Pada tahun 2014 kami total telah menyelenggarakan lebih dari 50 pelatihan dengan berbagai topik untuk bidang-bidang: Rumah Sakit BLU / BLUDPerguruan TinggiSekolahBUMN & BUMDPuskesmasDana BergulirDesa dan BumdesNirlaba/LKMPersonalUMKM Tema-tema favorit yang dipilih peserta adalah Pelatihan persiapan Puskesmas/Dana Bergulir/Rumah Sakit menjadi BLU/BLUDPelatihan Penyusunan Tata Kelola dan SOPPelatihan Penyusunan Rencana Strategis Bisnis Pelatihan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BLU/BLUD berbasis SAKPelatihan Satuan Pengawas Internal dan Dewan Pengawas BLU/BLUDPelatihan Penyusunan Sistem Remunerasi BLU & BLUDPelatihan Penyusunan Unit Cost dan Pricing BLU & BLUDUntuk jadwal pelatihan diatas silahkan download disiniFasilitas yang didapat adalah Ruangan Meeting di Hotel BerbintangMateri dan Tas Exclusive dari SYNCOREPemateri yang berpengalaman2 kali Coffee Break dan satu kali makan siangUntuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi bagian training kami di 087738-900-800atau di 0274-488599 atau email di training@syncore.co.id
Pada tahun 2015 pemerintah memiliki agenda untuk menjadikan PUSKESMAS, terutama yang memiliki fasilitas rawat inap untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tujuan utama dari menjadikan PUSKESMAS sebagai BLUD adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Faktor pendorong lain, adalah adanya kebijakan dari BPJS untuk mentransfer dana kapitasi langsung ke rekening PUSKESMAS. Dana kapitasi yang diterima PUSKESMAS langsung dari BPJS, menimbulkan beberapa kendala. Kendala terbesar adalah dana tersebut merupakan jenis Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibelanjakan dengan mekanisme APBD. Artinya meskipun dana tersebut diterima langsung di rekening PUSKESMAS, namun PUSKESMAS yang bersangkutan tidak bisa langsung menggunakan dana tersebut, tetapi harus menyetorkan terlebih dahulu ke rekening KASDA. Hal ini sebenarnya sudah coba diatasi dengan keluarnya Perpres No 32 tahun 2014 dan Permenkes No 19 tahun 2014 mengenai pengelolaan dana kapitasi di PUSKESMAS. Namun masih ada beberapa celah yang perlu diperhitungkan, sehingga solusi tuntas adalah dengan menjadikan PUSKESMAS menjadi BLUD. PUSKESMAS yang menjadi BLUD memiliki beberapa fleksibilitas, antara lain PUSKESMAS dapat menggunakan dana PNPB, termasuk dana kapitasi BPJS, langsung tanpa harus disetorkan dahulu ke KASDA, dan mempertanggungjawabkan secara periodik untuk diketahui oleh PPKD (Pejabat Pengelola Keuangan Daerah). PUSKESMAS dapat menyusun anggaran secara fleksible, karena anggaran BLUD yang dikonsolidasi ke Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) SKPD cukup gelondongan belanja pegawai dan belanja barang jasa saja. PUSKESMAS juga dapat menggunakan ambang batas, untuk mengantisipasi adanya kenaikan pendapatan dari yang telah direncanakan. Kenaikan pendapatan tentu berdampak pada kenaikan biaya langsung, seperti alat bahan dan jasa pelayanan. Namun mengapa dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh status pengelolaan BLUD tersebut, namun masih banyak PUSKESMAS yang belum atau enggan menjadi BLUD? Masalahnya adalah banyak yang salah paham dengan BLUD ini. Mereka hanya melihat dari sisi kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi, bukan dari manfaat-manfaat yang bisa dipetik. Selain itu dengan menjadi BLUD diperlukan sebuah pergeseran paradigma dari pimpinan, dari sebelumnya fungsinya 'menjalankan kegiatan' menjadi 'wirausaha'. Mengelola BLUD memerlukan kerangka pemikiran bisnis yang kuat, setiap langkah harus dihitung dalam aspek biaya dan manfaat. Selain itu memang belum banyak contoh PUSKESMAS yang menjadi BLUD sehingga, banyak yang kesulitan dalam mencari referensi. SYNCORE Consulting sudah terlibat dalam usaha persiapan menjadikan PUSKESMAS menjadi BLUD sejak tahun 2014. Kabupaten Buleleng telah meminta bapak Rudy Suryanto dari SYNCORE untuk menjadi narasumber sosialisasi Puskesmas menjadi BLUD yang diikuti oleh seluruh kepala puskesmas dan kepata tata usaha di Kabupaten Buleleng. Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintah Kota Madiun, dan Pemerintah Kabupaten Tarakan telah mengirim wakil dari dinas kesehatan dan PUSKESMAS untuk pelatihan pengelolaan keuangan PUSKESMAS BLUD yang diselenggarakan oleh SYNCORE. Demikian juga dengan PUSKESMAS Mlongo Jepara, salah satu PUSKESMAS terbaik nasional juga mengikuti pelatihan dan berkonsultasi secara aktif dengan SYNCORE dalam persiapannya menjadi BLUD. Beberapa PUSKESMAS tersebut juga tengah dalam pembicaraan untuk menggunakan software SYNCORE PUSKESMAS BLUD dalam mengelola keuangan mulai dari membuat RBA sampai dengan pelaporan keuangan. Apabila anda memiliki program untuk sosialisasi, pendampingan penyusunan dokumen PUSKESMAS menjadi BLUD dan software keuangan BLUD PUSKESMAS anda bisa hubungi kami di admin@syncore.co.id atau 081-2299-111-97. Ikuti Training Puskesmas 4-5 Maret 2015 (daftar ke Mbak Diana 087738900800) Cek Jadwal Pelatihan Lain disini !
SYNCORE ditunjuk untuk mendampingi RSPAU Hardjolukito untuk mendampingi tim penyusun Pola Tata Kelola sebagai salah satu syarat administratif pengajuan BLU. Proses penyusunan dokumen tersebut dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari ketentuan-ketetentuan peraturan yang berlaku. Pola Tata Kelola ada 3 komponen utama yaitu Struktur Organisasi, Akuntabilitas dan Transparansi. Komponen yang paling krusial untuk dibahas adalah struktur organisasi paska menjadi BLU. Sesuai dengan ketentuan PP No23/2005 maka pengelola BLU ada tiga yaitu Pemimpin BLU, Pengelola Teknis dan Pengelola Keuangan. Bagaimana menyesuaikan struktur yang ada dengan ketentuan BLU perlu dikaji dan dibahas dengan cermat, karena hal ini berdampak pada pembagian tugas, wewenang serta alur kerja antar bagian.Silahkan klik disini untuk melihat software pengelolaan keuangan BLUDSilahkan simak jadwal pelatihan dan pendampingan kami untuk bulan April-Des 2015Apabila anda tertarik atau membutuhkan informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di admin@syncore.co.id atau deny@syncoreconsulting.com atau lewat telepon di 0274-488599 (jam kerja) atau di 081-2299-111-97
Tahun 2015 adalah tahun yang penuh tantangan sekaligus membuka banyak kesempatan. Perubahan kepemimpinan di Indonesia sangat mempengaruhi segala aspek, termasuk bisnis dan tata kelola pemerintahan. Visi pemerintah Jokowi untuk Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera, secara sederhana bisa kita baca bahwa masyarakat Indonesia harus dijamin kesehatannya, dididik supaya pintar, kalau sudah sehat dan pintar maka mereka harus bekerja, bekerja untuk mengusahakan sendiri kesejahteraannya.Kesejahteraan adalah hak bagi setiap warga negara, tetapi harus didapat dari bekerja, bukan mengharap belas kasihan dari pihak lain. Oleh karena itu pemberdayaan masyakarat akan berubah dari berbasis belas kasihan menjadi berbasis wirausaha. Hal ini membutuhkan perubahan paradigma atau cara berpikir masyarakat. Strategi mengguyur masyarakat dengan banyak dana seperti di jaman pemerintah sebelumnya terbukti tidak sepenuhnya efektif. Program tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi yang kurang adalah pendampingan. Orang miskin atau orang yang belum berpengalaman wirausaha perlu didampingi sampai mereka cukup kuat untuk mandiri. Pokok-pokok pikiran tersebut kami dapat dari roadshow yang kami lakukan periode Juli sd Desember 2014, mengunjungi desa-desa dan pendamping-pendamping pelaku penggerak pemberdayaan masyarakat. Secara umum penggerak pemberdayaan masyarakat mengakui bahwa perlu ada perubahan strategi di 2015. Untuk itu kami telah menyusun langkah-langkah strategis untuk pemberdayaan masyarakat yang kami rangkum menjadi 5 Agenda Strategis 2015 yaitu Penetapan PUSKESMAS menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)Pengelolaan Dana Bergulir BLUD lewat Penguatan Jejaring LKM Pola Pemberdayaan Masyarakat berbasis Wirausaha / Social Enterprise sebagai program kelanjutan PNPMPenyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAP AkrualPengelolaan Keuangan Desa dan Pembuatan BUMDESPada tahun 2015 kami bersama beberapa pemerintah daerah telah menyusun program kerja untuk merealisasikan 5 agenda strategis tersebut. Bentuk program adalah evaluasi kebijakan, penyusunan kebijakan, sosialisasi, pelatihan, pilot project/percontohan, diseminasi, penyusunan buku, pengembangan software akuntansi dan software monitoring.
Tahun 2019 adalah tahun yang penuh tantangan sekaligus membuka banyak kesempatan. Perubahan kepemimpinan di Indonesia sangat mempengaruhi segala aspek, termasuk bisnis dan tata kelola pemerintahan. Visi pemerintah Jokowi untuk Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera, secara sederhana bisa kita baca bahwa masyarakat Indonesia harus dijamin kesehatannya, dididik supaya pintar, kalau sudah sehat dan pintar maka mereka harus bekerja, bekerja untuk mengusahakan sendiri kesejahteraannya.Kesejahteraan adalah hak bagi setiap warga negara, tetapi harus didapat dari bekerja, bukan mengharap belas kasihan dari pihak lain. Oleh karena itu pemberdayaan masyakarat akan berubah dari berbasis belas kasihan menjadi berbasis wirausaha. Hal ini membutuhkan perubahan paradigma atau cara berpikir masyarakat. Strategi mengguyur masyarakat dengan banyak dana seperti di jaman pemerintah sebelumnya terbukti tidak sepenuhnya efektif. Program tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi yang kurang adalah pendampingan. Orang miskin atau orang yang belum berpengalaman wirausaha perlu didampingi sampai mereka cukup kuat untuk mandiri. Pokok-pokok pikiran tersebut kami dapat dari roadshow yang kami lakukan periode Juli sd Desember 2014, mengunjungi desa-desa dan pendamping-pendamping, pelaku penggerak pemberdayaan masyarakat. Secara umum, penggerak pemberdayaan masyarakat mengakui bahwa perlu ada perubahan strategi di 2015. Untuk itu kami telah menyusun langkah-langkah strategis untuk pemberdayaan masyarakat yang kami rangkum menjadi 5 Program Layanan Utama 2019 yaitu Program Pelatihan dan Pendampingan BLUD (Puskemas, Rumah Sakit, SMK, Balai, UPT) dan BLU Program Pelatihan dan Pendampingan BUMDES (Bisnis Sosial, Wisata Desa, Pengolahan, Pasar Desa dan Jasa Keuangan) Menuju Satu Desa Satu BUMDESProgram Pelatihan dan Pendampingan UMKM dan Wirausaha Muda Menuju UMKM Sehat dan Terus Naik KelasProgram Pelatihan dan Pendampingan Social Enterprise (Pondok Pesantren, Masjid, Lazis dan Koperasi)Peningkatan Kapasitas SDM melalui Pelatihan, Magang dan Sertifikasi (Sekolah Bumdes, Akademi Komunitas, Sertifikasi Teknisi Akuntansi) Pada tahun 2019 kami bersama beberapa pemerintah daerah telah menyusun program kerja untuk merealisasikan 5 agenda strategis tersebut. Bentuk program adalah evaluasi kebijakan, penyusunan kebijakan, sosialisasi, pelatihan, pilot project/percontohan, diseminasi, penyusunan buku, pengembangan software akuntansi dan software monitoring.
Syncore Consulting diminta membantu upaya Sosialisasi Ketentuan PUSKESMAS BLUD untuk jajaran pimpinan Dinas Kesehatan dan seluruh kepala PUSKESMAS dan Kasubag TU di Kabupaten Buleleng, Bali.Ringkasan materi Sosialisasi Ketentuan Puskesmas BLUD dapat di download di Link berikut:EXECUTIVE SUMMARY SOSIALISASI BLUD BULELENG 20 OKT 2014 Silahkan klik disini untuk melihat software pengelolaan keuangan BLUDSilahkan simak jadwal pelatihan dan pendampingan kami untuk bulan April-Des 2015Apabila anda butuh bantuan Narasumber kami untuk Sosialiasi Puskesmas BLUD, bisa hubungi training@syncore.co.id 087738900800
Salah satu komitmen pemerintah dalam memberdayakan UMKM adalah kebijakan dana bergulir. Kenyataan di lapangan adalah banyak sekali kendala terkait dengan pengelolaan dana bergulir, salah satu fakta yang mencemaskan adalah banyak daerah mendapatkan opini wajar dengan pengecualian karena pengelolaan dana bergulir tidak tepat.Untuk itu kami dari SYNCORE Consulting menyelenggarakan pelatihan khusus dengan gambaran materiKetentuan peraturan pengelolaan dana bergulirTahap-tahap pengajuan syarat PPK BLUD Dana BergulirPerubahan Tata Kelola paska menjadi BLUDPola Penganggaran dari RKA menjadi RBAPola Pelaporan Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan SAKPola Pembinaan dan PengawasanDiskusi permasalahan-permasalahanDemo Software SYNCORE BLUDPelatihan tersebut sudah terselenggara dan diikuti UPDB DINKOP Kab Tangerang dan UPDB DINKOP Kota Bengkulu.Silahkan klik disini untuk melihat software pengelolaan keuangan BLUDSilahkan simak jadwal pelatihan dan pendampingan kami untuk bulan April-Des 2015 Apabila anda tertarik untuk menyelenggarakan pelatihan khusus serupa maka silahkan kontak Mbak Diana training@syncore.co.id atau 0274-488599 atau 087738900800
SYNCORE Consulting resmi ditunjuk oleh Pimpinan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito untuk mendampingi penyusunan dokumen-dokumen guna pengajuan menjadi BLU.Dokumen yang perlu disusun untuk pengajuan BLU adalah Surat Pernyataan Kesanggupan Meningkatkan KinerjaPola Tata Kelola paska BLUStandar Pelayanan minimal yang telah disahkan pimpinan satu tingkat diatasRencana Strategis Bisnis, yaitu RENSTRA ditambah analisis bisnisLaporan Keuangan PokokLaporan Keuangan auditan, atau Surat Pernyataan Bersedia diauditManajemen RSPAU Hardjolukito telah membentuk Tim untuk penyusunan dokumen-dokumen diatas dan masing-masing Tim tersebut didampingi oleh konsultan dari SYNCORE Consulting.Selama 2 bulan intensif penyusunan dokumen tersebut 90% telah dapat diselesaikan dan siap untuk di lokakaryakan sebelum diajukan untuk dinilai oleh Tim Penilai penetapan status Pola Pengelolaan Keuangan BLU Penuh.Silahkan klik disini untuk melihat software pengelolaan keuangan BLUDSilahkan simak jadwal pelatihan dan pendampingan kami untuk bulan April-Des 2015Apabila anda tertarik atau membutuhkan informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di admin@syncore.co.id atau deny@syncoreconsulting.com atau lewat telepon di 0274-488599 (jam kerja) atau di 081-2299-111-97
Pengelolaan kas merupakan aspek yang vital bagi sebuah perusahaan. Telah terjadi pergeseran dari fungsi pengelolaan kas yang bersifat administratif menjadi strategis. Perusahaan yang mampu mengelola kas dengan baik, akan memiliki keunggulan kompetitif. Selain itu saat ini kondisi lingkugan dan resiko bisnis semakin kompleks dan muncul berbagai instrumen keuangan seperti hedging, obligasi, surat utang dan instrumen lain yang perlu dioptimalkan. Pelatihan effective cash management ini akan membahas 4 topik utama yaitu basic cash management function, cash flow projection, investment of iddle cash dan bank relationship. SYNCORE menyelenggarakan pelatihan ini dengan mengkombinasikan pemateri dari akademisi dan praktisi, sehingga peserta mendapat kerangka teori dan pengalaman praktek langsung. Pelatihan telah diikuti peserta dari PT KAI dan PT Indofarma.Apabila anda tertarik untuk mengikuti pelatihan serupa anda bisa menghubungi Mbak Diana training@syncore.co.id atau 087738900800