PROGRAM 2 – Pendampingan Penyusunan Sistem Pelayanana Minimal (SPM) Latar Belakang : Sistem Pelayanan Minimal akan menjadi indikator bagi penyusunan RSB (Rencana Strategis Bisnis). SPM harus disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi PUSKESMAS sesuai dengan ketetentuan kementrian kesehatan dan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah Tujuan : Memastikan SPM telah disusun sesuai dengan ketentuan, minimal memenuhi poin penilaian pengajuan status BLU Output : 1. Memo Review – telaah SPM dibandingkan dengan ketentuan kementrian kesehatan dan kebijakan pemerintah daerah. 2. Revisi atau Penyusunan Draft SPM (memungkinkan ada tambahan waktu dan biaya sesuai tingkat kesulitan)
PROGRAM 3 – Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis Bisnis Latar Belakang : Banyak BLUD belum memikirkan mendalam mengenai penyusunan rencana bisnis dan anggaran. Padahal awal mula optimalisasi fleksibilitas BLU adalah pada waktu penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran. Rencana Bisnis Anggaran harus didasarkan pada analisa eksternal dan internal. Selain itu biasanya aspek analisa bisnis masih kurang dalam, mengingat SKPD yang mau berubah menjadi BLUD sebelumnya terbiasa menyusun RENSTRA yang tidak ada aspek bisnisnya. Selain itu data-data pendukung seperti analisa biaya, analisa rasio keuangan juga masih minim, sehingga menyulitkan dalam membuat proyeksi keuangan. Tujuan : Memastikan RSB telah disusun sesuai dengan ketentuan dan telah menjawab tantangan dan harapan stakeholder serta memperhatikan kondisi / kemampuan internal. Output : 1. Memo Review – telaah Rencana Strategis & Bisnis 2. Revisi atau Penyusunan Draft RSB (memungkinkan ada tambahan waktu dan biaya sesuai tingkat kesulitan) Silahkan klik disini untuk melihat software pengelolaan keuangan BLUDSilahkan simak jadwal pelatihan dan pendampingan kami untuk bulan April-Des 2015Apabila anda tertarik atau membutuhkan informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di admin@syncore.co.id atau deny@syncoreconsulting.com atau lewat telepon di 0274-488599 (jam kerja) atau di 081-2299-111-97
PROGRAM 4 – Pendampingan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Latar Belakang : Setelah penyusunan RSB selesai maka disusunlah RBA. Namun kenyataan di lapangan banyak BLUD yang belum memiliki RSB tetapi langsung menyusun RBA. RBA ini pun masih didasarkan pada DPA, dengan mapping yang sepenuhnya belum benar. Banyak BLUD yang kesulitan dalam menerjemahkan DPA ke RBA. Padahal RBA ini adalah cikal-bakal dari penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan aktivitas, arus kas dan CALK. Tujuan : Memastikan RBA telah disusun sesuai dengan ketentuan dan telah menjawab tantangan dan harapan stakeholder serta memperhatikan kondisi / kemampuan internal. Output : 1. Memo Review – telaah RBA 2. Revisi atau Penyusunan Draft RBA (memungkinkan ada tambahan waktu dan biaya sesuai tingkat kesulitan) Silahkan klik disini untuk melihat software pengelolaan keuangan BLUDSilahkan simak jadwal pelatihan dan pendampingan kami untuk bulan April-Des 2015Apabila anda tertarik atau membutuhkan informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di admin@syncore.co.id atau deny@syncoreconsulting.com atau lewat telepon di 0274-488599 (jam kerja) atau di 081-2299-111-97
PROGRAM 5 – Penyusunan SOP Keuangan Latar Belakang : SOP Keuangan menrupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh BLUD sebagai dasar pengelolaan keuangan yang sehat. Namun banyak dari BLUD belum memiliki dokumen ini sehingga sering jadi temuan BPK. Tujuan : Membantu manajemen dalam menyusun SOP Keuangan untuk BLUD Output : 1. Buku 1 Pedoman Kebijakan Akuntansi Keuangan a. Pendahuluan b. Kebijakan Akuntansi (sesuai dengan PSAK 45, PSAK ETAP) c. COA (Code of Account) 2. Buku 2 Sistem dan Prosedur Keuangan a. Prosedur Pencatatan Pendapatan b. Prosedur Pengelolaan Piutang c. Prosedur Pengadaan d. Prosedur Pengelolaan Hutang e. Prosedur Pengelolaan Kas f. Prosedur Pengelolaan Kas Kecil g. Prosedur Pengelolaan Persediaan h. Prosedur Pengelolaan Aktiva Tetap i. Prosedur Penggajian Prosedur Tutup Buku / Pelaporan
PROGRAM 6 – Implementasi Software Anggaran dan Akuntansi BLU Latar Belakang : Banyak SDM di BLUD yang bukan akuntan dan kurang memahami tata cara pencatatan dan pelaporan keuangan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan, karena selama ini terbiasa mereka melaporkan dengan format Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Untuk itu diperlukan bantuan Software untuk mempermudah dalam pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan Tujuan : Memasang software, melatih dan mendampingi penggunaan Software Anggaran dan Akuntansi BLU untuk mempermudah staff akuntansi dalam melakukan penjurnalan dan pelaporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan sekaligus juga bisa menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Output : 1. Instalasi Software 2. Pelatihan Penggunaan Software 3. Maintenance dan Troubleshooting
PROGRAM 7 – Pendampingan Pembentukan SPI (Satuan Pengawas Internal) Latar Belakang : Satuan Pengawas Internal merupakan pilar penting bagi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan BLUD. SPI akan membantu manajemen BLUD dalam memastikan efektivitas, efisiensi dan aspek kepatuhan dalam penggunaan dana BLUD. Tujuan : Membantu manajemen BLUD membentuk SPI untuk melakukan identifikasi resiko, perbaikan proses dan pengawasan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam System Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Output : 1. Piagam Audit (Audit Charter) 2. Pedoman Audit Internal 3. Pelatihan Auditor Internal
Syncore Hotel merupakan software yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi di hotel dan juga menampilkan laporan keuangan. Beberapa modul yang tersedia di Syncore Hotel adalah : Data Tamu Data Kamar Data Persediaan Data Reservasi Booking Checkin Checkout Pembayaran Kas Bank Buku Bank Uang Masuk Uang Keluar Buku Besar Daftar Akun Jurnal Umum Transaksi Jurnal dll Keunggulan dari software SYNCORE HOTEL adalah : Modular. Syncore HOTEL terdiri dari modul-modul dengan fleksibilitas yang tinggi sehingga memudahkan implementasi, pemeliharaan dan penambahan modul baru. Client – Server Architecture. Syncore POS dirancang dengan arsitektur yang difungsikan untuk pengaksesan data dan transaksi dengan kapasitas besar yang meliputi business rules, user level, security dan metodologi programming. Multi User – Multi Tasking. Syncore HOTEL dapat dioperasikan oleh pengguna (user) secara bersama-sama (concurrent) tanpa menimbulkan interupsi sehingga proses data lebih cepat dan efektif. Scalable. Syncore HOTEL memiliki tingkat skalabilitas tinggi. Kemampuan menyimpan data dan skalabilitas dapat ditingkatkan dan dikembangkan sesuai dengan teknologi.
Mungkin muncul pertanyaan di benak Anda yang memiliki usaha seperti berapa si omset saya per bulan? Apakah usaha saya sehat atau tidak? Apakah saya sudah bisa buka cabang lagi? Saya sering menemui beberapa klien yang bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan diatas. Jawabannya bisa ditemukan setelah kita menyusun laporan keuangan. Nah, sedikit share mengenai pengalaman saya dalam konsultasi/pendampingan penyusunan Laporan Keuangan Tahunan CV.Movie Box Indonesia. CV Movie Box Indonesia merupakan bisnis yang awalnya sebuah rental film dalam bentuk VCD/DVD dan penyewaan peralatan home theater, dalam perjalanannya berkembang menjadi sebuah bisnis hiburan yang berkonsepkan home entertaiment dirintis sejak bulan Februari 2004 dan telah berkembang menjadi tempat yang menyediakan fasilitas Lounge dengan Smoking Area. Head Office Movie Box bertempat di Jl. Raya Seturan C 12 A Yogyakarta, serta 2 cabang store Movie Box beralamat di Jl. Gejayan Kompeks Colombo 31 Yogyakarta, dan di Jl. Godean km. 4,5 depan Giant Supermarket Yogyakarta. Pendampingan penyusunan Laporan Keuangan Tahunan kali ini bisa dikatakan sedikit berbeda dalam hal waktu penyelesaian nya. Kenapa? Disinilah dahsyat nya dokumentasi/pengarsipan!! Kok bisa? Banyak orang menyepelekan dokumentasi/pengarsipan. Padahal ini adalah proses yang cukup penting selama menjalankan usaha. Dengan adanya dokumentasi/pengarsipan ini, kami bisa menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahunan hanya dalam 5 hari. Coba bayangkan saja, kalau kita harus membuat laporan keuangan selama 1 tahun tapi ga ada data nya?!! Bisa tapi butuh waktu yang sedikit lama. Karena kita harus membenahi pengarsipan dulu, mengumpulkan data satu per satu baru bisa membuat laporan keuangan. Untuk itu, buat yang baru mulai buka usaha atau usaha nya masih tergolong baru, jangan abaikan dokumentasi ya karena itu juga penting.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah saat ini sudah mulai berkembang pesat dan semakin menarik perhatian para wirausaha muda. Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, maka para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, khususnya dalam bidang teknologi informasi untuk pengelolaan keuangan. Maka dari itu, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan juga berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah, di tahun 2013 ini PT Syncore Indonesia berencana untuk mengembangkan sebuah sistem informasi akuntansi yang dikhususkan untuk UMKM dengan nama Syncorepro UMKM. Modul-modul yang ada di Syncorepro UMKM sudah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa digunakan dengan mudah untuk UMKM. Beberapa modul yang ditawarkan di software Syncorepro UMKM adalah : Penjualan Faktur penjualan Retur penjualan Buku bantu piutang Rekap penjualan (per hari/item/pelanggan) dll Kas & Bank Uang masuk Uang keluar Laporan buku bank Transaksi kas Pembelian Faktur pembelian Retur pembelian Buku bantu hutang Rekap pembelian (per hari/item/pelanggan) dll Persediaan Penyesuaian persedian Laporan mutasi barang Laporan nilai persediaan Jurnal Umum Jurnal Umum Buku Besar Neraca Saldo Laporan Keuangan Neraca (standart/multi periode) Laba Rugi (standart/multi periode) Arus kas Neraca saldo Buku besar Transaksi jurnal Laporan Manajemen Laporan ringkasan penjualan Laporan ringkasan pembelian Laporan posisi kas Laporan posisi piutang Umur piutang Laporan posisi hutang Umur hutang Laporan posisi persediaan Laporan mutasi persediaan dll Dengan adanya software Syncorepro UMKM ini, diharapkan dapat memudahkan para pelaku UMKM dalam mengontrol laporan keuangan pada unit usaha mereka.