ARTIKEL

Artikel
Syncore Indonesia

Cara Melakukan Pengelolaan Keuangan

Cara Melakukan Pengelolaan Keuangan

Keuangan merupakan aspek penting dalam kehidupan baik kehidupan individu, organisasi, maupun dalam sebuah perusahaan. Dalam lingkup perusahaan, keuangan menjadi salah satu sumber daya utama dalam menjalankan bisnisnya.Keuangan menjadi hal yang sangat krusial sehingga butuh pengelolaan yang baik dan terstruktur. Secara terminologi, pengelolaan atau manajemen keuangan meliputi kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, monitoring arus keuangan, pengendalian, hingga pelaporan keuangan yang meliputi dana dan aset dalam suatu organisasi atau perusahaan.Begitu pentingnya hal tentang keuangan sehingga perlu direncanakan karena keuangan akan mempengaruhi kelancaran kegiatan suatu organisasi atau perusahaan dan akan menimbulkan masalah apabila tidak dikelola dengan baik.Mengingat begitu pentingnya keuangan bagi suatu organisasi maupun perusahaan, biasanya dalam sebuah organisasi atau perusahaan dibentuk tim khusus yang mengurusi keuangan.Divisi keuangan menjadi bagian dalam perusahaan yang diandalkan untuk mengelola berbagai aset perusahaan. Dalam manajemen keuangan dibutuhkan pula kemampuan untuk mengatur skala prioritas dalam pengalokasian dana sehingga perlu memilah kegiatan yang dapat dikesampingkan guna memenuhi segala kebutuhan utama baik untuk individu maupun perusahaan.Dalam menjalankan manajemen keuangan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:Membuat Rencana Anggaran BiayaRencana Anggaran Biaya (RAB) dapat membantu dalam mengelola pembiayaan dan budgeting untuk periode waktu tertentu. RAB biasanya dibuat untuk periode satu tahun. Dalam RAB dimuat seluruh aktivitas usaha dalam setahun beserta rencana anggarannya.Membuat Rencana Anggara Bisnis menjadi cara efektif untuk menjaga kegiatan bisnis tetap pada limit-limit yang sudah ditentukan agar menghindari pembekakan pengeluaran di kemudian hari.Dalam membuat Rencana Anggaran Biaya, tim keuangan harus memaksimalkan keuntungan perusahaan serta mempunyai wawasan terkait biaya bahan baku khususnya pada kenaikan biaya yang dapat mempengaruhi kenaikan harga pokok penjualan pada perusahaan tersebut.Monitoring Arus Kas KeuanganDalam menjalankan pengelolaan keuangan perlu memonitoring arus kas keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran. Likuiditas dan arus kas perlu dilacak dan dipastikan sehingga mengetahui apakah keuangan di perusahaan dapat memenuhi kewajiban anggaran perusahaan atau tidak.Sistem Pelaporan Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan yang BaikLaporan pemasukan dan pengeluaran atau yang biasa disebut laporan arus kas meliputi laporan aktivitas operasi baik pemasukan maupun pengeluaran, laporan mengenai investasi, dan laporan mengenai pendanaan lainnya.Pelaporan keuangan yang baik hendaknya mampu menganalisis kinerja perusahaan untuk menemukan proyeksi arah masa depan dan membuat dasar keputusan suatu perusahaan.Laporan keuangan perlu dibuat secara terstruktur dan rinci karena dari laporan keuangan dapat melakukan evaluasi keuangan. Evaluasi keuangan ini dapat mencerminkan apakah keuangan yang dikelola termasuk “sehat” atau tidak.Evaluasi keuangan juga dijadikan sebagai acuan bagi individu atau perusahaan dalam menentukan arah dan strategi sesuai tujuan yang diinginkan.Di sisi lain, laporan keuangan memiliki fungsi sekunder sebagai dokumen yang biasanya dipaparkan kepada calon investor untuk menentukan apakah investor tertarik atau tidak menanamkan modal pada suatu perusahaan.Menggunakan Profit Bisnis Untuk Mengembangkan UsahaDalam menjalankan usaha atau bisnis tentu harus terus berkembang dan meningkat seiring berjalannya waktu. Salah satu ciri bisnis yang baik adalah mendapatkan keuntungan atau yang sering disebut dengan profit bisnis.Pengelolaan profit yang benar adalah dengan digunakan untuk menjaga eksistensi dan mengembangkan suatu bisnis baik yang dilakukan individu maupun perusahaan.Istilah profit diartikan sebagai pendapatan bersih yang cara menghitungnya perlu memperhatikan banyak komponen seperti biaya HPP dan berbagai pengeluaran yang meliputi gaji/upah, tagihan listrik, biaya operasional, biaya iklan, dan lainnya. Pengalokasian profit dapat membawa dampak positif apabila dikelola dengan baik.Meminimalisir Risiko OperasionalRisiko operasional apabila tidak diminimalisir maka akan menimbulkan kerugian keuangan yang besar bagi perusahaan. Dalam mengambil keputusan terkait risiko operasional, perlu diidentifikasi penyebabnya.Pada umumnya, risiko operasional timbul karena disfungsi pada proses internal, kegagalan sistem, dan bisa terjadi pula karena faktor eksternal.Dalam mengidentifikasi risiko operasional perlu pula direncanakan strategi mitigasi masalah agar sebelum mendapatkan kerugian keuangan yang berarti dapat ditanggulangi dan diminamilir.

Tahapan Pengelolaan Keuangan Negara di Indonesia

Tahapan Pengelolaan Keuangan Negara di Indonesia

Pengertian Keuangan Negara dijelaskan di dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, khususnya pada Pasal 1. Keuangan Negara merupakan semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang.Serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Keuangan negara tersebut meliputi: Hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang dan melakukan pinjaman;Kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga;Penerimaan negara dan penerimaan daerah;Pengeluaran negara dan pengeluaran daerah;Kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan daerah.Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum; Kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah.Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara digunakan untuk mencapai tujuan negara.Namun, untuk membantu tugas Presiden, maka kekuasaan tersebut dikuasakan kepada Menteri Keuangan, Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya dan kepada Gubernur/Bupati/Walikota selaku Kepala Pemerintah Daerah.Pada pasal 3 dijelaskan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.Dalam pengelolaan keuangan negara, terdapat 5 (lima) tahapan utama yang wajib dilaksanakan. Tahapan tersebut terdiri dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan/pertanggungjawaban, dan pengawasan/pemeriksaan. PerencanaanDalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional didefinisikan bahwa Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.Adapun perencanaan pengelolaan keuangan memiliki 4 (empat) tahapan yang terdiri dari Penyusunan Rencana, Penetapan Rencana, Pengendalian Pelaksanaan Rencana, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana.Perencanaan tersebut menghasilkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja (Renja).Tahap perencanaan pada pemerintah pusat dikoordinir oleh Bappenas, sedangkan pada pemerintah daerah dikoordinir oleh Satuan Kerja Perencanaan Daerah.2. PenganggaranPenganggaran merupakan siklus berikutnya yang mengaitkan perencanaan dengan sumber daya keuangan pemerintah yang tergambar pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).Tahapan yang dilakukan dalam penyempurnaan penganggaran yaitu Pengintegrasian antara Rencana Kerja dan Anggaran, Penyatuan Anggaran, Penganggaran Berbasis Kinerja, Penggunaan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah, dan Klasifikasi Anggaran.Tahap penganggaran dipimpin oleh Kementerian Keuangan pada Pemerintah Pusat, sedangkan pada pemerintah daerah dikelola oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).3. PelaksanaanPelaksanaan anggaran merupakan siklus ketiga yang diwujudkan dalam eksekusi pendapatan maupun belanja pemerintah untuk mendukung pembangunan. Pada pemerintah pusat, pelaksanaan APBN dimulai dengan diterbitkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran/DIPA.Sedangkan pada pemerintah daerah, pelaksanaan APBD dimulai setelah diterbitkannya Dokumen Pelaksanaan Anggaran/DPA. Jika DIPA bagi Kementerian/Lembaga dapat langsung dijadikan dokumen untuk segera melaksanakan anggaran Pemerintah Pusat, tetapi pada pemerintah daerah masih diperlukan Surat Penyediaan Dana (SPD).Terdapat 2 (dua) sistem yang terkait dengan pelaksanaan anggaran, yaitu sistem penerimaan dan sistem pembayaran. Pelaporan/PertanggungjawabanPertanggungjawaban merupakan wujud pelaksanaan anggaran sekaligus bukti pencapaian pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah. Masyarakat dan semua pihak membutuhkan pertanggungjawaban yang berkualitas atas penggunaan dana yang tercantum dalam Laporan Keuangan Pemerintah. Laporan Keuangan Pemerintah terdiri atas Laporan Pelaksanaan Anggaran (LRA dan LP-SAL) serta Laporan Finansial (LO, LPE, Neraca, LAK, dan Catatan atas Laporan Keuangan).2. Pengawasan/PemeriksaanSistem pengawasan di pemerintah menggunakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Hal ini dijelaskan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Sementara pengawasan dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). APIP melakukan pengawasan intern melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya.Lembaga yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Tanggung Jawab dan Pengelolaan Keuangan Negara adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).BPK memiliki kebebasan dan kemandirian dalam pelaksanaan pemeriksaan. Pertama, kebebasan dalam tahap perencanaan mencakup kebebasan dalam menentukan obyek yang akan diperiksa, kecuali pemeriksaan yang obyeknya telah diatur tersendiri dalam undang-undang, atau pemeriksaan berdasarkan permintaan khusus dari lembaga perwakilan (DPR/DPRD).Kedua, kebebasan dalam penyelenggaraan kegiatan pemeriksaan antara lain meliputi kebebasan dalam penentuan waktu pelaksanaan dan metode pemeriksaan, termasuk metode pemeriksaan yang bersifat investigatif.Ketiga, kemandirian BPK dalam pemeriksaan keuangan negara mencakup ketersediaan sumber daya manusia, anggaran, dan sarana pendukung lainnya yang memadai.Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pemeriksaan dan tercapainya tujuan pemeriksaan, BPK dapat memanfaatkan hasil pekerjaan APIP.

Kemitraan Riset PIGAS

Kemitraan Riset PIGAS

Kemitraan riset PIGAS atau Policy, Inovasi, Government, Akuntabilitas, dan Sustainabilitas.Progrm tersebut adalah sebuah program kerja sama antara dua atau lebih organisasi atau entitas.Syncore Consulting membuka kerjasama dengan lembaga riset, pemerintah dan akademik untuk melakukan kajian mengenai PIGAS.Dalam kemitraan riset, setiap pihak berkontribusi pada pembiayaan, sumber daya manusia, dan kemampuan teknis untuk menyelesaikan proyek penelitian tertentu.Kemitraan riset berawal dari pembuatan kesepakatan dan perjanjian kerja sama yang mengatur tanggung jawab.Keuntungan dari kemitraan riset adalah adanya kesempatan untuk memperluas jaringan kerja sama, membagi risiko dan biaya.Kemitraan dapat menghasilkan temuan baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas.Kemitraan Riset PolicyImplementasi kemitraan riset kebijakan publik dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, keamanan, dan ekonomi.Tujuan dari kemitraan riset ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang isu-isu kebijakan yang kompleks dan beragam, serta menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan berdasarkan bukti.Dalam kemitraan riset mengenai policy, pihak-pihak yang terlibat dapat saling berbagi sumber daya, data, dan keahlian untuk mencapai tujuan bersama.Kemitraan dapat membantu pihak publik dalam merumuskan kebijakan yang lebih akurat dan efektif, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembuatan kebijakan.Keuntungan dari kemitraan riset dalam kebijakan publik adalah adanya kesempatan untuk memperluas jaringan kerja sama, membagi risiko dan biaya, serta meningkatkan kualitas hasil kebijakan.Dengan demikian, kemitraan riset dapat membantu masyarakat secara luas dengan memberikan solusi dan kebijakan yang lebih baik dan lebih tepat sasaran.Kemitraan Riset InovasiKemitraan riset inovasi adalah suatu bentuk kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan bisnis.Hal tersebut, juga dapat melibatkan berbagai pihak seperti universitas, lembaga penelitian, perusahaan, dan pemerintah.Tujuan dari kemitraan riset inovasi adalah untuk mempercepat dan memperluas penerapan penelitian dan pengembangan dalam rangka menciptakan solusi inovatif yang lebih efektif, efisien dan berkelanjutan.Mengurangi risiko dan biaya dalam pengembangan produk baru, serta meningkatkan kemampuan inovasi dan daya saing bagi semua pihak yang terlibat.Kemitraan Riset GovernmentRiset antara pemerintah dan sektor swasta, sebagai kemitraan riset government, adalah suatu bentuk kerjasama antara pemerintah dan perusahaan untuk mempromosikan penelitian dan pengembangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber dayaMeningkatkan kualitas hasil risetMeningkatkan akses ke sumber dayaMengembangkan solusi inovatifKemitraan Riset AkuntabilitasKemitraan riset akuntabilitas adalah suatu bentuk kerjasama antara organisasi dan institusi riset yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam kebijakan publik dan pengelolaan sumber daya publik.Riset ini juga dapat melibatkan berbagai pihak, seperti lembaga riset, LSM, pemerintah, dan sektor swasta.Tujuan utama kemitraan riset akuntabilitas adalah untuk meningkatkan penggunaan bukti-bukti ilmiah dan data yang valid dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya publik.Hal ini juga dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kebijakan publik, serta memperkuat tata kelola yang baik.Contoh kemitraan riset akuntabilitas termasuk penelitian tentang pengelolaan keuangan pemerintah, evaluasi kebijakan publik, dan pemantauan pelaksanaan program-program pemerintah. Kemitraan riset akuntabilitas mencakup penelitian terkait isu-isu sosial dan lingkungan, seperti pemanasan global, keberlanjutan, dan hak asasi manusia.Dalam hal ini, kemitraan riset akuntabilitas, organisasi dan institusi riset bekerja sama dengan pihak-pihak lain untuk menyediakan data dan bukti-bukti ilmiahSelain itu, Institusi riset juga dapat membantu menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil penelitian mereka.Kemitraan Riset SustainabilitasKemitraan riset sustainability adalah suatu bentuk kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, dan institusi riset untuk mengembangkan solusi-solusi inovatif.Riset ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan teknologi dan praktik-praktik berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.Tujuan utama dari kemitraan riset sustainability adalah untuk memperkuat kapasitas berkelanjutan dalam ekonomi, sosial, dan lingkungan.Hal ini juga dapat mencakup pengembangan teknologi hijau, manajemen sumber daya alam, pengembangan kota hijau, dan pengurangan emisi karbon.Contohnya yaitu meliputi pengembangan teknologi energi terbarukan, pengembangan metode pertanian yang berkelanjutan, pengelolaan limbah dan sampah, serta pengembangan teknologi hijau untuk industri.Kemitraan riset sustainabilitas dapat mencakup pemantauan dan evaluasi keberhasilan implementasi program-program berkelanjutan.Dalam kemitraan riset sustainabilitas, pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, dan institusi riset bekerja sama untuk mengembangkan solusi-solusi inovatif.Dalam rangka menciptakan kemitraan riset sustainabilitas yang sukses, penting untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara semua pihak yang terlibat.Selain itu, memastikan bahwa tujuan dan manfaat dari kemitraan tersebut jelas dan terdefinisi dengan baik.Hal ini juga dapat memastikan bahwa solusi-solusi inovatif yang dihasilkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Cara Mengikuti Pelatihan Sistem Pengendalian Internal (SPI)

Cara Mengikuti Pelatihan Sistem Pengendalian Internal (SPI)

Banyaknya kasus terkait Pelatihan Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang menimpa instansi-instansi, menunjukkan betapa pentingnya SPI dalam mencegah kecurangan, kesalahan, dan kerugian dalam bisnis. Dengan memiliki sistem pengendalian internal yang kuat dan efektif, instansi dapat meminimalkan risiko serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi mereka. Namun, banyak instansi yang masih kesulitan dalam menerapkan sistem pengendalian internal tersebut. Maka dari itu, perlu adanya pelatihan yang berkualitas. Pelatihan SPI merupakan sebuah program pelatihan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan pengetahuan seseorang dalam membangun, menerapkan, dan memantau SPI. Khususnya yang berhubungan dengan aspek keuangan di sebuah instansi.Program ini untuk staf keuangan atau stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan keuangan organisasi, seperti akuntan, auditor internal, manajer keuangan, dan lain sebagainya.Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta memahami konsep dan prinsip dasar SPI keuangan, serta memahami persyaratan dan standar terkait yang berlaku. Pelatihan ini juga dapat membantu peserta memahami bagaimana mengevaluasi kinerja keuangan organisasi dan memastikan bahwa laporan keuangan tersaji secara akurat, andal, dan transparan. Sehingga dapat memantau pengendalian internal keuangan yang efektif.Cara untuk mengikuti Pelatihan Sistem Pengendalian Internal (SPI), di antaranya: Pelatihan OnlinePeserta dapat belajar secara mandiri dengan materi dari penyelenggara pelatihan atau melalui video conference dengan fasilitator.2. Pelatihan On-SiteLokasi pelatihan dapat berlokasi di instansi terkait maupun di lokasi lain. Peserta dapat memilih waktu dan tempat yang sesuai dengan jadwal mereka. Pelatihan on-site biasanya lebih interaktif karena peserta dapat langsung berdiskusi dengan fasilitator dan sesama peserta.3. Pelatihan IntensifProgram pelatihan intensif biasanya berlangsung selama beberapa hari atau satu minggu. Fokus pada topik yang spesifik dalam sistem pengendalian internal keuangan. Penyelenggaraan pelatihan intensif biasanya di tempat yang telah disediakan oleh penyelenggara pelatihan.4. Pelatihan BersertifikasiProgram pelatihan bersertifikasi memberikan sertifikasi resmi kepada peserta setelah menyelesaikan program pelatihan dan lulus ujian yang telah lolos penilaian. Sertifikasi ini dapat meningkatkan kredibilitas dan kemampuan peserta dalam sistem pengendalian internal keuangan dan dapat membantu peserta untuk meningkatkan karir mereka di bidang keuangan.Pelatihan sistem pengendalian internal dapat meningkatkan pemahaman, meningkatkan efektivitas, menjaga kepatuhan, dan meningkatkan reputasi dan kepercayaan instansi. Untuk mengikuti pelatihan sistem pengendalian internal, penting untuk mencari sumber informasi yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.Sejak tahun 2010, Syncore Indonesia melalui Unit Syncore Consulting telah menerapkan 5 (lima) prinsip pelatihan yaitu Stay Connect, Novelty, Comprehensive, Flow, dan Impactful.Prinsip ini memungkinkan Syncore Consulting untuk melakukan pelatihan yang intensif sehingga Anda akan menguasai kompetensi yang perlu instansi kuasai dalam menghadapi perubahan. Kompetensi yang perlu ada antara lain kompetensi manajerial, pemecahan masalah, manajemen, dan keterampilan interpersonal.Syncore Consulting merupakan perusahaan konsultan yang memberikan pelatihan sistem pengendalian internal yang berkualitas dengan metode pelatihan yang sudah teruji. Peserta juga akan mendapatkan materi yang mudah sekaligus menerapkan teknik delivery efektif. Hal ini agar mampu memberikan solusi atas permasalahan dan kebutuhan yang Anda hadapi. Kami berkomitmen untuk membantu menumbuhkan, menguatkan, dan mengembangkan tata kelola instansi yang baik di seluruh Indonesia.

Cara Daftar Pelatihan SPI

Cara Daftar Pelatihan SPI

Suatu organisasi atau perusahaan dapat merancang dan menerapkan sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien melalui pelatihan SPI.Hal ini jika dapat membantu organisasi dan perusahaan mematuhi hukum atau peraturan dan kebijakan yang berlaku. Oleh karena itu, tata kelola perusahaan akan sesuai dengan good corporate governance, perusahaan dapat melindungi aset-aset perusahaan serta pelaporan seperti standar operasional prosedur, laporan keuangan tersusun dengan baik.Selanjutnya, apabila perusahaan belum memahami SPI, maka dewan direksi dan dewan komisaris harus meningkatkan kompetensi SDM satuan pengendali internal dengan pelatihan-pelatihan khusus.Apabila perusahaan tidak memiliki SDM yang memahami SPI, hal ini dapat menyebabkan kecurangan atau tidak tercapainya tujuan perusahaan. Oleh sebab itu, dengan adanya pengendalian internal perusahaan dan organisasi dapat meminimalisir terjadinya kecurangan. Apalagi jika perusahaan bergerak pada perusahaan jasa yang notabene kegiatan operasionalnya berfokus pada kualitas pelayanan SDM seperti rumah sakit, perguruan tinggi, konsultasi keuangan, dan perusahaan jasa lainnya.Selain itu, stakeholder perusahaan akan kesulitan dalam pengambilan kebijakan karena kurangnya informasi serta minimnya data kekurangan atau kendala perusahaan dalam menjalankan operasioanlnya.Sehingga, kurangnya pemahaman tentang SPI juga dapat mengakibatkan ketidak teraturan kebijakan perusahaan sehingga karyawan kesulitan dalam menentukan alur komunikasi serta koordinasi.Sistem pengendalian internal terdiri dari berbagai proses, kebijakan, prosedur, dan praktik bisnis yang berfungsi untuk melindungi aset organisasi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mencegah dan mendeteksi kesalahan dan penipuan, serta memastikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku.Oleh karena itu, Pelatihan SPI penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam menerapkan dan mempraktikkan sistem pengendalian internal di organisasi mereka. Untuk mendaftar pelatihan SPI (Sistem Pengendalian Internal).Langkah-Langkah Mendaftar SPI Cari informasi tentang penyedia pelatihan SPI terpercaya yang tersedia. Anda dapat mencarinya melalui internet atau referensi dari teman atau kolega yang berprofesi di bidang akuntansi atau keuangan.Setelah menemukan penyedia pelatihan yang cocok, kunjungi situs web mereka dan temukan informasi tentang pelatihan SPI yang mereka tawarkan. Pastikan Anda memahami isi dari pelatihan tersebut, jangka waktu, lokasi, dan biaya.Pilih pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Pastikan pelatihan memberikan materi yang lengkap dan up-to-date tentang sistem pengendalian internal.Jika Anda tertarik dengan pelatihan tersebut, periksa persyaratan pendaftaran. Pastikan anda memenuhi persyaratan pendaftaran.Hubungi penyelenggara pelatihan untuk mendaftar. Penyelenggara menyediakan formulir pendaftaran online atau melalui email.Isi formulir pendaftaran yang tersedia. Pastikan Anda memberikan informasi yang benar dan lengkap. Pastikan Anda menyertakan data pribadi, alamat email yang aktif, nomor telepon aktif, serta informasi tentang latar belakang pendidikan dan pekerjaan.Setelah formulir pendaftaran terisi, tunggu konfirmasi dari penyedia pelatihan mengenai jadwal dan prosedur pembayaran.Lakukan pembayaran biaya pendaftaran atau biaya pelatihan. Biaya pendaftaran dapat bervariasi tergantung pada perusahaan atau institusi yang menyelenggarakan pelatihan tersebut.Setelah Anda melakukan pembayaran, Anda akan menerima konfirmasi pendaftaran dan jadwal pelatihan dari penyedia pelatihan.Pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan mempelajari bahan-bahan atau materi dalam pelatihan tersebut.Setelah selesai mengikuti pelatihan, pastikan untuk mempraktikkan materi dalam lingkungan kerja Anda. Jangan lupa untuk memberikan umpan balik kepada penyelenggara pelatihan tentang kelebihan dan kekurangan dari pelatihan yang telah terselenggara.Kita perlu memahami bahwa proses pendaftaran dan pelaksanaan pelatihan bisa bervariasi tergantung pada penyelenggara pelatihannya. Pastikan untuk membaca dengan seksama syarat dan ketentuan yang berlaku untuk setiap pelatihan yang ingin Anda ikuti.

Syncore Consulting dan YWSI Ditunjuk Menjadi Mitra Pelaksana Literasi Digital Traveloka Oleh Menparekraf Sandiaga Uno

Syncore Consulting dan YWSI Ditunjuk Menjadi Mitra Pelaksana Literasi Digital Traveloka Oleh Menparekraf Sandiaga Uno

Pada tanggal 20 Mei 2023, Mamok Hendratmo selaku perwakilan dari Syncore Consulting dan YWSI menghadiri peresmian penunjukan mitra pelaksana Pelatihan Literasi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Traveloka, Syncore Consulting, YWSI, Asita dan Hasta.Pada kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meresmikan pembukaan pelatihan. Sekaligus secara simbolis menyerahkan piagam kerjasama bahwa Travelokal, YWSI, Syncore Consulting, Asita dan Hasta menjadi partner resmi Kemenparekraf. Ket: Mamok Hendratmo (kanan) Perwakilan Syncore Consulting dan YWSI Menerima Piagam Mitra Pelaksana Pelatihan Literasi Digital Traveloka dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.Program Pelatihan Literasi Digital ini merupakan kerjasama antara Traveloka dengan Syncore Consulting, YWSI, Asita dan Hasta. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi digital kepada masyarakat Indonesia khususnya kalangan umkm untuk melek digital.Pelatihan telah berjalan dari bulan April hingga berkelanjutan sampai Mei. Serta telah menyasar lebih dari 100 pengusaha UMKM dalam pelatihan kerjasama Traveloka, Syncore Consulting, YWSI, Asita dan Hasta. Ket: Mamok Hendratmo (dua dari kanan) berfoto bersama mitra-mitra resmi pelaksana literasi digital Traveloka lainnya sesuai penyerahan sertifikat piagam dari Menparekraf.Informasi lebih lengkap dapat mengunjungi:https://pressrelease.kontan.co.id/news/traveloka-k...

Mengembangkan Satuan Pengendali Internal yang Responsif terhadap Perubahan dan Inovasi

Mengembangkan Satuan Pengendali Internal yang Responsif terhadap Perubahan dan Inovasi

Satuan Pengendali Internal (SPI) adalah bagian penting dari sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur, dan peraturan yang berlaku. Namun, dalam era perubahan dan inovasi yang semakin cepat, SPI juga harus mampu beradaptasi dengan cepat untuk tetap relevan dan efektif dalam menjalankan tugasnya.Mengembangkan SPI yang responsif terhadap perubahan dan inovasi membutuhkan pendekatan yang proaktif dan holistik. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil :1. Membangun Kultur InovasiSPI harus menjadi bagian dari budaya inovasi organisasi. Karyawan harus merasa terdorong untuk memberikan ide-ide baru dan kreatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Oleh karena itu, SPI perlu memastikan bahwa mereka terlibat dalam proses inovasi dan terbuka terhadap perubahan yang akan membantu organisasi mencapai tujuannya.2. Menerapkan TeknologiTeknologi dapat membantu SPI untuk meningkatkan efisiensi dalam melaksanakan tugasnya. Misalnya, dengan menerapkan teknologi audit yang terkini, SPI dapat mempercepat proses pengumpulan data dan analisis yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja organisasi. SPI juga harus dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelaporan dan transparansi.3. Menjalin KemitraanSPI harus bekerja sama dengan bagian-bagian lain dalam organisasi untuk menciptakan sistem pengendalian yang terintegrasi. Kolaborasi dan kemitraan antara SPI, manajemen senior, dan bagian lain dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian internal dan memungkinkan organisasi untuk merespons perubahan dengan lebih cepat.4. Membuat Rencana PengembanganSPI harus mengembangkan rencana pengembangan jangka panjang yang berorientasi pada hasil dan memiliki ukuran kinerja yang jelas. Rencana tersebut harus mencakup identifikasi risiko, strategi pengendalian yang akan digunakan, dan alokasi sumber daya yang diperlukan.5. Melakukan EvaluasiSPI harus terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa mereka tetap efektif dan relevan. Evaluasi harus dilakukan secara teratur, dan hasilnya harus digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pengendalian internal.Dalam rangka mengembangkan SPI yang responsif terhadap perubahan dan inovasi, penting untuk memiliki komitmen dan dukungan dari manajemen senior organisasi. Jika diimplementasikan dengan benar, SPI dapat membantu organisasi mencapai tujuannya dengan lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan reputasi dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.Sejak tahun 2010, Syncore Indonesia melalui Unit Syncore Consulting telah menerapkan 5 (lima) prinsip pelatihan yaitu Stay Connect, Novelty, Comprehensive, Flow, dan Impactful. Prinsip ini memungkinkan Syncore Consulting untuk melakukan pelatihan yang intensif sehingga Anda akan menguasai kompetensi yang perlu dimiliki instansi dalam menghadapi perubahan. Kompetensi yang diperlukan antara lain kompetensi manajerial, pemecahan masalah, manajemen, dan keterampilan interpersonal.Syncore Consulting merupakan perusahaan konsultan yang memberikan pelatihan sistem pengendalian internal yang berkualitas dengan metode pelatihan yang sudah teruji. Peserta juga akan dibekali materi yang disampaikan dengan mudah sekaligus menerapkan teknik delivery efektif agar mampu memberikan solusi atas permasalahan dan kebutuhan yang Anda hadapi. Kami berkomitmen untuk membantu menumbuhkan, menguatkan, dan mengembangkan tata kelola instansi yang baik di seluruh Indonesia.

Cara Daftar Pelatihan SPI

Cara Daftar Pelatihan SPI

Sistem pengendalian internal adalah suatu sistem yang dirancang dan diterapkan oleh suatu organisasi untuk memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien, serta untuk membantu organisasi mematuhi hukum, peraturan, dan kebijakan yang berlaku. Sistem pengendalian internal terdiri dari berbagai proses, kebijakan, prosedur, dan praktik bisnis yang berfungsi untuk melindungi aset organisasi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mencegah dan mendeteksi kesalahan dan penipuan, serta memastikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku. Pelatihan sistem pengendalian internal penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam menerapkan dan mempraktikkan sistem pengendalian internal di organisasi mereka. Untuk mendaftar pelatihan SPI (Sistem Pengendalian Intern), Anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Cari informasi tentang penyedia pelatihan SPI terpercaya yang tersedia. Anda dapat mencarinya melalui internet atau referensi dari teman atau kolega yang berprofesi di bidang akuntansi atau keuangan.Setelah menemukan penyedia pelatihan yang cocok, kunjungi situs web mereka dan temukan informasi tentang pelatihan SPI yang mereka tawarkan. Pastikan Anda memahami isi dari pelatihan tersebut, jangka waktu, lokasi, dan biaya yang diperlukan.Pilih pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Pastikan pelatihan yang dipilih memberikan materi yang lengkap dan up-to-date tentang sistem pengendalian internal.Jika Anda tertarik dengan pelatihan tersebut, periksa persyaratan pendaftaran. Pastikan Anda memenuhi persyaratan yang diperlukan sebelum mendaftar.Hubungi penyelenggara pelatihan untuk mendaftar. Biasanya penyelenggara menyediakan formulir pendaftaran online atau melalui email.Isi formulir pendaftaran yang disediakan. Pastikan Anda memberikan informasi yang benar dan lengkap. Pastikan Anda menyertakan data pribadi, alamat email yang aktif, nomor telepon yang bisa dihubungi, serta informasi tentang latar belakang pendidikan dan pekerjaan.Setelah formulir pendaftaran diisi dan diserahkan, tunggu konfirmasi dari penyedia pelatihan mengenai jadwal dan prosedur pembayaran.Lakukan pembayaran biaya pendaftaran atau biaya pelatihan. Biaya pendaftaran dapat bervariasi tergantung pada perusahaan atau institusi yang menyelenggarakan pelatihan tersebut.Setelah Anda melakukan pembayaran, Anda akan menerima konfirmasi pendaftaran dan jadwal pelatihan dari penyedia pelatihan.Pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan mempelajari bahan-bahan atau materi yang akan disampaikan dalam pelatihan tersebut. Jangan ragu untuk bertanya jika ada materi yang tidak Anda pahami atau perlu dijelaskan lebih lanjut.Setelah selesai mengikuti pelatihan, pastikan untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari dalam lingkungan kerja Anda. Jangan lupa untuk memberikan umpan balik kepada penyelenggara pelatihan tentang kelebihan dan kekurangan dari pelatihan yang telah diikuti.Perlu diingat bahwa proses pendaftaran dan pelaksanaan pelatihan bisa bervariasi tergantung pada penyelenggara pelatihan yang dipilih. Oleh karena itu, pastikan untuk membaca dengan seksama syarat dan ketentuan yang berlaku untuk setiap pelatihan yang ingin Anda ikuti.

Cara Mengikuti Pelatihan Tata Kelola Keuangan Perusahaan

Cara Mengikuti Pelatihan Tata Kelola Keuangan Perusahaan

Tata kelola keuangan perusahaan adalah suatu sistem atau proses yang digunakan untuk mengelola keuangan perusahaan secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan. Tata kelola keuangan perusahaan mencakup beberapa aspek, antara lain: Perencanaan keuangan: Menentukan sumber dan penggunaan dana perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Pengendalian keuangan: Membuat kebijakan dan prosedur untuk mengontrol arus kas, pengeluaran dan pendapatan perusahaan.Akuntansi dan pelaporan keuangan: Merekam dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan untuk memastikan akurasi dan transparansi informasi keuangan perusahaan.Pengelolaan risiko keuangan: Menentukan dan mengelola risiko yang berkaitan dengan keuangan perusahaan seperti risiko kredit, likuiditas, dan pasar.Pengelolaan investasi: Mengelola investasi perusahaan dan menentukan strategi investasi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.Pengelolaan aset: Mengelola aset perusahaan seperti inventaris, properti, dan fasilitas dengan cara yang efisien dan efektif.Kepatuhan peraturan dan perundang-undangan: Menjalankan kegiatan keuangan perusahaan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku untuk meminimalkan risiko hukum.Dalam rangka memastikan tata kelola keuangan perusahaan yang baik, perusahaan perlu mengadopsi praktik-praktik tata kelola yang baik seperti transparansi, akuntabilitas, integritas, dan kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan.Untuk mengikuti pelatihan tata kelola keuangan perusahaan, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Cari informasi pelatihan: Cari informasi tentang pelatihan tata kelola keuangan perusahaan dari berbagai sumber seperti internet, media sosial, brosur, atau teman-teman yang sudah mengikuti pelatihan serupa.Pilih penyelenggara: Setelah mendapatkan informasi tentang pelatihan, pilih penyelenggara yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan penyelenggara tersebut memiliki reputasi yang baik dan memiliki fasilitas yang memadai.Daftar pelatihan: Setelah memilih penyelenggara, daftar pelatihan tersebut dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh penyelenggara. Biasanya Anda perlu mengisi formulir pendaftaran dan membayar biaya pelatihan.Persiapkan diri: Sebelum mengikuti pelatihan, persiapkan diri dengan membaca materi-materi yang berkaitan dengan tata kelola keuangan perusahaan. Anda juga dapat membawa alat tulis dan buku catatan untuk mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh pengajar.Ikuti pelatihan: Pada saat pelatihan, fokuslah pada materi yang disampaikan oleh pengajar. Ajukan pertanyaan jika ada hal yang kurang jelas atau ingin diketahui lebih dalam. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan peserta pelatihan lainnya.Evaluasi diri: Setelah selesai mengikuti pelatihan, evaluasi diri Anda dengan mengukur sejauh mana pemahaman dan keterampilan Anda dalam tata kelola keuangan perusahaan meningkat. Jika ada hal yang belum dipahami dengan baik, Anda dapat mengulang materi atau meminta bantuan kepada pengajar atau teman-teman yang lebih berpengalaman.