Meskipun sekolah bukan organisasi bisnis namun sekolah perlu memiliki laporan keuangan. Manfaat umum laporan keuangan bagi sekolah adalah : Memastikan keberlangsungan sekolah di masa depan Mengukur kinerja pengelola sekolah Laporan keuangan yang saat ini umum disusun oleh sekolah, yaitu laporan realisasi anggaran tidaklah cukup. Laporan realisasi anggaran tidak mencerminkan semua kekayaan dan kewajiban yang dimiliki oleh sekolah. Contohnya adalah realisasi anggaran tidak memberikan informasi yang cukup tentang jumlah dan nilai inventaris, nilai tunggakan SPP siswa ataupun kewajiban-kewajiban jangka pendek ke pihak ketiga. Laporan realisasi anggaran juga tidak memberikan gambaran yang memadai untuk hibah atau sumbangan multi tahun. Apabila ada sisa hibah yang sebenarnya adalah alokasi untuk tahun mendatang bagaimana kita menempatkan di dalam laporan realisasi anggaran? Belum lagi kesulitan pengelola keungan untuk membuat laporan realisasi anggaran sekaligus laporan LPJ dari proyek. Apakah LPJ Proyek perlu di masukkan dalam laporan realisasi anggaran umum atau dilaporkan terpisah? Masalah-masalah tersebut coba dipecahkan dengan menyusun laporan keuangan yang komprehensif. Beberapa sekolah telah mencoba menyusun laporan keuangan, namun sayangnya mereka menyusun laporan keuangan tersebut dengan mengacu pada organisasi bisnis, sehingga berisi Neraca, Laba Rugi dan Arus Kas. Ada perbedaan mendasar antara organisasi bisnis dan nirlaba. Organisasi Nirlaba memiliki kharakteristik yang berbeda dengan organisasi bisnis yaitu: Sumber daya entitas nirlaba berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan jika entitas nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas nirlaba tersebut. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada entitas bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran entitas nirlaba. Sehingga sekolah sebagai organisasi nirlaba memerlukan Standar AKuntansi khusus. Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi No 45 sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan, termasuk berlaku juga untuk sekolah. Paparan lebih lanjut bisa di download di link berikut: Download Materi
Manual : sebuah sistem untuk rumusan-rumusan kebijakan yang telah disahkan dan petunjuk-petunjuk terkait serta formulir-formulir pendukung untuk mengarahkan organisasi menuju sebuah tujuan operasional tertentu. Kebijakan : sebuah pernyataan tentang arah tindakan dengan rumusan tujuan dan ruang lingkup untuk dijadikan pedoman bagi pembuatan keputusan dalam suatu situasi tertentu dalam kerangka untuk mewujudkan tujuan perusahaan jangka pendek dan jangka panjang dan mewujudkan filosofi manajemen. Prosedur : Satu rangkaian langkah-langkah yang telah dirumuskan yang diikuti urut-urutan yang jelas untuk memastikan tercapainya kesesuaian antara pedoman kebijakan dengan prosedur-prosedur yang harus dilaksanakan. Activitas: Sebuah tindakan, bagian atau keputusan yang menjadi bagian dari sebuah prosedur. Tugas : Perincian secara detil atas aktivitas yang menjelaskan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan sebuah aktivitas Formulir : format dokumen yang berisi instruksi dan ruang-ruang untuk pengisian data untuk digunakan sebagai alat pengawasan atas
Jika anda merasa anda tidak mendapatkan informasi keuangan secara tetap waktu, akurat, lengkap, mungkin saatnya anda untuk memiliki SOP Keuangan untuk perusahan anda. Kami siap membantu anda dalam menyusun SOP Keuangan yang sesuai dengan kharakteristik perusahaan anda. Berdasarkan pengalaman kami proses penyusunan SOP Keuangan akan lebih fokus dan selesai tepat waktu jika ada pendamping yang berpengalaman. A. TUJUANMemberikan pedoman kebijakan, alur dan prosedur akuntansi keuangan yang harus ditempuh agar sesuai dengan perkembangan praktik-praktik akuntansi yang lazim berlaku di Indonesia, serta memudahkan dalam menyusun laporan keuangan bagi staf akuntansi dan keuangan (instruction). Agar terdapat keseragaman dan konsistensi dalam pencatatan transaksi keuangan (consistency). Agar terjaga kualitas laporan keuangan yang dapat diandalkan (accuracy), netral / tidak berpihak (neutrality), memberikan informasi yang lengkap (full disclosure / completeness), dan dapat diperbandingkan (comparability).Agar mampu menghasilkan laporan keuangan yang tepat waktu (timelines) dan dapat dimengerti (understandability), sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan (decision supports) bagi semua pemakai laporan.Agar aktivitas keuangan dijalankan dengan sistem pengendalian internal yang memadai. B. OUTPUT 1. Buku 1 – Pedoman Kebijakan Akuntansi dan Keuangan 1. Pendahuluan 2. Kebijakan Akuntansi 3. Standar Jurnal 4. Sistem Pelaporan Keuangan 2. Buku 2 – Prosedur Pencatatan dan Pelaporan Akuntansi * 1. P-0 Umum 2. P-1 Pedoman Prosedur Pendapatan & Piutang 3. P-2 Pedoman Prosedur Pengeluaran Kas & Hutang 4. P-3 Pedoman Prosedur Pengadaan & Pembelian 5. P-4 Pedoman Prosedur Persediaan 6. P-5 Pedoman Prosedur Aktiva Tetap 7. P-6 Pedoman Prosedur Biaya & HPP 8. P-7 Pedoman Prosedur Penggajian 9. P-8 Pedoman Prosedur Tutup Buku 10.P-9 Pedoman Prosedur Penggaran 11.P-10 Pedoman Prosedur Investasi 12.P-11 Pedoman Prosedur Pendanaan * Macam prosedur diatas disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan perusahaan. C. PROGRAM KERJA No Proses Keterangan 1 Initial Meeting Mengumpulkan kebutuhan dan ekspektasi klien, lewat tatap muka, email atau telepon. Memberikan penjelasan tentang apa saja yang SYNCORE bisa bantu 2 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Menyusun ruang lingkup, jangka waktu, bentuk output, dan rancangan tahapan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di klien 3 Kick Off Meeting Mempresentasikan kerangka acuan kerja, membahas dan menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK), membuat surat tugas untuk Team SYNCORE, mengenalkan Team SYNCORE ke karyawan klien yang terkait. 4 Penyusunan Program Kerja Menyusun program kerja dari pemahaman awal lewat wawancara dengan owner, manajer atau karyawan kunci, dengan sudah merinci pembagian pekerjaan /penanggungjawab (PIC) dan batas waktu/deadline di masing-masing pekerjaan tersebut, termasuk juga menyepakati jadwal kunjungan ke klien dan presentasi draft hasil pekerjaan 5 Assessment & Preliminary Melakukan pemetaan masalah lewat telaah dokumen, wawancara mendalam, diskusi maupun kuesioner dan mengklasifikasikan masalah-masalah ke dalam kelompok masalah dan memberikan rekomendasi 6 Penyusunan SOP 7 Presentasi & Pelaporan D. WAKTU E. SEGMEN & SASARAN
Kami adalah jaringan konsultan yang dimotori oleh orang muda, yang ingin berkontribusi dalam menumbuhkan 1,000,000 entepreneur baru di Indonesia dan tergabung dalam gerakan INDONESIA SIAP ! Program yang kami tawarkan adalah pendampingan dan pembenahan keuangan, manajemen dan organisasi secara terintegrasi. Kami berkomitmen terhadap perkembangan start up dan UKM di INDONESIA sehingga kami berupaya mengemas layanan konsultasi berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau oleh UKM! VISI Menjadi organisasi pembelajar yang terus berkontribusi terhadap pembangunan manusia dengan mendorong inovasi, transfer teknologi dan sikap entepreneurships untuk mengantarkan INDONESIA SIAP menjadi pemain utama ekonomi di dunia. MISI CONSULTING- Memberikan layanan konsultasi untuk akselerasi start up dan pendampingan UKM agar menjadi perusahaan yang Profesional, Tangguh dan Berkembang TECHNOLOGY -Mengembangkan Teknologi Tepat Guna untuk menjadi dasar start up dan UKM berkembang TRAINING - Menyelenggarakan Training dan Coaching untuk meningkatkan kualitas SDM ! CORPORATE VALUES Trustworthy Open & Collaborative Care for Quality Innovative Relentless
Kami, SYNCORE, adalah jaringan konsultan, pengembang system dan penyedia training yang bekerja secara terpadu untuk membantu perusahaan atau organisasi melakukan transformasi dari pengelolaan tradisional menuju pengelolaan modern. Pernyataan tujuan ini menegaskan tujuan yang ingin kita capai, prinsip dasar, produk & layanan, alat dan komitmen kami. Kami bekerja berlandaskan azas kerjasama dan kemanfaatan jangka panjang. Kami memandang dan memperlakukan klien kami sebagai mitra dan saling bekerjasama untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada. Kumpulan dari pengalaman dan pelajaran yang kami petik di lapangan kami tuangkan kedalam SYNCORE GLOBAL METHODOLOGY yang menjadi dasar acuan kami dalam pelaksanaan tugas. Metodologi tersebut mewajibkan kami melakukan pemetaan atas kebutuhan dan permasalahan klien dan melakukan perencanaan, sebelum kami melaksanakan tugas. Kami mengukur keberhasilan tugas kami dari dua hal yaitu, output yang kami berikan ke klien dan dampak yang ditimbulkan oleh output tersebut. Kami percaya bahwa usaha untuk melakukan perubahahan di organisasi atau perusahaan merupakan sebuah proses yang terus berjalan dan memerlukan upaya perbaikan terus menerus (continous improvement). Kami bekerja berlandaskan prinsip-prinsip dan nilai dasar yang kami pegang teguh. Prinsip dasar tersebut didasarkan pada sikap jujur dan tanggungjawab. Kami menganggap tugas yang diberikan kepada kami adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh kejujuran dan tanggungjawab. Kami juga percaya pada solusi yang sederhana dan tepat guna. Upaya kami untuk selalu melibatkan setiap pihak di klien, bukan hanya sebuah metode yang kami pilih, tetapi merupakan prinsip dasar kami, bahwa solusi kami untuk bisa dijalankan secara permanen memerlukan pemahaman, persetujuan dan komitmen dari pelaksana di lapangan. Prinsip dasar kami selain jujur, tanggungjawab, sederhana, kerjasama adalah terbaik. Kami selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk klien. Produk dan layanan yang kami rancang, adalah produk dan layanan yang telah teruji di lapangan dan merupakan hasil dari analisa yang hati-hati. Kami melakukan pengembangan produk dan layanan berbasis team, dengan melakukan riset terhadap standar, praktek terbaik dan perbandingan dengan produk dan layanan sejenis di pasar. Kami berkomitmen untuk pengembangan produk. Produk dan layanan kami dirancang bukan hanya untuk satu atau dua perusahan, tetapi menjadi sebuah solusi yang bersifat umum dan andal. Team kami dalam menyelesaikan tugas dilengkapi dengan alat dan petunjuk yang memadai, untuk memastikan kualitas output yang dihasilkan. Alat tersebut selain berupa peralatan komputer, komunikasi, dokumentasi juga berupa software-software internal yang kami kembangkan untuk meningkatkan kemampuan analisa dan dokumentasi. Selain itu setiap pekerjaan kami dilengkapi oleh prosedur dan instruksi kerja yang jelas, untuk memudahkan monitoring dan evaluasi proses dan hasil pekerjaan yang akan dilakukan baik internal oleh team kami maupun oleh klien. Kami juga terus mengumpulkan dan memperbarui data, literature dan bahan-bahan untuk memastikan bahwa solusi yang kami berikan tetap up to date di tengah berbagai perubahan yang terjadi. Terakhir, kami percaya bahwa sumber daya manusia adalah aset terpenting dalam perusahaan, termasuk di perusahaan kami. Oleh karenanya usaha untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan dan keterampilan staff kami merupakan salah satu proses utama yang terus kami lakukan. Kami telah menyusun standar kompetensi sebagai acuan dari kemampuan yang harus dimiliki oleh staff-staff kami. Kami terus melakukan training secara berkala untuk memastikan bahwa staff-staff kami memiliki kompentensi memadai untuk melaksanakan suatu tugas. Demikian pernyataan tujuan yang kami rumuskan, sebagai pijakan dasar bagaimana kami berpikir, bertindak dan bersikap. Kami akan melakukan evaluasi terus menerus atas konsistensi kami dengan rumusan tujuan yang telah kami tetapkan serta evaluasi terkait relevansi rumusan tersebut terhadap perkembangan dunia yang terus berlangsung. Apabila ada hal yang perlu kami rubah, kami akan melakukan perubahan dengan melibatkan segenap komponen yang ada di dalam PT SYNCORE INDONESIA. Silahkan Baca dan Download Company Profile Kami !
SYNCORE Consulting (14 November 2011) telah mengadakan workshop untuk meluncurkan tematik yang di usung ke tahun 2012 yang sekaligus menjadi acuan rancangan kerja yaitu, NEXT LEVEL READY 2012. Tema ini di gagas untuk membawa perusahaan naik kelas ke level berikutnya, dimana perusahaan ini mampu memberikan manfaat yang luas bagi dunia bisnis di Indonesia, utamanya UKM. Timbulnya profit hanyalah hasil ikutan akibat keberhasilan perusahaan memberikan manfaat. Workshop ini dihadiri oleh para staf dan calon klien SYNCORE yang nantinya akan saling bersinergi memberikan solusi lewat integrasi konsultasi, system dan training. Syncore Consulting merupakan perusahaan yang memiliki visi pengembangan dengan value, yaitu Trustworthy, Open & Collaborative, Care for Quality, Innovative, dan Relentless. Selama 8 jam perusahaan memaparkan value tersebut dalam rangkaian presentasi yang simultan. Dengan bekal Syncore Global Methodology (SGM) workshop ini mampu secara eksplisit memberikan gambaran mengenai proses penciptaan solusi. Beberapa hal yang sangat penting disampaikan dalam workshop ini juga menyangkut produk-produk Syncore Consulting yang terdiri dari Syncore Pro, Syncore EC, dan Timeline, terbukti hingga hari ini produk-produk tersebut dapat bekerja secara efektif mengoptimalisasi jalannya bisnis. Next Level Ready 2012, siap naik kelas 2012 merupakan motivasi utama Syncore untuk tetap terus berkembang menjadi perusahaan yang secara global mampu bertengger di bisnis nasional. Untuk itu, workshop ini merupakan preliminary plan dari seluruh rantai kegiatan menuju level berikutnya. Syncore percaya jika ini akan berlanjut ke kegiatan yang lebih innovative lainnya, karena melihat antusiasme para peserta yang sangat bersinergi mengikuti workshop ini sampai berakhir.
SYNCORE Consulting (1 Desember 2011) menandai efektifnya system yang diadopsi dengan mengadakan pelatihan bagi para pemilik perusahaan, kali ini yang di ikuti oleh investor dan direktur JOGJACAMP. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi perusahaan dan memberikan gambaran singkat mengenai pemecahannya. Kegiatan yang dimulai dari jam 10 pagi hingga 5 sore ini berlangsung interaktif. Peserta dengan sangat gamblang mengisahkan permasalahan-permasalahn yang ada di perusahaannya. Dengan diskusi yang cukup santai namun mampu mengoptimalkan cara kerja perumusan masalah. Pelatihan ini dipandu oleh direktur Syncore-Rudy Suryanto yang dengan metodenya mencari akar permasalahan perusahaan untuk bisa ditemukan sebuah model pemecahan yang sesuai dengan karakter perusahaan. Selain itu, para pemilik perusahaan juga di perkenalkan dengan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (STOK) untuk acuan dalam Rapat Kerja Anggota Tahunan (RKAT). Ini merupakan bentuk rancangan perusahaan dimana perusahaan dapat dinilai kerapian manajemennya. Lalu, pembahasan program kerja yang memiliki substansi seperti tema besar untuk kerja 1 tahun ke depan. Semua materi yang diberikan masih sekilas garis besarnya, pelatihan ini akan berlanjut pada presentasi dan diskusi konsep berikutnya.
SYNCORE Consulting (Desember 2011) terbangunnya sebuah bisnis tidak lepas dari peran SDM yang juga memiliki andil dalam mengatur strategi organisasi. Namun terkadang karena banyaknya SDM yang memiliki andil sehingga kurang selaras dengan apa yang ingin dicapai. Sehingga pentingnya sebuah proses bisnis adalah disini untuk menyelaraskan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. Syncore memadukannya dengan metode Value Chain dimana metode ini telah berhasil diterapkan oleh banyak organisasi. Guna pelatihan ini adalah untuk melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan atau bisa juga disebut sebagai suatu proses optimalisasi proses. Pelatihan yang di jalankan selama dua minggu ini dipandu oleh beberapa konsultan yang telah berpengalaman menangani proses bisnis di beberapa organisasi. Tidak hanya meningkatkan efektivitas dan efisiensi melainkan seiring pula dengan upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi. Peserta diajak untuk memecahkan ide-idenya dan membahasakannya pada kertas kerja, sehingga peserta juga belajar untuk membuat perencanaan bisnis.
SYNCORE Consulting (Januari 2011) telah merancang pelatihan penyusunan SOP karena menemukan berbagai permasalahan perusahaan bahwa masih terkendalanya sistem yang dimiliki dengan SDM didalamnya. SOP berguna untuk membangun standarisasi sistem layanan berbasis elektronik yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja. Standard Operating Prosedur (SOP) pada dasarnya adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada dalam suatu organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan, serta penggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh orang-orang dalam organisasi berjalan secara efisien dan efektif, konsisten, standar dan sistematis. Pada Pelatihan ini disarankan dalam membuat SOP utamanya adalah membuat kebijakan mutu layanan yang biasanya tertuang dalam visi, misi, dan Renstra yang kemudian dituangkan dalam ”quality manual”. Quality manual memuat kebijakan kualitas dan memberikan tinjauan umum dari proses-proses inti dalam suatu organisasi. Kebijakan mutu kemudian dijabarkan ke dalam SOP-SOP. Agar SOP dapat dilaksanakan, maka perlu dibuat jabaran SOP secara teknis yang tertuang dalam instruksi kerja dalam suatu unit kerja. Pada tingkat terakhir dapat dibagi menjadi dua. Bagian pertama meliputi formulir-formulir yang diperlukan untuk mendukung kegiatan layanan, serta dokumen-dokumen pendukung terkait. Bagian kedua meliputi laporan yang berfungsi sebagai bukti bahwa langkah-langkah inti dari mutu layanan telah terpenuhi. Laporan berguna untuk analisis data dan peningkatan layanan yang berkesinambungan.