Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 telah membawa berbagai macam konsekwensi logis yang harus dijalankan oleh desa sebagai bagian dari usaha menuju cita - cita "Desa Membangun." Berbeda dengan idiom "Membangun Desa" saat ini desa dituntut untuk lebih pro aktif dan mandiri. Untuk itu pemerintah pusat telah menjanjikan adanya dana desa yang besarannya dapat mencapai Rp1miliar. Namun dana tersebut tidak diberikan secara cuma - cuma. Hanya desa - desa yang sudah paham dengan idiom "Desa Membangun" yang akan mendapatkan dana pembangunan.Salah satu indikator sebuah desa dapat memahami idiom tersebut adalah adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mampu membuat rencana serta laporan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Meski hal ini berbeda dengan kebiasaan pemerintah desa dimasa lalu, tetap tidak ada kata terlambat untuk mempelajarinya.Hal itulah yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Margo Tabir dengan mempercayakan Pelatihan Penyusunan APBDes kepada Syncore. Tentu kami merasa bersyukur dapat memberikan manfaat (Value) bagi desa. Semoga akan lebih banyak lagi desa - desa yang dapat kami beri pelatihan dan pendampingan.
Sepanjang bulan Mei 2015, PT Syncore Indonesia dipercaya oleh beberapa instansi untuk memberikan pelatihan, konsultasi dan pendampingan. Untuk itu kami ingin mengucapkan terimakasih kepada :1. RSUP Riau yang sudah mempercayakan Pelatihan Penyusunan SAK kepada tim training Syncore.2. RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang Kalbar - Pelatihan Penyusunan RBA.3. RSUD Abdul Rivai Berau Kaltim - Pelatihan Penyusunan RBA.4. Dinkes Banjarmasin - Persiapan Puskesmas BLUD5. KSU Jatirogo, Wates, Kulonprogo - Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Komputer Untuk Pengelolaan Administrasi Keuangan.6. Pemerintah Desa Jambi - Pelatihan Penyusunan APBDes.Kami juga mengucapkan terimakasih kepada klien - klien kami yang sepanjang bulan ini konsisten mengkonsultasikan perjalanan bisnisnya kepada Syncore.
Silahkan Klik Link berikut untuk Mendapatkan Buletin Syncore edisi Mei 2015 Download Buletin Edisi Mei 2015
Inilah para peserta pelatihan SAK ETAP dari KOPMA UGM. Menurut Febrianika Ingga Susanti, SE, Akt, AC hingga saat ini SAK ETAP masih kurang sosialisasi. Padahal itu sangat baik bagi pelaku usaha, khususnya UMKM."SAK ETAP ini mempermudah laporan keuangan bagi pelaku bisnis. Jadi penyederhanaan laporan akuntansi dan sangat cocok untuk usaha menengah kebawah. Kita ingin memfamilierkan setandar ETAP ini, khususnya kepada UMKM," kata Febrianika Ingga Susanti.
Akhir pekan lalu kami menggelar pelatihan SAK ETAP dengan KOPMA UGM. Acara yang bersifat semi privat tersebut dipandu oleh Sdri Febrianika Ingga Susanti, SE, Akt, AC. Sebenarnya SAK ETAP bukan hal yang baru bagi KOPMA UGM. Salah satu peserta bernama Tri Suci Rahayu bahkan mengaku, semenjak tahun 2011 KOPMA UGM sudah berusaha menerapkan SAK ETAP. Meski demikian mereka masih merasa perlu melakukan evaluasi dan pembelajaran lebih lanjut untuk memastikan kebaikan laporan keuangannya. "Kami merasa perlu melakukan pelatihan ini agar laporan KOPMA UGM jadi semakin baik, terpercaya dan berani dibandingkan dengan instansi lain. Sebelumnya kami pernah bekerjasama dengan syncore, kami merasa syncore sudah memahami apa yang dibutuhkan KOPMA UGM," kata Tri Suci Rahayu. Bagaimana dengan Anda?
Jumat (22/5) menjadi hari ke-4 Pelatihan Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kegiatan diisi dengan materi Rencana Bisnis Anggaran dan Standar Akutansi Keuangan.
"Mudah - mudahan selama 5 (lima) hari kedepan kami dapat memberikan apa yang menjadi harapan bapak / ibu. Sehingga nanti, pulang dari Jogja bapak / ibu sudah punya bekal untuk mengantar instansinya menjadi BLUD yang baik," Demikian harapan kami yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Syncore Indonesia, Niza Wibyana Tito saat membuka acara pelatihan dengan Pemerintah Kab.Banjarmasin.
Inilah suasana pelatihan hari pertama tentang persiapan menjadi BLUD yang diisi oleh Senior Partner Syncore, bapak Rudy Suryanto.