Workshop Pengelolaan Keuangan Klinik Swasta digelar oleh SYNCORE pada Sabtu, 22 April 2017 bertempat di Ruang Abimanyu I, Hotel Grage Jogja. Kegiatan workshop digelar dengan harapan peserta dapat meningkatkan dan mengaplikasikan sistem pengelolaan keuangan klinik jadi lebih baik dan professional. Acara workshop dihadiri oleh peserta yang berasal dari Klinik Indra Medika Purwakarta, Klinik Azadiah Garut, Klinik Rancajigang Medika dengan narasumber Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak., CA, seorang akademisi dan senior partner Syncore. Saat memaparkan materi, Rudy Suryanto menjelaskan bahwa tugas klinik adalah memberikan pelayanan yang efektif, aman, bermutu dan non-diskriminasi dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan dan standar prosedur operasional. Beliau menambahkan bahwa, pola pengelolaan klinik yang baik yaitu dengan memisahkan fungsi operasional dengan keuangan. Disamping itu, beliau menjelaskan mengenai tata kelola klinik. Tata kelola klinik dikelola berdasarkan pada prinsip transparansi (mempunyai laporan keuangan), akuntable (pertanggungjawaban), responsible (responsif terhadap tanggung jawab), independent (mandiri dalam mengambil keputusan) dan fairness (memperlakukan seseorang sesuai dengan hak dan kewajiban). Hal itu dapat di capai dengan menjalankan peran, tugas dan fungsi masing-masing, imbuhnya. Menurut beliau, bisnis, pola tata kelola dan manajemen merupakan masalah utama yang dihadapi oleh klinik saat ini, ujarnya. Selain dijelaskan materi mengenai pengelolaan keuangan klinik, pada workshop ini peserta juga diajak langsung untuk simulasi praktek langsung penyusunan laporan keuangan klinik dengan menginput data transaksi keuangan kedalam Software Pengelolaan Keuangan Klinik. Praktek ini dipandu langsung oleh Yosita Indriyani, konsultan keuangan Syncore. Apabila anda tertarik dan ingin mengadakan workshop dengan materi yang sama, kontak kami:Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id
Sabtu, 22 April 2017 kemarin, SYNCORE menyelenggarakan workshop yang bertema “Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK BLUD Puskesmas” yang dilaksanakan di Ruang Abimanyu II Hotel Grage Jogja. Workshop ini digelar bersamaan dengan tema workshop SYNCORE lainya yaitu Persiapan Akreditasi Puskesmas dan Workshop Pengelolaan Keuangan Klinik Swasta pada hari yang sama dengan narasumber yang berbeda. Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK BLUD Puskesmas dinarasumberi oleh Niza Wibyana Tito, M.Kom yang dihadiri oleh peserta dari instansi Dinkes Kab. Banjar Kalimantan Selatan, Dinkes Kab. Garut serta Dinkes Bintan. Sebelum masuk ke materi inti, Bapak Tito, selaku narasumber, memberikan kesempatan pada peserta untuk menyampaikan mengenai hambatan yang dialami selama menjadi BLUD. “Kami telah BLUD, namun selama ini belum pernah melakukan pengelolaan keuangan berbasis BLUD, sehingga pada pemeriksaan audit BPK, kami mendapatkan permasalahan. Bagaimana cara melakukan pengelolaan keuangan BLUD pada umumnya?”, tanya peserta dari Dinkes Banjar. Pengelolaan keuangan BLUD pada umumnya telah tercantum dalam Permendagri No. 61 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD. Jadi untuk menuju proses tersebut para akuntansi harus mempelajari dan memahami peraturan tersebut, jelas Bapak Tito. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai mekanisme pengelolaan keuangan BLUD puskesmas, mulai dari alur penerimaan sampai pengeluaran. Tak lupa, beliau juga menjelaskan mengenai pengantar Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Acara kemudian dilanjutkan dengan simulasi praktek menyusun laporan keuangan SAK menggunakan Aplikasi Pengelolaan Keuangan BLUD. Melalui Aplikasi Pengelolaan Keuangan BLUD, peserta di ajak untuk mencoba langsung dengan menginput data transaksi keuangan. Praktek diakhiri dengan pengecekan secara bersama dari hasil yang sudah dikerjakan. Hasil inputan transaksi keuangan yang telah dikerjakan akan menghasilkan output berupa laporan keuangan SAK yang dapat diprint langsung dari aplikasi. Acara yang dimulai pukul 08.30-17.00 wib ini berakhir sukses. Peserta merasa puas akan pelaksanaan workshop hari itu. Hal ini terlihat dengan antusias peserta saat materi diberikan ditambah dengan simulasi langsung menyusunan laporan keuangan SAK. Hal itu juga terlihat saat proses tanya jawab, peserta menanyakan apa yang kurang difahami.Acara workshop diakhiri dengan foto bersama antara peserta dengan narasumber. Terimakasih pada seluruh peserta yang telah mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh SYNCORE.Demo Aplikasi Pengelolaan Keuangan BLUD dapat dilihat disini Apabila anda tertarik dan ingin mengadakan workshop dengan materi yang sama, Anda dapat kontak kami: Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id
Sekedar berbagi cerita, hari Jumat 21 April 2017, SYNCORE menggelar seminar ini:“Seminar Sinkronisasi Pengelolaan Dana BPJS dan Akreditasi Untuk Puskesmas BLUD & Klinik Swasta“, yang diadakan di Ruang Abimanyu Hotel Grage Jogja. Pada Seminar ini, peserta mendapat ilmu mengenai kebijakan-kebijakan terbaru yang telah terupdate terkait dengan akreditasi dan pengelolaan BLUD.Di ruangan ini di isi oleh peserta seminar dari berbagai instansi puskesmas maupun klinik dari berbagai kota yang ada di Indonesia.Foto antara peserta dan narasumber ini diambil saat sebelum acara seminar di mulai di Ruang Abimanyu Hotel Grage. Acara pembuka setelah foto bersama adalah speech oleh Niza Wibyana Tito, M.Kom selaku Direktur PT. Syncore Indonesia.Beliau mengucapkan terimakasih atas partisipasi peserta seminar yang telah jauh-jauh datang ke Jogja untuk mengikuti seminar yang di adakan oleh Syncore.Beliau menambahkan semoga dengan mengikuti seminar ini, ilmu yang di dapat bisa bermanfaat dan di implementasikan pada masing-masing instansi mereka.Berikutnya, adalah inti seminar, yaitu isian materi dari masing-masing narasumber. Oh iya, sekedar menginformasikan, seminar ini menghadirkan 5 narasumber sekaligus dalam 1 panggung.Buat yang belum tahu, saya perkenalkan satu persatu. Siapa saja mereka?Pertama, Ir. Bejo MulyonoBeliau adalah mantan Kasubdit BLUD dan Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri serta pengurus pusat ARSADA bidang pengembangan BLUD. Beliau memaparkan materi mengenai Pola Pengelolaan BLUD serta update peraturan terbaru mengenai puskesmas BLUD. Kedua, Dr. RM. Okie Hapsoro Binanda Putra, M.Kes, MMRBeliau adalah Kepala Dinas Kesehatan Kab. Wonosobo Jawa tengah, yang mengisi materi mengenai kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan pelayanan kesehatan. Ketiga, Rudy Suryanto, SE., M.Acc.,Ak.,CASeorang akademisi dan konsultan BLUD yang telah berpengalaman mengisi berbagai pelatihan mengenai BLUD, beliau mengisi materi mengenai sinkronisasi pengelolaan dana BPJS dan akreditasi untuk puskesmas BLUD dan klinik swasta. Keempat, Dr. Tjahyono Kuntjoro, MPH., Dr.PHMerupakan komisi akreditasi FKTP pusat, yang mengisi materi mengenai strategi persiapan akreditasi FKTPKelima, Sri MugirahayuKepala BPJS Kesehatan cabang Yogyakarta, yang memaparkan materi mengenai kebijakan-kebijakan dana BPJS pada puskesmas dan klinik swasta. Nantikan kelanjutan cerita mengenai seminar ini….
Dalam rangka membantu pelaku UMKM agar mampu berkembang dan berjalan sesuai jalurnya, bertempat di Ruang Tengah Syncore pada Rabu, 19 April 2017 telah dilaksanakan Kelas Akselerasi Kejar UMKM. Acara ini diikuti oleh Komunitas Kejar UMKM yang terdiri dari pelaku UMKM mulai dari onlineshop sampai frenchise. Kelas Akselerasi Kejar UMKM ini merupakan serangkaian kegiatan yang pernah di lakukan sebelumnya pada tanggal 21 Maret 2017 dengan tema yang berbeda “Memulai Usaha”.Pada kesempatan ini, Kelas akselerasi mengambil tema “Menata Usaha” yang dinarasumberi oleh Rudy Suryanto. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan mengenai bagaimana cara mengukur titik impas (break even point). Break even point merupakan titik dimana pendapatan usaha sama dengan biaya yang dikeluarkan. Break even point ini merupakan ukuran penting dalam menjalankan usaha. Disamping itu, beliau juga menambahkan, jangan mudah puas dengan penjualan yang tinggi, karena belum tentu penjualan yang tinggi menandakan kesuksesan suatu usaha. Karena, bisa jadi pelaku usaha tersebut baru mencapai break even point.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut perlu diselenggarakan upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu dalam pelayanan kesehatan baik swasta maupun pemerintah. Untuk itu, Pusat-pusat kesehatan, salah satunya KLINIK, perlu dijamin sistim pelayanan klinis dan manajemen mutu dengan aman dan minim dari resiko serta perbaikan proses pelayanan secara kansisten dan berkesinambungan. Disinilah perlu adanya penilaian Akreditasi. Maka itu, akreditasi penting dimana tujuan utama adalah pembinaan peningkatan mutu dan kinerja terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, dan penyelenggaraan klinis serta penerapan manajemen resiko. Untuk bisa Akreditasi, haruslah menenuhi standar-standar yang telah dilakukan oleh Komisi Akreditasi. Standar-standar tersebut haruslah dipenuhi dengan dokumen dan bukti telusur. Sehingga, dokumen harus di persiapkan dengan benar. Pendampingan dalam penyusunan dokumen Akreditasi merupakan salah satu faktor penting. Dalam Penyusunan Dokumen Akreditasi KLINIK, SYNCORE siap untuk membantu persiapan dokumen Akreditasi Klinik. Output apa saja yang dihasilkan? 1.Buku Pola Tata Kelola 2.Dokumen Keuangan Akreditasi, berupa: a.Dokumen Perencanaan Anggaran Klinik b.Dokumen Penggunaan Anggaran Klinik c.Hasil Monitoring Pelaksanaan Anggaran d.Surat Keputusan Tanggung Jawab Pengelola Keuangan Klinike.Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan Anggaran dalam Pelaksanaan UKM dan Pelayanan f.Dokumen Pembukuan Klinik g.Standard Operating Procedure (SOP) Audit Keuangan Klinik h.Pedoman Audit Keuangan i.Surat Keputusan Petugas Pengelola Keuangan Klinik j.Uraian Tugas dan Wewenang Pengelola Keuangan Klinik Untuk informasi selengkapnya, kontak kami ke:Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelp 0274 – 488 599
Gimana Jadinya jika perusahaan tidak mempunyai Standard Operating Procedure (SOP) Keuangan? SOP, yang terkait dengan keuangan, diperlukan dalam sebuah perusahaan. Tanpa aturan yang jelas untuk pengelolaan keuangan maka sangat dimungkinkan terjadi penyelewengan atau pemborosan. Untuk itu… Menyusun SOP Keuangan itu penting. Perusahaan harus memiliki pengendalian internal yang memadai dan mampu menghasilkan informasi keuangan yang dapat difahami, relevan, dapat di bandingkan, dapat diandalkan, serta sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi umum yang berlaku. Nah, Bagi Anda yang ingin mendaptakan informasi keuangan secara tepat waktu, akurat, lengkap. Mungkin saatnya Anda untuk memiliki SOP Keuangan untuk perusahaan Anda. SYNCORE siap untuk membantu dalam menyusun SOP Keuangan yang sesuai dengan karakteristik perusahaan Anda. Mengapa? Karena SYNCORE sudah berpengalaman dalam penyusunan SOP Keuangan yang lebih fokus dan selesai tepat waktu dengan didampingi oleh konsultan keuangan yang berpengalaman. Penyusunan SOP Keuangan ini bertujuan untuk: Memberikan pedoman kebijakan, alur dan prosedur akuntansi keuangan yang harus ditempuh agar sesuai dengan perkembangan praktik-praktik akuntansi yang lazim berlaku di Indonesia, serta memudahkan dalam menyusun laporan keuangan bagi staf akuntansi dan keuangan.Agar terdapat keseragaman dan konsistensi dalam pencatatan transaksi keuangan.Agar terjaga kualitas laporan keuangan yang dapat diandalkan, netral / tidak berpihak, memberikan informasi yang lengkap, dan dapat diperbandingkan.Agar mampu menghasilkan laporan keuangan yang tepat waktu dan dapat dimengerti, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi semua pemakai laporan.Agar aktivitas keuangan dijalankan dengan sistem pengendalian internal yang memadai.Output apa saja yang dapat dihasilkan? 1.Pedoman Kebijakan Akuntansi dan Keuangan 2.Prosedur Pencatatan dan Pelaporan Akuntansi Program Kerja No Proses Keterangan 1 Initial Meeting Mengumpulkan kebutuhan dan ekspektasi klien, lewat tatap muka, email atau telepon. Memberikan penjelasan tentang apasaja yang SYNCOREbisa bantu 2 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Menyusun ruang lingkup, jangka waktu, bentuk output, dan rancangan tahapan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di klien 3 Kick Off Meeting Mempresentasikan kerangka acuan kerja, membahas dan menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK), membuat surat tugas untuk Team SYNCORE, mengenalkan Team SYNCORE ke karyawan klien yang terkait. 4 Penyusunan Program Kerja Menyusun program kerja dari pemahaman awal lewat wawancara dengan owner, manajer atau karyawan kunci, dengan sudah merinci pembagian pekerjaan /penanggungjawab (PIC) dan batas waktu/deadline di masing-masing pekerjaan tersebut, termasuk juga menyepakati jadwal kunjungan ke klien dan presentasi draft hasil pekerjaan 5 Assessment & Preliminary Melakukan pemetaan masalah lewat telaah dokumen, wawancara mendalam, diskusi maupun kuesioner dan mengklasifikasikan masalah-masalah ke dalam kelompok masalah dan memberikan rekomendasi 6 Penyusunan SOP Menyusun Buku 1 dan Buku 2 dengan terlebih dahulu melakukan observasi, wawancara, dan review dokumen-dokumen yang ada di klien. 7 Presentasi & Pelaporan Melakukan presentasi atas draft SOP untuk meminta klarifikasi dari klien atas kesesuaian antara SOP yang disusun dengan kondisi klien dan mencetak dalam bentuk buku untuk versi final. Apabila perusahaan Anda kesulitan dalam menyusun SOP Keuangan, silahkan menghubungi : Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.idTelepon Kantor: 0274 – 488 599
Kurangnya kesadaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pencatatan transaksi keuangan menyebabkan pelaku UMKM tidak mengetahui kondisi financial usahanya, sehingga bank kesulitan menganalisa kemampuan kredit dan sering kali analisis kredit tidak akurat dan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Salah satu strategi yang digunakan Bank Indonesia untuk mendarong perkembangan keuangan UMKM ialah dengan program pencatatan transaksi keuangan SI APIK berbasis android. SI APIK merupakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan yang bertujuan untuk mengembangan UMKM yang di rancang oleh Bank Indonesia. Program ini mendukung tercapainya sistem keuangan dan kehandalan sistem pembayaran melalui penggunaan rupiah dan elektronik pembayaran. Hari Sabtu, 15 April 2017, para komunitas kejar UMKM mengikuti Pelatihan Pencatatan Transaksi Keuangan Menggunakan Aplikasi SI APIK yang bertempat di Ruang Tengah Syncore. Pelatihan ini diisi oleh narasumber Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA yang menjelaskan mengenai pengisian transaksi keuangan menggunakan aplikasi SI APIK. Training ini dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pencatatan transaksi keuangan guna mempermudah bank dalam melakukan analisis kemampuan UMKM.
Lasnas BSM Umat bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri di support oleh SYNCORE menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan ”Pengelolaan Masjid Menuju Sertifikasi ISO 9001”, pada 5-6 April 2017. Acara tersebut diikuti oleh 43 peserta dari 21 pengurus masjid di seluruh Indonesia yang dilaksankan di Ruang Ashwini Hotel Tara Yogyakarta. Ade Cahyo Nugroho selaku Senior Excecutive Vice President BS mengatakan, Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan institusi keuangan syariah yang ada di Indonesia yang kini mengelola aset umat sekitar 80 Triliun. Agar bisa dirasakan oleh seluruh umat, yang tidak hanya dirasakan oleh stakeholder dan nasabah, BSM mempunyai cita-cita agar umat islam di Indonesia memiliki kekuatan perekonomian dan memberikan kontribusi yang nyata demi kesejahteraan umat. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, BSM bekerjasama dengan Lasnas BSM Umat untuk membuat program BSM mengalirkan berkah. Program ini dilakukan untuk menciptakan nilai tambah dalam bisnis yang dapat memberikan manfaat yang lebih besar pada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu narasumber, Ustad Muhammad Jazir, dihadirkan dalam acara tersebut. Beliau mengajak seluruh umat untuk memfungsikan masjid sebagai pusat peradaban. Dimana masjid tidak hanya digunakan untuk tempat sholat, namun juga sebagai pusat membangun masyarakat serta pusat kesejahteraan umat. Ustad Muhammad Jazir berpesan, Masjid haruslah memberikan manfaat bagi umat, jika hal ini terpenuhi maka kemakmuran akan datang dengan sendirinya. Pada akhir kegiatan, peserta pelatihan diajak untuk studi banding ke Masjid Jogokariyan yang terletak di Jl. Jogokariyan 36 yogyakarta, salah satu masjid yang telah lolos sertifikasi ISO yang sering menjadi tempat rujukan bagi masjid-masjid lain dalam hal pengelolaan manajemen masjid.
Penyusunan Laporan Keuangan merupan hal yang wajib dilakukan dalam bisnis usaha. Semua bisnis usaha yang ingin dikelola dengan baik, maka harus memiliki sebuah catatan informasi mengenai semua aktifitas keuangan yang berupa laporan keuangan. Tak hanya perusahaan bersekala besar, perusahaan bersekala kecil sekalipun sebenarnya dianjurkan untuk membuat laporan keuangan. Karena laporan keuangan yang dibuat nantinya akan bermanfaat bagi bisnis usaha mereka sendiri. Apa saja manfaat dari laporan keuangan?Pertama, Anda bisa tahu kondisi perusahaan Anda. Selain itu, Anda juga akan tahu tingkat kesehatan keuangan perusahaan Anda. Kedua, digunakan sebagai alat pengendali keuangan bisnis. Jadi melalui pembukuan yang Anda lakukan dapat diketahui biaya-biaya apa saja yang tidak diperlukan sehingga dapat dipangkas atau dihemat. Jangan sampe tidak mengetahui biaya-biaya apa saja yang menyebabkan bisnis anda merugi. Ketiga, sebagai alat pengambilan keputusan. Dengan mengetahui perkembangan keuangan anda dari waktu ke waktu, Anda dapat meninjau apakah perlu berinvestasi membeli peralatan untuk bisnis atau membuat keputusan lainya sesuai kondisi keuangan bisnis Anda saat ini. Keempat, peminjaman ke bank atau investor. Untuk mendapatkan tambahan modal dari pihak perbankan atau investor, terkadang Anda diharuskan untuk menyerahkan laporan keuangan sebagai dasar untuk menentukan kelayakan atas bisnis usaha yang Anda jalankan. Untuk itu, Laporan Keuangan merupakan faktor penting dalam bisnis usaha Anda. Namun, tidak semua orang dapat membuat laporan keuangan yang baik dan benar, hal ini menjadi kendala tersendiri bagi setiap bisnis usaha. Untuk menyusun laporan keuangan yang baik dan benar butuh proses yang tidak mudah dan perlu orang yang kompeten. Apabila Anda kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan, SYNCORE dapat menjadi salah satu jalan keluar yang paling tepat dalam melakukan konsultasi penyusunan laporan keuangan. Tujuan dari konsultasi penyusunan laporan keuangan ini adalah 1.Melakukan penyusunan laporan keuangan berdasarkan data-data yang disiapkan klien secara bulanan atau tahunan. 2.Memberikan masukan-masukan atau perbaikan system pengendalian internal, berdasarkan data yang telah dikumpulkan.3.Memberikan uraian singkat analisis laporan keuangan atas laporan keuangan yang telah disusun. Apa saja output yang di hasilkan? 1.laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, Perubahan Modal, Catatan Laporan Keuangan 2.Analisis singkat laporan keuangan (Profitabilitas dan Likuiditas).3.Management letter, berupa masukan perbaikan jika ada kelamahan yang ditemukan. Program Kerja No Proses Keterangan 1 Initial Meeting Mengidentifikasi latar belakang kebutuhan penyusunan / kompilasi laporan keuangan yang dibutuhkan dan kondisi saat ini yang ada di klien. 2 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Menyusun ruang lingkup, periodesasi (apakah bulanan/ tahunan), Divisi atau cabang yang terkait, jangka waktu penyusunan. 3 Kick Off Meeting Mempresentasikan kerangka acuan kerja, membahas dan menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK), membuat surat tugas untuk Team SYNCORE, mengenalkan Team SYNCORE ke karyawan klien yang terkait. 4 Assesment & Pengumpulan Data Melakukan pemetaan atas kondisi saat ini di klien, terkait 1. Kelengkapan bukti transaksi 2. Kesesuaian laporan yand ada dengan standard yang berlaku 3. Kompetensi staff pembukuan klien 4. Review Saldo Awal & COA 5. Review Master Data 6. Penyampaian Permintaan Data (DRL) 5 Olah data & Konfirmasi Team SYNCORE mengolah data-data keuangan yang didapat dengan menggunakan SYNCORE PRO. ** 1. Follow up kelengkapan data (DRL) 2. Entry / Input data ke system 3. Review Data/ Laporan Keuangan 4. Konfirmasi ke klien 5. Revisi atau penyesuaian **Dalam Paket Outsourcing Penyusunan Laporan Keuangan, SYNCORE PRO dimungkinkan dipasang di komputer klien dengan skema Pinjam Pakai. 6 Penyusunan Draft Laporan Keuangan Penyusunan Laporan Keuangan yang terdiri dari 1. Neraca 2. Laba Rugi 3. Arus Kas 4. Perubahan Modal 5. Catatan Atas Laporan Keuangan 7 Finalisasi Penyampaian Laporan Keuangan dalam bentuk buku, disertai penjelasan dan analisis singkat atas laporan keuangan tersebut. Untuk pengerjaan penyusunan laporan keuangan ini dibutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan, bergantung pada besar atau kecilnya bisnis usaha Anda. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya, Anda dapat mengubungi: Diana Septi ACP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id