RSUD Sumberrejo bekerja sama dengan Syncore Indonesia untuk melakukan pendampingan penyusunan laporan kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). RSUD Sumberrejo sudah ditetapkan menjadi BLUD sejak tahun 2018, sehingga perlu menyusun laporan kinerja BLUD untuk tahun 2024. Kegiatan dilakukan secara online melalui zoom meeting pada 10 Januari - 21 Februari 2025 bersama dengan konsultan Syncore Indonesia. Pendampingan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya penyusunan dokumen laporan kinerja BLUD. Sebagai penyelenggara layanan kesehatan yang menggunakan dana dari Anggaran Pelayanan dan Belanja Daerah (APBD) maupun pendapatan dari layanan, RSUD perlu mempertanggungjawabkan kinerja, baik dari sisi keuangan maupun non-keuangan. Hal ini juga diperkuat dengan Pasal 99 ayat (1) Permendagri 79/2018 mengatur bahwa BLUD menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan, kemudian pada ayat (6) dijelaskan bahwa laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan laporan kinerja yang berisikan informasi pencapaian hasil atau keluaran BLUD. Dalam proses pendampingan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai isi dari laporan kinerja BLUD bagi rumah sakit. Peserta juga memperoleh bimbingan langsung dalam penyusunan laporan kinerja melalui aplikasi dari Syncore. Mereka dilatih menginput skor kinerja secara sistematis ke dalam sistem digital, sehingga proses penyusunan laporan menjadi lebih transparan, mudah dievaluasi, dan sesuai prosedur. Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya memahami aspek konseptual, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.Melalui pendampingan ini, RSUD Sumberrejo mendapatkan kemudahan dalam menyiapkan dokumen laporan kinerja BLUD yang komprehensif. Keberadaan dokumen tersebut menjadi instrumen penting untuk menilai capaian, memperbaiki kelemahan manajerial, serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Sehingga, RSUD Sumberrejo memiliki landasan yang kuat dalam melaksanakan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan dengan dokumen laporan kinerja BLUD yang tersusun secara baik.Dengan adanya kolaborasi bersama Syncore Indonesia, RSUD Sumberrejo berhasil menyusun laporan kinerja BLUD secara menyeluruh, terstruktur, dan aplikatif. Syncore Indonesia hadir sebagai mitra dalam pendampingan penyusunan dokumen laporan kinerja BLUD. Hal ini merupakan komitmen Syncore Indonesia dalam peningkatan sistem pengendalian, manajemen risiko, dan kinerja. Pendampingan ini diharapkan memberikan manfaat bagi BLUD Rumah Sakit untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Yogyakarta – Puskesmas Semanggang Kabupaten Kotawaringin Barat bekerja sama dengan Syncore Indonesia mengikuti pendampingan penyusunan laporan kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas pada 8–10 Januari 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan konsultan untuk membantu puskesmas yang baru ditetapkan menjadi BLUD pada bulan Juli dalam menyusun laporan kinerja sesuai regulasi dan standar akuntabilitas. Melalui rangkaian materi, praktik pengisian sistem, analisis masalah, hingga validasi data, pendampingan BLUD ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Puskesmas Semanggang dalam menyusun dokumen kinerja yang komprehensif dan akurat. Sejak ditetapkannya status Puskesmas Semanggang sebagai BLUD pada bulan Juli tahun 2023, hingga saat ini belum pernah dilakukan penyusunan laporan kinerja BLUD Puskesmas sesuai ketentuan. Tahun 2024 menjadi momentum bersejarah bagi Puskesmas Semanggang, karena untuk pertama kalinya menyusun laporan kinerja BLUD sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kepada Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah. Untuk mendukung hal tersebut, dirancang program pelatihan dan pendampingan BLUD yang terstruktur agar proses penyusunan dokumen kinerja dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Penyusunan ini mengacu pada regulasi yang diatur dalam Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah serta pedoman teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri, sehingga laporan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mencerminkan pencapaian kinerja dan peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.Kegiatan pendampingan penyusunan laporan kinerja Puskesmas Semanggang dilaksanakan selama tiga hari secara intensif. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai konsep BLUD Maturity, serta mekanisme penyusunan laporan kinerja sesuai regulasi. Peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas, bendahara, kepala tata usaha, serta tim pengelola lainnya diarahkan untuk memahami secara menyeluruh sistem penilaian kinerja berbasis empat perspektif, yaitu pertumbuhan dan pembelajaran, layanan internal, pelanggan, serta keuangan.Hari kedua dan ketiga difokuskan pada pendampingan teknis dalam pengisian dokumen laporan kinerja. Tim Konsultan Syncore Indonesia memberikan arahan dalam penyusunan perjanjian kinerja, analisis masalah prioritas, serta proses pengisian data ke dalam sistem. Proses validasi data dilakukan secara kolaboratif antara pendamping dan peserta, sehingga apabila ditemukan inputan data yang belum sesuai dapat segera diperbaiki di tempat. Dengan pendekatan ini, puskesmas tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam menghasilkan dokumen laporan kinerja yang akurat, terukur, dan sesuai standar yang berlaku.Pendampingan penyusunan laporan kinerja BLUD Puskesmas yang dilaksanakan secara daring berhasil mencapai hasil yang signifikan. Selama proses ini, Puskesmas didampingi untuk menyelesaikan dokumen laporan kinerja mulai dari Bab 1 hingga Bab 6 sesuai dengan template yang diberikan. Setelah melalui tahapan pemaparan materi, pembagian tugas per pokja, serta validasi bersama, Puskesmas Semanggang berhasil menyusun laporan kinerja yang lebih lengkap, terstruktur, dan sesuai standar.Kepala Puskesmas Semanggang, dr. Fitri Handayani, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pendampingan BLUD ini. Ia menegaskan bahwa laporan kinerja yang dihasilkan bukan sekadar dokumen administratif, melainkan dasar penting dalam mengevaluasi capaian serta memperbaiki mutu pelayanan kesehatan. Kepala puskesmas Semanggang juga berharap agar momentum ini menjadi awal budaya kerja baru di lingkungan Puskesmas Semanggang, di mana setiap capaian kinerja dapat terdokumentasi dengan baik, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) menyelenggarakan Pembinaan Pengelolaan Administrasi dan Akuntabilitas Keuangan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) sebagai Optimalisasi Peran BUMKal Sambirejo dalam Ekonomi Desa pada Kamis, 13 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kalurahan Sambirejo pukul 09.00 - 12.30 WIB dan dihadiri oleh perwakilan BUMKal, perangkat kalurahan, PKK, Karang Taruna, UMKM, tokoh masyarakat, serta narasumber dari Tim Syncore Indonesia. Tujuan kegiatan adalah memperkuat pemahaman pengurus dalam mengelola BUMKal secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.Havri Ahsanul Fuad, S.Ak., M.Ak. selaku narasumber dari Syncore Indonesia menyampaikan bahwa “materi yang disampaikan adalah contoh praktik baik dari BUM Desa di berbagai wilayah yang telah berhasil berkembang dan maju. Disamping itu, Havri juga memberikan pemaparan desain tata kelola BUM Desa pasca PP Nomor 11 Tahun 2021 dan Permendesa Nomor 3 Tahun 2021, serta memberikan gambaran kompetensi yang perlu dimiliki pengurus BUMKal” ujarnya. Lurah Sambirejo berharap agar BUMKal dapat berkembang menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa, beliau juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk memperkuat kelembagaan BUMKal. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah reformasi penting agar BUMKal dapat berjalan sesuai fungsinya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua DPRD DIY turut memberikan pandangan mengenai kondisi ekonomi daerah yang menantang sekaligus menekankan kontribusi pemerintah dalam memperkuat peran kelembagaan ekonomi desa.Melalui pembinaan ini, “diharapkan pengurus BUMKal Sambirejo mampu meningkatkan kapasitas dalam mengelola administrasi dan akuntabilitas keuangan” ujar Havri. Keberhasilan kegiatan ini akan tercermin dari implementasi transparansi, penyusunan laporan keuangan sesuai standar, serta tindak lanjut berupa penguatan kelembagaan. Dengan langkah ini, BUMKal Sambirejo diharapkan dapat tumbuh menjadi lembaga usaha kalurahan yang sehat, berdaya saing, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Syncore Indonesia melaksanakan pendampingan manajemen usaha BUM Desa Ranu Mea Karendan, kegiatan ini di mulai tanggal 16 Juli hingga Oktober 2025 di Desa Ranu Mea Karendan, Kalimantan Tengah. Program ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan metode pelatihan coaching, penyusunan dokumen, serta pendampingan jarak jauh. Pendampingan ini bertujuan memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas sumber daya pengelola agar mampu mendorong terciptanya ekonomi berkelanjutan desa. Proses pendampingan diawali dengan asesmen kebutuhan BUM Desa. Pada tahap sebelumnya, BUM Desa telah difasilitasi dalam penyusunan dokumen persyaratan badan hukum untuk kelembagaan. sementara “fokus pendampingan kali ini adalah penguatan pada aspek fundamental dalam pengelolaan usaha BUM Desa Ranu Mea Karendan,” ujar salah satu konsultan pendamping, Iqbal.Secara spesifik Syncore Indonesia memfokuskan pendampingan manajemen usaha BUM Desa pada peningkatan kapasitas pengurus dalam administrasi perkantoran, tata kelola manajemen, tata kelola keuangan, dan strategi pemasaran. Hal ini dilakukan untuk memperluas dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karendan. Dalam proses pendampingan terdapat tantangan di lapangan yakni rendahnya kapasitas SDM. Sehingga masih terbatas dalam kemampuan manajerial. “Hal ini kami atasi dengan memberikan pelatihan, coaching, dan komunikasi intensif melalui pendampingan jarak jauh online. Dengan begitu, pendampingan tetap berjalan secara maksimal,” jelas Iqbal.Pendampingan manajemen usaha BUM Desa Ranu Mea Karendan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim Syncore Indonesia sebagai Pelaksana Kegiatan pendampingan, SKK Migas - Medco Energi Bangkanai Limited, sebagai pihak yang memfasilitasi program pendampingan, dan Pemerintah Desa Karendan sebagai pengusul program. Sementara pengurus BUM Desa Ranu Mea Karendan sebagai penerima manfaat langsung dalam program ini. Hasil pendampingan diharapkan mampu mendorong BUM Desa menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. BUM Desa dapat meningkatkan kontribusi pendapatan asli desa sekaligus menumbuhkan pola pikir terstruktur berbasis analisis rasional. Dengan demikian, BUM Desa benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyusunan dokumen administratif Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok Karawang dilakukan selama satu bulan penuh, mulai bulan Juli hingga Agustus 2025. Dokumen tersebut terdiri dari Pola Tata Kelola, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Rencana Strategis (Renstra), Proyeksi Keuangan, serta sejumlah surat resmi. Surat-surat yang disusun berupa Surat Permohonan Menerapkan BLUD, Surat Pernyataan Kesanggupan Meningkatkan Kinerja, dan Surat Pernyataan Bersedia untuk Diaudit.Proses penggalian data untuk kebutuhan penyusunan dokumen administratif membutuhkan sinkronisasi antarbagian. Koordinasi dengan pihak RSUD Rengasdengklok dilakukan dengan tujuan menyamakan persepsi, meminta konfirmasi, atau menyelesaikan miskomunikasi. Komunikasi yang dibangun secara aktif mendukung kelancaran kegiatan dan memastikan dokumen tersusun sesuai kebutuhan RSUD. Penyusunan dokumen ini menekankan pentingnya konsistensi koordinasi agar seluruh kelompok kerja (pokja) memiliki pemahaman yang sama.Syncore Indonesia membentuk pokja untuk membagi peran penyusunan dokumen administratif yaitu Pola Tata Kelola dan surat-surat dipegang oleh Ibu Sinta Dewi, Rencana Strategis oleh Pak Rivaldi, Proyeksi Keuangan oleh Ibu Devi Sinta, dan SPM oleh Ibu Dwi. Setiap konsultan Syncore Indonesia bekerja sesuai pokja masing-masing untuk memastikan dokumen tersusun secara profesional. Pembagian ini mendukung efektivitas kerja dan memperjelas tanggung jawab antaranggota tim.Koordinasi penyusunan dokumen administratif dilakukan melalui Zoom Meeting dengan durasi satu hingga dua jam, melalui zoom Meeting ini memberi fleksibilitas bagi konsultan Syncore Indonesia maupun pihak RSUD Rengasdengklok Karawang dalam menyesuaikan waktu koordinasi sesuai kebutuhan. Pertemuan virtual memungkinkan masalah segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu pertemuan tatap muka.Proses penyusunan dokumen administratif berjalan lancar berkat komunikasi efektif antara tim konsultan dan pihak RSUD Rengasdengklok. Hambatan yang muncul dapat segera diatasi melalui koordinasi intensif, terutama secara daring. Sinergi yang terbangun antar pokja menjadikan alur kerja lebih terstruktur. Seluruh dokumen akhirnya diselesaikan tepat waktu sesuai target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan manajemen komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan proyek penyusunan dokumen BLUD.
Syncore Indonesia melakukan pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Kawasi Mandiri Sejahtera, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara sejak Agustus 2025 yang akan berlangsung hingga Februari 2026. Pendampingan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengurus dan kelembagaan BUM Desa agar mampu mengelola potensi desa secara profesional dan berdaya saing. Program dilaksanakan melalui coaching intensif, pelatihan manajerial, serta penyusunan standar tata kelola dengan dukungan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, serta PT. Trimegah Bangun Persada (Harita Nickel) sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.Menurut Bapak Widodo Prasetyo Utomo selaku tim pendamping Syncore Indonesia, "pendampingan BUM Desa Kawasi bertujuan untuk memperkuat enam aspek utama yang perlu mendapat perhatian meliputi peningkatan kapasitas manajerial pengurus, pendalaman keterampilan kewirausahaan, revitalisasi kelembagaan, peningkatan kemandirian finansial, pembangunan kepercayaan masyarakat, serta pengembangan kemitraan strategis. Seluruh hal tersebut dinilai penting agar BUM Desa dapat berkembang menjadi lembaga usaha desa yang profesional dan berdaya saing." Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pendampingan kelembagaan, tetapi juga mencakup manajemen sisi administrasi perkantoran. Selain itu, dilakukan juga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan.Dengan adanya Pendampingan BUM Desa Kawasi diharapkan mampu mengelola potensi desa secara optimal, meningkatkan pendapatan asli desa, dan pada akhirnya mensejahterakan masyarakat. Syncore Indonesia menekankan bahwa BUM Desa adalah lembaga strategis yang tidak hanya menjadi motor ekonomi desa, tetapi juga bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Puskesmas Barong Tongkok bekerja sama dengan Syncore Indonesia menggelar pelatihan penyusunan rencana strategis (renstra) pada 17 & 24 September 2025 sebagai tindak lanjut penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah (PPK BLUD). Pelatihan online ini merupakan pelatihan lanjutan yang dilaksanakan secara offline di Yogyakarta pada 4-5 September 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 5 peserta ini bertujuan memperkuat tata kelola BLUD agar lebih akuntabel, transparan, dan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.Pelatihan ini dilaksanakan karena ada perubahan dari renstra dinas dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPMJD). Melalui kegiatan ini, Puskesmas Barong Tongkok berupaya menghasilkan dokumen renstra yang lebih realistis, komprehensif, dan dapat dijadikan pedoman kerja lima tahun ke depan. Penyusunan renstra dipandang penting tidak hanya sebagai kewajiban administrasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk merumuskan arah pelayanan kesehatan yang lebih terukur. Dokumen tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan internal maupun eksternal sekaligus memperkuat layanan promotif, preventif, dan kuratif di wilayah kerja puskesmas.Pada pelatihan penyusunan renstra ini, peserta mendapatkan pendampingan dari Syncore Indonesia melalui Ibu Larasati Dwi Hastuti selaku konsultan yang berpengalaman di bidang BLUD. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan BLUD, analisis SWOT, serta penyelarasan dokumen perencanaan dinas kesehatan. Materi tersebut membekali peserta dengan kemampuan analisis dan perencanaan. Selama pelatihan, peserta aktif mengikuti diskusi, studi kasus, dan latihan terstruktur untuk menyusun dokumen yang aplikatif. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah proses analisis isu strategis, karena membutuhkan ketelitian dalam mengidentifikasi masalah yang relevan. Namun, dengan dukungan konsultan, tantangan tersebut dapat diatasi secara sistematis sehingga menghasilkan rencana yang lebih tajam dan operasional.Selain menyusun dokumen, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami manajemen puskesmas berbasis BLUD. Peserta memperoleh pemahaman tentang bagaimana renstra dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya, peningkatan mutu layanan, hingga pengendalian anggaran. Hal ini dinilai penting agar program kerja tidak hanya sesuai aturan, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.Renstra yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung visi pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam memperluas akses layanan dasar dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan adanya dokumen ini, Puskesmas Barong Tongkok memiliki pedoman yang jelas untuk menentukan prioritas, menyusun indikator kinerja, dan mengukur capaian secara periodik.Melalui penyusunan renstra ini, Puskesmas Barong Tongkok menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan. Sebagai konsultan yang berpengalaman dalam perencanaan bisnis, Syncore Indonesia menawarkan pendekatan praktis melalui layanan pendampingan dalam penyusunan masterplan dan rencana bisnis. Dengan bimbingan para ahli, proses penyusunan renstra diharapkan menghasilkan dokumen yang lebih menyeluruh, mudah diterapkan, serta siap diimplementasikan. Dukungan teknis tersebut ditujukan agar renstra yang disusun mampu mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat secara berkesinambungan.
Dalam upaya memperkuat perencanaan layanan kesehatan, Puskesmas Penjaringan DKI Jakarta bekerja sama dengan Syncore Indonesia dalam pelatihan penyusunan rencana strategis (renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan ini bertujuan untuk penyusunan dokumen renstra BLUD periode 2027 - 2031 yang akan menjadi pedoman utama dalam pengelolaan dan peningkatan pelayanan kesehatan selama lima tahun mendatang. Pelatihan dilaksanakan pada 24 - 25 Juni 2025 di Hotel Unisi Yogyakarta. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan teknis secara langsung dari tim konsultan Syncore Indonesia.Pelatihan diikuti oleh berbagai unsur internal puskesmas, mulai dari bagian perencanaan, verifikator, bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, akuntansi, penanggung jawab upaya kesehatan masyarakat, penanggung jawab upaya kesehatan perorangan, kepala sub bagian tata usaha, hingga bagian barang dan jasa. Keterlibatan berbagai unit ini bertujuan agar penyusunan renstra dapat mencakup kondisi menyeluruh yang ada di Puskesmas Penjaringan DKI Jakarta.Pelatihan ini dilakukan karena dokumen renstra BLUD akan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan prinsip BLUD yang mengedepankan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan peningkatan kinerja layanan.Metode pelatihan dilakukan secara partisipatif, diskusi, dan keterlibatan seluruh peserta. Melalui pelatihan ini, peserta dapat memahami teknis penyusunan renstra BLUD dan mampu memetakan arah strategis puskesmas untuk lima tahun kedepan. Dengan demikian, renstra BLUD yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana bisnis dan anggaran di Puskesmas Penjaringan DKI Jakarta. Keberhasilan pelatihan menunjukkan keahlian tim Syncore Indonesia sebagai konsultan yang berpengalaman dalam penyusunan dokumen renstra BLUD. Hal ini juga sebagai bukti pengalaman tim Syncore Indonesia dalam penyusunan masterplan dan rencana bisnis. Syncore Indonesia siap menjadi mitra bagi BLUD kesehatan menuju tata kelola keuangan dan pelayanan yang lebih baik.
Perusahaan Syncore Indonesia menggelar Pelatihan Penyusunan RBA bagi seluruh Puskesmas di Kabupaten Kutai Barat yang telah menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan ini dilaksanakan pada 21–22 Agustus 2025 di Yogyakarta dan diikuti delapan belas Puskesmas dari Kabupaten Kutai Barat. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan perencanaan keuangan agar lebih akuntabel, transparan, dan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan BLUD. Dokumen ini menjadi dasar perencanaan serta pengendalian anggaran setiap tahun. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat tata kelola keuangan sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Syncore Indonesia, yakni Bapak Niza Wibyana Tito dan Ibu Yuni Pratiwi yang membahas penguatan regulasi BLUD, tata kelola keuangan, serta strategi penyusunan RBA yang efektif. Materi juga dilengkapi praktik langsung penyusunan RBA berbasis data riil puskesmas, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga penetapan target kinerja. Peserta mengikuti dengan antusias karena materi yang disampaikan berkaitan erat dengan tugas harian mereka di unit kerja masing-masing.Pelatihan tidak hanya berisi paparan teori, tetapi juga memberikan ruang diskusi interaktif dan studi kasus. Peserta membawa data lapangan untuk dianalisis bersama, sehingga kendala penyusunan RBA dapat dipetakan dengan jelas. Beberapa masalah yang dibahas antara lain keterbatasan data dasar, kesulitan menyusun kode rekening, dan penyelarasan dengan dokumen perencanaan daerah.Selain pelatihan tatap muka, peserta juga diperkenalkan pada aplikasi Syncore e-BLUD untuk penyusunan dokumen secara digital. Aplikasi ini membantu mempercepat proses pelaporan dan memudahkan pengambilan keputusan manajerial berbasis data. Teknologi digital ini diharapkan mampu memperkuat prinsip transparansi dalam pengelolaan keuangan puskesmas.Dinas Kesehatan Kutai Barat berharap peserta segera menerapkan hasil pelatihan dalam penyusunan RBA tahun anggaran 2026. Dengan penyusunan yang tepat waktu dan berkualitas, pelayanan puskesmas diharapkan lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat pertama.