Seminar Android UMY 21 Jan 2012 – Sportorium UMY SYNCORE officially supported SEMINAR ANDROID at Jan 21, 2012 in UMY SPORTORIUM! SYNCORE believe that ANDROID will be the biggest mobile platform in 2012 !
Balancing Life : Buka Bersama dan Syncore Peduli 2011 SYNCORE memiliki komitmen untuk selalu memberi manfaat, bagi terhadap klien, karyawan dan juga masyarakat sekitar. Untuk itu menyambut bulan Ramadhan 1432H keluarga besar SYNCORE Consulting mengadakan buka bersama dan dilanjutkan dengan aksi sosial ke salah satu Panti Asuhan yang terletak di dekat SYNCORE. Semoga dengan bantuan yang sedikit tersebut bisa bermanfaat bagi adik-adik kita di Panti Asuhan dan selalu menjaga semangat SYNCORE untuk terus berbagi dan memberi manfaat. SYNCORE Always Deliver Value !
Konsultasi Manajemen SYNCORE Consulting memiliki pendekatan unik dalam memberikan layanan konsultasi kepada UKM dan Start Up. Pendekatan tersebut kami rangkum dalam SYNCORE GLOBAL METHODOLOGY yang didasarkan pada metodologi best practice seperti Good Corporate Governance, Value Chain dan Balanced Score Card. Pendekatan-pendekatan tersebut kami ramu sehingga aplikatif untuk menjawab permasalah di UKM dan Start Up di Indonesia. Layanan Konsultasi manajemen kami tidak hanya terbatas untuk UKM tetapi juga corporate.Layanan yang telah kami berikan pada klien-klien kami adalah:1. Assessment – kami menggunakan pendekatan McKinsey 7S untuk melakukan assesment terhadap kondisi manajemen di perusahaan yaitu meliputi Strategi, Struktur, Staff, Skills, Style (Culture),System dan Shared Value. Pendekatan ini telah terbukti bertahun-tahun efektif di banyak perusahaan untuk memetakan masalah dan kendala manajemen di perusahaan. 2. Strategic Management – kami membantu perusahaan merumuskan atau merumuskan ulang Strategi bisnis mereka dan mengkomunikasikan strategi tersebut ke semua level perusahaan dengan bantuan peta strategi dan strategic cascading sampai dengan action plan dan penentuan KPI (Key Performance Indicator). 3. Business Plan – membantu perusahaan mula (start up) maupun perusahaan yang telah lama beroperasi untuk menyusun rencana bisnis sebagai acuan kerja seluruh komponen perusahaan. Business plan ini dilengkapi dengan tahap-tahap, sasaran strategis, action plan, KPI, target yang selanjutnya akan diturunkan menjadi program kerja dari masing-masing bagian dan dipadukan dalam budget/anggaran tahunan. Business plan ini sangat bermanfaat untuk memfokuskan arah gerak perusahaan dalam mendorong kinerja. 4. Set Up Organisasi - set up organisasi kami lakukan untuk memastikan struktur dan tata kelola perusahaan telah sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance , mengedepankan proses yang ramping/lean sesuai dengan prinsip dalam Value Chain Analysis dan mengutamakan keseimbangan sesuai dengan konsep Balanced Score Card. 5.SOP HRD – membantu perusahaan dalam mendisain dan merumuskan kebijakan perusahaan terkait dengan tata kelola SDM, rekrutmen, jenjang karir, evaluasi kinerja, promosi /demosi, remunerasi dan personalia. Kami menggunakan pendekatan Strategic Human Resource Management dan Human Value Capital dalam mendisain SOP tersebut. 6.PROJECT MANAGEMENT – kami membantu perusahaan untuk merumuskan kebijakan dan teknik untuk project management dengan software kami yaitu SYNCORE TIMELINE. 7.BRANDING – bekerjasama dengan salah satu Konsultan Marketing dan Branding dari Jakarta, maka kami memberikan layanan unik yaitu paket starter (yang terjangkau UKM) dan paket corporate untuk melakukan Audit Brand, Assessment, Re-branding termasuk untuk disain media, advertising, logo, website dan marketing tools lainnya. Kami memiliki pola yang terstruktur sehingga langkah per tahap dan dampak bisa dievaluasi. 8.AUDIT KINERJA - sebagai bahan analisa menyeluruh terkait kinerja manajemen, maka kami memiliki layanan untuk melakukan AUDIT KINERJA untuk area strategic, finansial, operational, marketing, SDM dengan pendekatan business process dan menggunakan Key Performance Indicator yang telah ditetapkan.
Pelatihan Bimbingan Teknis Audit Internal Rumah Sakit BIMBINGAN TEKNIS (BINTEK) AUDIT INTERNAL UNTUK RUMAH SAKIT (2 Hari Full ) 1. Latar belakang Perubahan lingkungan eksternal dan kebutuhan internal menuntut profesi Audit Internal di Rumah Sakit untuk menjadi profesional. Sesuai amanat UU Rumah Sakit No 44 Tahun 2009, Pasal 39 penyelenggaraan rumah sakit harus dilakukan audit, dapat berupa audit kinerja dan audit medis. Lebih lanjut bagi RS yang menerapkan PPK-BLUD berdasarkan Permendagri No. 61 Tahun 2007, Bab XIV Pasal 123 menegaskan bahwa pengawasan operasional BLUD dilakukan oleh pengawas internal atau auditor internal yang berkedudukan langsung di bawah pemimpin BLUD. Kemudian dalam Pasal 125 dinyatakan bahwa internal auditor bersama-sama jajaran manajemen BLUD menciptakan dan meningkatkan pengendalian internal BLUD. Selain tuntutan peraturan, terjadi pergeseran signifikan atas peran dan strategi audit internal di Rumah Sakit. Audit internal saat ini sering diposisikan sebagai mitra strategis manajemen untuk mencari solusi-solusi dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi dan optimalisasi organisasi. Cakupan kerja audit internal yang luas, yaitu meliputi aspek finansial, operasional dan compliance, membuat auditor internal punya peran strategis untuk memberikan nilai tambah (value added) bagi organisasi dalam hal perbaikan proses dan pengelolaan resiko. Sehingga diperlukan perubahan pola pikir, peningkatan skills dan penguatan integritas auditor internal untuk bisa memainkan peran mitra strategis secara baik. Untuk itu kami merancang sebuah pelatihan dan bimbingan teknis untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh terhadap profesi, organisasi, tugas dan prosedur yang harus dijalankan oleh seorang Auditor Internal profesional di Rumah Sakit. 2. Tujuan Tujuan Bimbingan Teknis untuk Auditor Internal Rumah Sakit ini yaitu 1. Memberikan pemahaman tentang tugas, wewenang dan fungsi auditor internal di rumah sakit 2. Memberikan kerangka berpikir strategis / holistik 3. Memberikan kerangka / metodologi dalam menjalankan peran sebagai auditor internal 4. Memberikan pemahaman terhadap proses audit internal 5. Meningkatkan kemampuan dalam menjalankan prosedur-prosedur audit standar 6. Meningkatkan kemampuan dalam komunikasi audit dan pelaporan hasil 7. Meningkatkan kemampuan problem solving 8. Meningkatkan kemampuan pengelolaan project audit. 9. Memberikan contoh-contoh praktek terbaik / best practice internal audit 3. Ruang Lingkup Ruang lingkup Bimbingan Teknis meliputi 4 tema utama yaitu 1. Profesi dan Organisasi Auditor Internal di Rumah Sakit 2. Perencanaan dan Persiapan Audit Internal 3. Prosedur dan Pekerjaan Laporan 4. Pelaporan, Komunikasi Audit dan Monitoring. 4. Gambaran Umum Materi BAGIAN I – Profesi & Organisasi Auditor Internal di Rumah Sakit 4.1 Profesi Auditor Internal di Rumah Sakit 4.2 Auditor Internal sebagai Pilar Good Corporate Governance 4.3 Standar Profesional Auditor Internal & Pedoman Audit BAGIAN II – PERENCANAAN & PERSIAPAN AUDIT INTERNAL 4.4 Penerimaan & Persiapan Penugasan 4.5 Metodologi Risk Based Audit (RBA) dalam Perencanaan Audit 4.6 Analisa Resiko Pengendalian & Uji SPI 4.7 Penentuan Strategi & Program Audit BAGIAN III – PROSEDUR AUDIT & PEKERJAAN LAPANGAN 4.8 Audit Keuangan 4.9 Audit Operasional 4.10 Audit Kepatuhan (Compliance) BAGIAN IV – PELAPORAN, KOMUNIKASI HASIL AUDIT DAN MONITORING 4.11 Pelaporan & Komunikasi Audit 4.12 Monitoring & Follow Up 5. Metode Penyampaian pokok bahasan akan menggunakan pendekatan LACC (Learning Architecture based on Constructive Collaboration), yaitu meliputi 1. Demo / Ilustrasi / Contoh Kasus 2. Pemaparan Konsep / Teori 3. Tugas Terstruktur 4. Project 6. Pemateri Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak § Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta § Managing Director Syncore Consulting § Konsultan Pusat Manajemen dan Pelayanan Kesehatan (FK UMY) Pendidikan § S1- Akuntansi FE UGM § S2 – Master of Accounting University of Melbourne Pengalaman Kerja § Senior Auditor Pricewaterhouse Coopers (2004-2005) § Senior Auditor Ernst & Young (2002 – 2004) § Penyusunan SOP PT Trans Marga Jateng (2012 ) § Penyusunan SOP HRD dan Pengembangan System PT Petrogas Jatim Utama (2012) § Audit Internal PT Satria Graha Utama (2012) § Audit Yayasan Kotakita (2012) § Audit Internal PT DINAMIKA PERKASA JAYA (2009 – sekarang) § Konsultan Keuangan dan System PT ASLI MOTOR KLATEN (2009 – sekarang ) § Konsultan Keuangan PT KHARISMA MEDAN JAYA GEMILANG (2010 ) § Konsultan Manajemen PT NETINDO SOLUTION GROUP (2009 – sekarang) § Konsultan Keuangan Rumah Sakit Gigi Mulut AMC Yogyakarta (2008) § Konsultan keuangan dan System PT GMEDIA Yogyakarta (2011- sekarang) § Konsultan Keuangan PT Pusaka Tours (2011 – sekarang) § Konsultan Keuangan Lembaga Survei Indonesia (LSI) (2006) Pengalaman Memberikan Training & Seminar § Cash Management – Hotel Jogja Plaza – 2012 § Account Payable dan Account Receivable – Essentials – Hotel Jogja Plaza – 2012 § SAK ETAP vs International Financial Reporting Standards – Bali – 2011 § Risk Based Internal Audit – Hotel Santika – 2011 § Business Plan for Hospital – Hotel Borobudur Jakarta – 2011 § Audit Internal – Wisma MM UGM – 2010 § Seminar Audit Internal – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta – 2010 § Using REA in Designing Accounting System – Unsoed – Purwokerto 2010 § Management Audit in Small Medium Enterprises – Universitas Multimedia Serpong – 2010 7. Kebutuhan Data dan Perlengkapan 7.1 Peserta membawa Kalkulator, Laptop, dan alat tulis 7.2 Peserta boleh membawa data-data riil dari Rumah Sakit untuk didiskusikan dan di aplikasikan ke dalam perhitungan bisnis plan. 7.3 Panitia : LCD projector, papan tulis/papan kertas, penggandaan materi dan kasus.
Training Pelatihan Akuntansi Sekolah – PSAK No 45 Meskipun sekolah bukan organisasi bisnis namun sekolah perlu memiliki laporan keuangan. Manfaat umum laporan keuangan bagi sekolah adalah : Memastikan keberlangsungan sekolah di masa depan Mengukur kinerja pengelola sekolah Laporan keuangan yang saat ini umum disusun oleh sekolah, yaitu laporan realisasi anggaran tidaklah cukup. Laporan realisasi anggaran tidak mencerminkan semua kekayaan dan kewajiban yang dimiliki oleh sekolah. Contohnya adalah realisasi anggaran tidak memberikan informasi yang cukup tentang jumlah dan nilai inventaris, nilai tunggakan SPP siswa ataupun kewajiban-kewajiban jangka pendek ke pihak ketiga. Laporan realisasi anggaran juga tidak memberikan gambaran yang memadai untuk hibah atau sumbangan multi tahun. Apabila ada sisa hibah yang sebenarnya adalah alokasi untuk tahun mendatang bagaimana kita menempatkan di dalam laporan realisasi anggaran? Belum lagi kesulitan pengelola keungan untuk membuat laporan realisasi anggaran sekaligus laporan LPJ dari proyek. Apakah LPJ Proyek perlu di masukkan dalam laporan realisasi anggaran umum atau dilaporkan terpisah? Masalah-masalah tersebut coba dipecahkan dengan menyusun laporan keuangan yang komprehensif. Beberapa sekolah telah mencoba menyusun laporan keuangan, namun sayangnya mereka menyusun laporan keuangan tersebut dengan mengacu pada organisasi bisnis, sehingga berisi Neraca, Laba Rugi dan Arus Kas. Ada perbedaan mendasar antara organisasi bisnis dan nirlaba. Organisasi Nirlaba memiliki kharakteristik yang berbeda dengan organisasi bisnis yaitu: Sumber daya entitas nirlaba berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan jika entitas nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas nirlaba tersebut. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada entitas bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran entitas nirlaba. Sehingga sekolah sebagai organisasi nirlaba memerlukan Standar Akuntansi khusus. Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi No 45 sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan, termasuk berlaku juga untuk sekolah. Untuk informasi pelatihan bisa kontak sendri@syncoreconsulting.com
Seminar UKM – Wirausaha, Teknologi dan Akses Perbankan – Bonus Software Akuntansi Business & Accounting Innovation Center (BAIC) UMY, SYNCORE Consulting bekerjasama dengan Kaizen Institute Jepang mengadakan Seminar Internasional dan Pameran Kreasi UKM dengan Tema Membangun Wirausaha, Teknologi dan Edukasi Perbankan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas UKM. Selain seminar akan ada Pameran Kreasi UKM, Pembagian Software Akuntansi dan Penandatanganan MOU. Apabila anda tertarik bisa baca lebih lanjut di brosur dibawah ini
Penyusunan Laporan Keuangan dalam 7 Langkah Apabila sampai saat ini perusahaan anda belum memiliki laporan keuangan, mungkin ada baiknya anda menghubungi kita! Laporan keuangan sangat penting untuk melihat kesehatan perusahaan anda. Banyak pelaku usaha yang cukup puas hanya mendapatkan laporan laba rugi atau aliran kas. Sangat sedikit dari UKM di Indonesia yang memiliki neraca. Apa bahayanya. Laba Rugi menunjukkan prestasi kerja anda dalam mendapatkan profit, tetapi tidak menunjukkan tingkat kesehatan perusahaan anda. Banyak sekali perusahaan yang sangat profitable tetapi akhirnya kolaps karena tidak mampu menjaga keseimbangan antara hutang dan asset. Atau banyak perusahaan yang penjualan tinggi, tetapi akhirnya kolaps karena banyak piutang macet dan persediaan usang (deadstock). Sehingga perusahaan perlu tidak hanya laba rugi tetapi perlu Neraca! Untuk membuat laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Laba Rugi, Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) perlu beberapa tahap, tidak bisa langsung jadi. Berikut ini adalah 7 tahap penyusunan Laporan Keuangan, yang kami dapatkan dari pengalaman kami di lapangan mendampingi UKM-UKM. Download disini.
Contoh SOP Keuangan Rekan-rekan entepreneur dan pelaku UKM Ketika usaha kita berkembang, kita sadar bahwa kita perlu membakukan proses bisnis kita. Proses bisnis yang baku, memudahkan kita untuk mengendalikan, mengawasi dan memastikan kualitas output. Pelaksana di lapangan pun akan bekerja lebih mudah kalau ada proses yang baku. Perusahaan menjadi tidak tergantung pada orang, tetapi pada system. Sehingga ketika ada karyawan yang sakit, cuti atau resign, proses bisnis tetap berjalan dengan lancar. Namun begitu, menyusun SOP bagi sebagian besar orang adalah proses yang sulit. Sebenarnya prinsipnya sederhana, yaitu tulis yang anda kerjakan, dan kerjakan yang anda tulis ! Namun prakteknya memang tidak semudah itu, anda seringkali butuh pendamping untuk memetakan dan menuliskan proses bisnis anda tersebut ke dalam bentuk yang mudah dibaca dan dimengerti orang lain. Selama pengalaman kami mendampingi banyak perusahaan dalam menyusun SOP, kami telah mengembangkan prosedur dan format standar yang berlaku hampir di setiap perusahaan. Kami lampirkan format SOP standar kami berikut ini, untuk menjadi panduan bagi anda dalam menyusun SOP. Download disini. Konsultasi Penyusunan SOP Training Penyusunan SOP
Fungsi Audit Internal Dalam Rangka Peningkatan Akuntabilitas Good Governance Untuk memperkuat struktur pengendalian manajemen pemerintah maka pemberdayaan peran dan fungsi audit internal menjadi suatu hal yang mutlak untuk direalisasikan. Selanjutnya, jelas dan terarahnya peran dan fungsi audit internal dalam suatu organisasi secara tidak langsung juga akan meningkatkan efektivitas pelaksanaan audit oleh auditor eksternal. Di samping kedua faktor tersebut, adanya kerja sama yang harmonis di antara jajaran audit internal dan audit eksternal juga akan lebih melapangkan jalan dalam pencapaian tujuan dari fungsi audit dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik, adil, dan bersih. Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, adil, transparan, dan akuntabel harus disikapi dengan serius dan sistematis. Segenap jajaran penyelenggara negara, baik dalam tataran eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus memiliki komitmen bersama untuk menegakkan good governance dan clean government. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah pusat dan daerah telah mencanangkan sasaran untuk meningkatkan pelayanan birokrasi kepada masyarakat dengan arah kebijakan penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance). Beberapa hal yang terkait dengan kebijakan untuk mewujudkan good governance pada sektor publik antara lain meliputi penetapan standar etika dan perilaku aparatur pemerintah, penetapan struktur organisasi dan proses pengorganisasian yang secara jelas mengatur tentang peran dan tanggung jawab serta akuntabilitas organisasi kepada publik, pengaturan sistem pengendalian organisasi yang memadai, dan pelaporan eksternal yang disusun berdasarkan sistem akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Selanjutnya, berkaitan dengan pengaturan sistem pengendalian organisasi yang memadai, hal ini menyangkut permasalahan tentang manajemen risiko, audit internal, pengendalian internal, penganggaran, manajemen keuangan dan pelatihan untuk staf keuangan. Secara umum, permasalahan-permasalahan tersebut telah diakomodasi dalam paket undang-undang di bidang pengelolaan keuangan negara yang baru-baru ini telah diterbitkan oleh pemerintah.