Inilah para peserta pelatihan SAK ETAP dari KOPMA UGM. Menurut Febrianika Ingga Susanti, SE, Akt, AC hingga saat ini SAK ETAP masih kurang sosialisasi. Padahal itu sangat baik bagi pelaku usaha, khususnya UMKM."SAK ETAP ini mempermudah laporan keuangan bagi pelaku bisnis. Jadi penyederhanaan laporan akuntansi dan sangat cocok untuk usaha menengah kebawah. Kita ingin memfamilierkan setandar ETAP ini, khususnya kepada UMKM," kata Febrianika Ingga Susanti.
Akhir pekan lalu kami menggelar pelatihan SAK ETAP dengan KOPMA UGM. Acara yang bersifat semi privat tersebut dipandu oleh Sdri Febrianika Ingga Susanti, SE, Akt, AC. Sebenarnya SAK ETAP bukan hal yang baru bagi KOPMA UGM. Salah satu peserta bernama Tri Suci Rahayu bahkan mengaku, semenjak tahun 2011 KOPMA UGM sudah berusaha menerapkan SAK ETAP. Meski demikian mereka masih merasa perlu melakukan evaluasi dan pembelajaran lebih lanjut untuk memastikan kebaikan laporan keuangannya. "Kami merasa perlu melakukan pelatihan ini agar laporan KOPMA UGM jadi semakin baik, terpercaya dan berani dibandingkan dengan instansi lain. Sebelumnya kami pernah bekerjasama dengan syncore, kami merasa syncore sudah memahami apa yang dibutuhkan KOPMA UGM," kata Tri Suci Rahayu. Bagaimana dengan Anda?
Jumat (22/5) menjadi hari ke-4 Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kegiatan diisi dengan materi Rencana Bisnis Anggaran dan Standar Akutansi Keuangan.
"Mudah - mudahan selama 5 (lima) hari kedepan kami dapat memberikan apa yang menjadi harapan bapak / ibu. Sehingga nanti, pulang dari Jogja bapak / ibu sudah punya bekal untuk mengantar instansinya menjadi BLUD yang baik," Demikian harapan kami yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Syncore Indonesia, Niza Wibyana Tito saat membuka acara pelatihan dengan Pemerintah Kab.Banjarmasin.
Inilah suasana pelatihan hari pertama tentang persiapan menjadi BLUD yang diisi oleh Senior Partner Syncore, bapak Rudy Suryanto.
Suasana hari kedua Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Pada pelatihan tersebut para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Bpk Sony Haksomo, SE, M.Si, dan Bpk Bambang Nugroho, SE, M.Ec
Sebagai Kasubag Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota, Sony memiliki segudang pengetahuan yang terus diasah dengan pengalaman - pengalamannya. Disaat yang sama, sebagai seorang pemateri pelatihan Syncore, beliau paham betul bagaimana cara mentransfer pengetahuan kepada para peserta. Inilah yang membuat pelatihan kami lebih memiliki warna dan mengena.
Seperti apa seharusnya bentuk sebuah instansi yang layak menjadi BLUD? Berhasil melewati tim penilai? Dan apa saja yang akan dinilai beserta berapa "bobot" penilaiannya? Pertanyaan - pertanyaan inilah yang dijawab oleh Sony dalam pelatihan bersama kami. Dengan gaya khasnya, Sony membawa pembahasan tentang penilaian ini dalam bentuk yang sangat segar. Tidak jarang suara tawa meledak diforum yang penuh dengan tanya jawab itu.
Hari ketiga Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin diisi oleh Bpk Andri Yandono. Dengan pengalaman panjang baik di bidang Akuntansi, Manajemen, ataupun praktik langsung di Rumah Sakit, materi tentang SPM, Tata Kelola & SAK menjadi lebih hidup. Karena bukan hanya teori. Sebagai praktisi beliau juga memiliki segudang pengalaman lapangan yang tidak berbeda jauh dengan kondisi kekinian para peserta pelatihan.