Sejak tahun 2014, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 04 Tahun 2014.Dalam bab III, tentang Pengelolaan Perguruan Tinggi disebutkan bahwa pengaturan pengelolaan Perguruan Tinggi meliputi empat hal, yaitu ; otonomi Perguruan Tinggi, pola Pengelolaan Perguruan Tinggi, tata kelola Perguruan Tinggi dan akuntabilitas publik.Artinya, saat ini Perguruan Tinggi, baik PTN ataupun PTS sama-sama memiliki otonomi di bidang akademik dan non akademik.Di bidang akademik, PTN ataupun PTS memiliki wewenang untuk mengelola sendiri lembaganya untuk melaksanakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Sedang otonomi di bidang nonakademik, meliputi penetapan norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan Organisasi, Keuangan, Kemahasiswaan, Ketenagaan dan Sarana prasaranasesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Khusus terkait pelaksanaan keuangan, PP No 4 tahun 2014 ini membagi dalam katagori perencanaan, pengelolaan anggaran jangka pendek dan jangka panjang. Termasuk dalam melakukan investasi jangka pendek dan jangka panjang, hingga utang dan piutang jangka pendek dan jangka panjang serta sistem pencatatan dan pelaporan keuangan.Menurut Senior Konsultan Syncore, Rudy Suryanto, sebagai revisi sekaligus penambahan dari PP60/2010 tentang pengelolaan perguruan tinggi, poin penting dari PP04/2014 yang jarang mendapat perhatian adalah masalah keuangan ini."Salah satu ketentuan yang luput dari perhatian adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyusun laporan keuangan dan nantinya harus diaudit oleh Akuntan Independen," ujar dia.Bagaimana cara menyusun laporan keuangan Perguruan Tinggi yang sesuai dengan ketentuan UU tersebut? Bagaimana langkah-langkahnya? Bagaimana cara memastikan kalau laporan keuangan tersebut sudah benar?Cari Tahu Jawabannya Disini :PT SYNCORE INDONESIAJLN SOLO KM 9 YOGYAKARTA 55282Telp 0274-488599CONSULTING : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B414
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Dengan kata lain, sebagaimana ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), SAK ETAP ini merupakan jenis laporan keuangan yang diperuntukkan bagi perusahaan kecil dan menengah.Dibandingkan dengan lainnya, standar ETAP ini cukup sederhana. Jika dipelajari dengan cara yang tepat maka ETAP tidak akan menyulitkan, dan semua unit usaha dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan IAI.Namun pertanyaannya adalah, kenapa penyusunan SAK ETAP ini harus dilakukan? Bukankan perusahaan kecil dan menengah selama ini tetap bisa berjalan meski belum menggunakan SAK ETAP?Jawabannya karena pada dasarnya, semua perusahaan baik itu kecil atau menengah pasti menginginkan usahanya terus berkembang. Untuk mengembangkan usaha tersebut memerlukan berbagai daya dan upaya, salah satunya adalah meyakinkan publik bahwa usaha mereka baik dan dapat dipertanggungjawabkan.Bagaimana cara menyusun SAK ETAP? Bagaimana SAK ETAP itu mampu meyakinkan publik? Cari tahu jawabannya disini :PT Syncore IndonesiaJln Solo Km 9 Yogyakarta 55282Telp 0274-488599Consulting : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B414
Sebagai perusahaan yang selalu ingin memberikan value kepada para kliennya, Syncore memiliki budaya kerja yang selama ini selalu dijalankan oleh setiap karyawannya. Adapun budaya kerja Syncore adalah sebagai berikut : Mengutamakan yang terbaik untuk klien (Client First)SYNCORE selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi klien, yaitu dengan memberikan solusi paling tepat, dalam biaya terjangkau dan waktu terpendek. Mengutamakan yang terbaik untuk staff (People First)SYNCORE percaya bahwa asset terbesar SYNCORE adalah manusia. Untuk itu pengelolaan manusia baik dalam hal rekrutment, training, evaluasi kinerja maupun coaching akan dilakukan untuk mendapatkan SDM terbaik dan mengembangkan SDM yang ada menjadi semakin kompeten Mengutamakan aspek keseimbangan dinamisHarus selalu ada keseimbangan baik dalam kehidupan pribadi dan karir, maupun dalam perancangan dan pengembangan solusi klien. Selain jadwal yang padat untuk bekerja, SYNCORE mempunyai program rutin untuk makan malam bersama, outing, peduli anak yatim dan kegiatan diluar kantor lainnya. Hal tersebut semata untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan kantor dan kehidupan pribadi. Solusi yang kami berikan keklien pun harus memenuhi asas keseimbangan, artinya mengikuti trend terbaru atau praktik terbaik, tetapi tetap memperhatikan keadaan di klien, mengutamakan pendekatan terkomputerisasi, tetapi tidak meninggalkan sepenuhnya proses manual. Menjalankan perbaikan terus menerus (Continous Improvement)Kami percaya bahwa solusi yang kami kembangkan perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan karena permasalahan yang ada di klien juga terus berkembang. Memberikan solusi tuntas dan permanenKami percaya pada solusi yang tuntas dan permanen, dan itu hanya bisa dihasilkan jika : Ada pemahaman mendalam atas permasalahan yang terjadiSolusi yang terintegrasi namun bisa dikerjakan bertahapAda upaya perbaikan terus menerus
9 Juli 2010, tepat pada hari ini 5 tahun yang lalu PT SYNCORE INDONESIA berdiri. Saat itu para pendiri SYNCORE termotivasi untuk membantu para pengusaha kecil dan menengah (UKM ataupun UMKM) yang sering kesulitan mengelola keuangannya.Saat itu, jasa konsultan keuangan selalu identik dengan pekerjaan mahal dan tidak terjangkau para pelaku UKM / UMKM. Padahal, umumnya para pelaku UMKM adalah orang-orang yang kurang paham dengan masalah akuntansi dan sangat membutuhkan jasa kunsultan.Disisi lain, para mendiri SYNCORE memandang bahwa UMKM merupakan satu-satunya jenis usaha yang terbukti paling tahan terhadap hantaman krisis. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya, UMKM sangat berpotensi untuk menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.Tidak ingin melupakan sejarah, saat acara sosialisasi Syncore Handbook, Rabu sore (08/07/2015), Direktur Syncore Bpk.Niza Wibyana Tito dan Senior Partner Syncore Bpk.Rudy Suryanto menyatakan komitmennya untuk terus membantu UKM / UMKM."Ada yang tanya sama saya, kanapa ko mau membina UMKM, kecil begitu ko? Itu karena awal berdirinya Syncore memang untuk UMKM. Dipertengahan waktu kita dipercaya untuk menggarap lain-lain. Nah 2015 ini kita ingin kembali lagi fokus ke UMKM. Saat ini kita sudah ada Kejar UMKM yang merupakan kelompok belajar UMKM," kata Direktur Syncore.Lebih lanjut, Senior Partner Syncore yang juga merupakan Akademisi Universitas Muhammadiah Yogyakarta (UMY), Bpk Rudy menyatakan bahwa membantu orang kecil itu adalah sesuatu yang sangat baik.Menurut dia, saat ini banyak orang yang memiliki pandangan hidup ekstrim. Ada yang hanya memikirkan dunia saja tanpa memikirkan akherat, ada yang memikirkan akherat saja namun tidak memikirkan dunia. Padahal seharusnya orang itu memikirkan keduanya karena untuk mendapatkan akherat itu membutuhkan dunia.Karena pandangan ekstrim itu juga, banyak orang yang memandang rendah sektor UKM / UMKM yang selalu identik dengan usaha kecil, kurang mapan dan tidak bonafit."Padahal kalau mau menjadi orang kaya rumusnya mudah. Jadilah orang yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Bill Gates itu tidak bercita-cita agar menjadi orang kaya, bagi dia yang penting softwarenya bermanfaat dan dipakai orang, nah kalau yang pakai 100.000 orang? Ya kaya," kata RudyAcara sosialisasi dan motivasi yang diselenggarakan di Hotel Atrium, Yogyakarta tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama dan sholat berjama'ah.
Sebagaimana lambang Syncore yang memiliki sisi dinamis, kami sadar di dunia perubahan selalu terjadi. Namun tetap ada hal-hal penting yang terus kami jaga sebagai bentuk dan nafas perusahaan, yaitu nilai – nilai perusahaan. Seperti :1.Menjunjung Tinggi Kejujuran, Kepercayaan dan Bersikap TerbukaOpen & Trustworthy Kami percaya bahwa kejujuran adalah induk dari segala sifat baik. Untuk itu kami selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap aktivitas yang kami lakukan. Kejujuran kami artikan adalah mengatakan hal yang sebenarnya kepada klien. Kita semua sadar bahwa dalam jalannya kerjasama selalu ada masalah, dan kami percaya solusi terbaik adalah dengan saling bersikap jujur.2.Selalu Menyelesaikan Tugas yang sudah dimulaiFinish What We StartKami memiliki prinsip untuk selalu menyelesaikan apa yang sudah kami mulai. Kami menganggap tugas yang diberikan kepada kami adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan 3.Suka Menolong dan Membantu dengan Selalu Berusaha Memberikan LebihAlways Deliver Value MoreKami percaya pada solusi yang sederhana dan tepat guna. Solusi tersebut hanya bisa datang dari pemahaman mendalam terkait dengan akar permasalahan yang terjadi. 4.Suka Tantangan untuk selalu Mengembangkan dan Memperbaiki konsep atau produkContinous ImprovementMenyelesaikan masalah di lapangan tidak selau mudah. Untuk itu dibutuhkan jiwa berpetualang dan suka pada tantangan. Produk yang dikembangkan bukan 5.Bersikap Sederhana dan Efisien SimplicitySolusi sederhana adalah solusi yang tepat guna, tahan lama dan murah. 6.Menjalin Kerjasama dan Kolaborasi Jangka PanjangLong Term Partnership & CollaborationKami percaya pada pentingnya kerjasama dalam menyelesaikan masalah di klien. Kami selalu mengedepankan azas kerjasama dengan berbagai pihak di klien maupun pihak-pihak diluar klien untuk memberikan hal yang terbaik. 7.Memiliki Pola pandang dan Pola Pikir Jangka PanjangTeam kami terdiri dari orang-orang yang memiliki pola pandang dan pola pikir jangka panjang.
Sebagai lembaga consultant yang memiliki fokus pada pengembangan UMKM, Syncore Consulting dipercaya oleh pelaku usaha kecil dan menengah “Ayam Geprek Starback” untuk melakukan Bisnis Chek-up.Di Yogyakarta, Ayam Geprek Starback adalah pendatang baru dunia kuliner yang berbahan baku Ayam. Meski demikian, Ayam Geprek Starback tidak bisa disamakan dengan Ayam Geprek lainnya. Baik dari segi kualitas produk ataupun usahanya.Meski baru berdiri beberapa bulan lalu dan belum sebesar perusahaan ayam goreng dari negeri sebrang, Ayam Geprek Starback sudah menunjukkan keseriusannya dibidang kuliner.Berbeda dengan para pelaku kuliner kecil lainnya yang memilih menjalankan bisnis secara apa adanya, tanpa berusaha mencari tahu apa yang kurang dari bisnisnya dan bagaimana cara memperbaikinya.Hal itu ditunjukkan Ayam Geprek Starback dengan menggandeng Syncore Consulting untuk melakukan Bisnis Check Up. Bisnis Chek Up sendiri adalah jasa konsultasi yang kami berikan untuk mendiagnosa kondisi suatu bisnis. Hasil dari diagnosa yang dilakukan secara rinci dan menyeluruh tersebut kemudian kami sampaikan kepada pelaku usaha atau klien secara profesional. Dengan cara tersebut sudah banyak klien kami yang berhasil memperbesar usahanya.Kami optimis, hal yang sama juga akan terjadi pada usaha Ayam Geprek Starback yang beralamat di Jl Babaran No 24 Glagah Sari Yogyakarta yang sudah melakukan langkah positif dalam perjalanan bisnisnya.Bagaimana dengan usaha Anda?Penasaran? Silahkan hubungi kami di :PT SYNCORE INDONESIAJln Solo Km 9 Yogyakarta 55282Telp 0274-488599Consulting : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B41
Dalam dua dekade terakhir ini, ilmu finansial dan produk-produknya telah berkembang sangat pesat. Sejalan dengan perkembangan itu, lahir banyak tantangan-tantangan baru yang harus segera dipahami oleh orang yang ingin memenangkan persaingan.Di Syncore, kami percaya bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan tersebut. Untuk itu investasi dalam hal pelatihan dan peningkatan kemampuan SDM mutlak dibutuhkan.Dengan pengalaman kami mendampingi banyak perusahaan dan organisasi, kami dapat memberikan pelatihan aplikatif dengan metodologi khusus yang kami sebut SAOT (Syncore Action Oriented Training), yaitu training-training yang mendorong peserta untuk melakukan aksi paska training. Salah satu pelatihan yang kami tawarkan untuk individu yang ingin melek finansial dan memenangkan persaingan adalah training Personal Finance.Personal finance adalah cabang ilmu finansial yang berhubungan dengan manajemen keuangan pribadi, keluarga, dan perusahaan kecil. Ini berbeda dengan corporate finance yang mempelajari manajemen keuangan korporasi.Topik-topik utama dalam personal finance adalah matematika keuangan, strategi pengelolaan uang, perencanaan keuangan, berutang dengan cerdas, asuransi, dan warisan. Menurut para klien kami, personal finance lebih bermanfaat daripada corporate finance dalam membekali lulusan menjadi wiraswasta atau bekerja di perusahaan kecil.Informasi lebih lanjut hubungi kami di :PT SYNCORE INDONESIAJln Solo Km 9 Yogyakarta 55282Telp 0274-488599Consulting : 085608 900 800 | admin@syncore.co.id | PIN BB 7587B414Training : 087738 900 800 | training@syncore.co.id | PIN BB 7F8C112ESystem : 0821 3690 9999 | tsm@syncore.co.id | PIN BB 7A08A01D