang pemateri training, saat masih RS Panembahan Senopati, kami diajak berkerjasama dengan Syncore untuk menyusun suatu system. semenjak itu kita sering kerjasama,” terang dia saat ditemui tim media Syncore.Menurut dia, bekerjasama dengan Syncore seperti sebuah keberuntungan yang saling menguntungkan. Karena setelah kerjasama pertama selesai, berbagai kegiatan dan training yang diadakan Syncore juga sering melibatkannya.Dengan begitu, segala ilmu dan keahlian yang telah dimiliki berkat pengalaman panjang baik di bidang Akuntansi, Manajemen, ataupun praktik lapangan di RS dapat lebih bermanfaat bagi orang lain.Jika sebelumnya semua ilmu dan keahlian yang dimilikinya hanya digunakan untuk pekerjaannya saja. Tetapi sesaat setelah berkenalan dengan Syncore, ilmu dan keahliannya langsung disebarkan ke orang – orang yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.Baginya, kemajemukan klien Syncore yang rata – rata berasal dari luar Yogyakarta, bahkan luar Jawa memberikan banyak pelajaran baru yang sangat berharga.Dari mereka, Andri menyadari bahwa setiap ilmu ataupun keahlian yang didapatnya dari sebuah pendidikan dan lembaga tertentu tidak serta merta dapat diteraokan ditempat lain.Dalam beberapa kasus, ternyata ilmu atau keahlian – keahliannya perlu dikombinasikan dengan ilmu – ilmu lain agar dapat diterima. Untuk itu dibutuhkan sebuah keterpaduan antar disiplin ilmu yang akan membawa pada proses pembelajaran secara terus menerus.Sebagai PNS, saat ini bapak satu anak tersebut sudah berpindah ke beberapa tempat tugas. Berbagai pengalaman dan pengetahuan baru kembali mewarnai hari – harinya. Disisi lain, meski sudah tidak lagi bertugas di RS Panembahan Senopati, ia tidak pernah berkeinginan untuk melupakan semua hal yang telah dipelajarinya.“Meski sudah berpindah – pindah, pernah di Bappeda, di Pertanian. Tapi namanya suatu ilmu yang dulu pernah kita pelajari harus tetap kita tularkan kepada orang lain kan?” pungkas Andri.