BERITA

Berita
Syncore Indonesia

LPEM UI Gandeng Syncore Indonesia Dalam Riset Guna Penguatan Database BUM Desa

LPEM UI Gandeng Syncore Indonesia Dalam Riset Guna Penguatan Database BUM Desa

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menggandeng Syncore Indonesia untuk mendukung penelitian terkait Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan LPEM FEB UI dalam melakukan kajian mendalam mengenai digitalisasi pemberdayaan BUM Desa. Kegiatan penelitian yang berlangsung pada November 2024 ini, berfokus pada penggalian data faktual melalui Focus Group Discussion (FGD) di Yogyakarta, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Selain FGD, kegiatan juga mencakup pengambilan data lapangan dengan melibatkan para pemangku kepentingan dan narasumber yang relevan untuk mendukung kebutuhan penelitian LPEM FEB UI.FGD bertajuk “Diskusi Kajian Digitalisasi Pemberdayaan BUM Desa di Indonesia” tersebut dilaksanakan secara luring pada Jumat, 22 November 2024, bertempat di Rumah BUMN Yogyakarta. Acara dimulai pukul 12.00 WIB dengan sesi ramah tamah, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Wakil Kepala LPEM FEB UI, Dr. Mohamad DIan Revindo, serta pengantar diskusi oleh Dr. Ir. Riyanto, M.Si., selaku moderator. Setelah sesi pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi utama yang membahas berbagai topik, mulai dari kriteria keberhasilan BUM Desa, strategi transformasi, hingga peran digitalisasi dalam peningkatan kinerja usaha desa. Acara ini kemudian ditutup pada pukul 16.30 WIB.Berdasarkan paparan yang disampaikan oleh Tim LPEM FEB UI, digitalisasi BUM Desa dinilai penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja bisnis, hingga mendukung transparansi laporan keuangan. Karena itu, LPEM UI menjalin kolaborasi dengan Syncore Indonesia yang memiliki program bumdes.id serta pengalaman dalam pendampingan, pelatihan, dan kemitraan BUM Desa.Di luar sesi diskusi tersebut, kegiatan ini juga mencakup pengambilan data lapangan sebagai bagian dari proses penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan dan narasumber yang relevan dengan topik digitalisasi BUM Desa. Tim enumerator dari Syncore Indonesia melakukan wawancara mendalam dan diskusi terarah guna mengidentifikasi tantangan, peluang, serta praktik terbaik dalam pengelolaan dan digitalisasi BUM Desa. Proses ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi aktual BUM Desa di lapangan.Menurut Thoriq Iqbal Rivai, selaku enumerator dari Konsultan Syncore Indonesia, tantangan terbesar dalam proses ini adalah mengumpulkan stakeholder dan narasumber yang relevan untuk kebutuhan penelitian LPEM FEB UI. Proses ini memerlukan pemetaan yang matang dan koordinasi intensif melalui jaringan bumdes.id. Selain itu, enumerator juga menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti sulitnya mengatur jadwal pertemuan dengan Direktur BUM Desa, sehingga beberapa kali perlu dilakukan penjadwalan ulang.Untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, Syncore Indonesia menerapkan pendekatan personal dan kekeluargaan dalam setiap proses pengumpulan data. Selain itu, metode kerja sama tim yang solid juga menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan proyek. Dalam kegiatan ini, dua enumerator ditugaskan dengan pembagian peran yang jelas, sehingga setiap tahap pekerjaan dapat diselesaikan secara terstruktur dan tepat waktu. “Kerja tim yang solid dan pembagian jobdesk yang baik membuat kegiatan ini berjalan sesuai harapan,” jelas Iqbal.Proyek penelitian ini diharapkan dapat mengasilkan database BUM Desa yang lebih kuat dan terintegrasi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh publik maupun, akademisi, maupun pemangku kebijakan dalam memahami karakteristik dan tingkat perkembangan BUM Desa. dapat mengetahui kriteria keberhasilan BUM Desa, Melalui data tersebut, BUM Desa dapat dikategorikan secara lebih jelas, apakah masih berada pada tahap rintisan, prospektif, berkembang, atau telah mencapai tahap maju.Menutup keterangannya, Iqbal menegaskan bahwa peran akademisi sangat penting dalam mendukung keberlanjutan dan peningkatan kualitas pengelolaan BUM Desa. “Untuk menjadi BUM Desa yang maju dan berkelanjutan, kerja sama dengan akademisi sangat diperlukan agar penelitian dan riset dapat dilakukan sesuai kaidahnya. Dengan begitu, BUM Desa dapat berjalan dengan lebih baik,” ujarnya.

Syncore Gelar Capacity Building Klinik Essensia Semarang

Syncore Gelar Capacity Building Klinik Essensia Semarang

Pada tahun 2023, Klinik Essensia Semarang melaksanakan kegiatan Capacity Building bagi 90 karyawan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi kelembagaan menjadi Rumah Sakit Essensia Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan di kota Semarang pada tanggal 20 hingga 25 Februari 2023 dengan Syncore Indonesia (Meravi.id) selaku mitra penyelenggara dan pendamping pelatihan. Program ini dihadirkan melalui serangkaian pelatihan dan kegiatan interaktif yang mengasah kemampuan pegawai agar semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan Capacity Building ini merupakan bentuk pelatihan dan pendampingan yang dirancang secara terstruktur untuk mengembangkan kemampuan kerja, komunikasi interpersonal, dan kolaborasi antar pegawai. Kegiatan ini menjadi langkah dalam membentuk tenaga kesehatan yang profesional, adaptif, dan inovatif.Tahapan kegiatan diawali dengan pelaksanaan Baseline Assessment untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan serta memetakan kondisi awal peserta. Kemudian dilakukan penyusunan modul, penetapan jadwal pelatihan, dan pemilihan metode pembelajaran yang sesuai. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan pengembangan sumber daya manusia, penguatan soft skills, serta pendampingan melalui zoom meeting sebagai tindak lanjut setelah pelatihan. Selama proses pelaksanaan tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian waktu pelatihan dengan jadwal pelayanan klinik yang padat. Untuk mengatasinya tim trainer dari Meravi.id menerapkan sistem pembagian kloter dan pendekatan hybrid learning agar kegiatan tetap berjalan efektif. Proses koordinasi antara pihak Klinik Essensia dan tim Meravi.id dilakukan secara rutin melalui rapat evaluasi dan forum komunikasi daring sehingga seluruh tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan output sesuai dengan standar yang ditetapkan.Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dua pihak utama, yaitu Meravi.id sebagai pihak penyelenggara dan trainer serta manajemen Klinik Essensia Semarang sebagai pihak peserta kegiatan. Dari pihak Meravi.id, tim pelatih terdiri atas tiga orang tenaga ahli yang berperan dalam memberikan pelatihan, pendampingan, dan supervisi selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil survey evaluasi peserta dari tiga kloter kegiatan , tingkat kepuasan terhadap Capacity Building Klinik Essensia Semarang diperoleh hasil bahwa mayoritas peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap penyampaian materi, interaksi dengan trainer, serta kesesuaian materi dengan kebutuhan pelayanan di klinik. Peserta juga menilai kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan semangat kerja, membangun kekompakan tim, serta memperkuat implementasi budaya pelayanan prima melalui penerapan prinsip 5S dan komunikasi efektif. Klinik Essensia Semarang mempercayakan kegiatan pendampingan tersebut kepada Meravi.id karena dinilai memiliki pengalaman serta rekam jejak yang baik dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan. Dengan pendekatan yang adaptif dan aplikatif Meravi.id mampu menyesuaikan program pendampingan dengan kebutuhan serta karakteristik lingkungan kerja di Klinik Essensia Semarang. Melalui kegiatan ini diharapkan transformasi menuju Rumah Sakit Essensia Semarang dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan yang berkelanjutan.

Sosialisasi Pra BLUD Perkuat Kapasitas Bagian Perekonomian Makassar

Sosialisasi Pra BLUD Perkuat Kapasitas Bagian Perekonomian Makassar

Bagian Perekonomian Makassar bersama Syncore Indonesia menyelenggarakan Sosialisasi Pra BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) pada 15–16 Desember 2023. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah mengenai tahapan dan strategi penerapan BLUD di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Berdasarkan data pelaksanaan, kegiatan diikuti oleh tujuh peserta dari Bagian Perekonomian Makassar.Sosialisasi Pra BLUD dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Meravi.id dan kantor Syncore Indonesia. Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kota Makassar mempercepat penerapan BLUD sebagai bagian dari penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD atau PPK-BLUD. Dari total 47 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Makassar, baru 20 yang berstatus BLUD.Melalui kegiatan ini, Bagian Perekonomian Makassar memperkuat kapasitas internal untuk mendampingi 27 Puskesmas lainnya menuju status BLUD pada tahun 2024. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas pembinaan dan pengawasan keuangan daerah agar penerapan BLUD berjalan sesuai ketentuan.Dalam Sosialisasi Pra BLUD, peserta mendapatkan pembekalan tentang konsep dasar dan persyaratan penerapan BLUD. Narasumber, Niza Wibyana Tito, M.Kom., M.M., M.Ak., CAAT, dan Siti Nur Maryanti, S.E., CAAT, menyampaikan strategi implementasi serta dasar hukum seperti Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 dan Perpres Nomor 12 Tahun 2021.Sesi diskusi berjalan interaktif membahas penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan fleksibilitas anggaran BLUD. Narasumber menjelaskan bahwa pengelolaan SiLPA harus sesuai peraturan kepala daerah dan dilakukan dalam kondisi mendesak. Peserta juga mempelajari penyusunan dokumen administratif serta kajian kelayakan dalam penerapan BLUD.Kegiatan ini menyoroti peran penting Bagian Perekonomian Makassar sebagai pembina dan pengawas dalam pelaksanaan BLUD. Tim Syncore Indonesia menekankan tiga aspek utama penerapan BLUD, yaitu substantif, teknis, dan administratif. Ketiganya menjadi indikator kesiapan unit kerja menuju BLUD secara mandiri dan bagian penting dari Sosialisasi Pra BLUD.Melalui Sosialisasi Pra BLUD ini, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan BLUD di seluruh unit layanan publik. Dengan dukungan Bagian Perekonomian Makassar dan pendampingan profesional, kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat tata kelola keuangan daerah yang efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Optimalisasi Keuangan BLUD RSUD Wakatobi Lewat Pelatihan dan Pendampingan Syncore Indonesia

Optimalisasi Keuangan BLUD RSUD Wakatobi Lewat Pelatihan dan Pendampingan Syncore Indonesia

Wakatobi, 23 November 2024 — Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan BLUD, RSUD Wakatobi menggelar In House Training Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada 22–23 November 2024. Kegiatan ini diselenggarakan oleh RSUD Wakatobi bekerja sama dengan Syncore Indonesia sebagai mitra pendamping.Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta terhadap implementasi sistem keuangan BLUD yang fleksibel, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku. Peserta terdiri dari tim RSUD Wakatobi serta perwakilan puskesmas se-Kabupaten Wakatobi.Putri Nurmalasari, tim konsultan dari Syncore Indonesia, mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan. “Sebelum pelatihan, pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual dan belum sesuai format BLUD. Melalui pelatihan ini, kami berikan pemahaman teknis dan praktik langsung agar peserta siap menerapkan sistem BLUD secara menyeluruh,” jelasnya.Materi pelatihan disampaikan dalam dua tahap yaitu teori mengenai prinsip PPK-BLUD dan praktik penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi Syncore e-BLUD. Pada tahap teori, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai konsep dan prinsip PPK-BLUD berdasarkan regulasi terbaru.Pada tahap praktik, peserta melakukan simulasi penyusunan laporan keuangan mulai dari perencanaan hingga pelaporan secara digital, sehingga hasilnya lebih akurat dan akuntabel. Pelatihan PPK BLUD memiliki peran penting bagi RSUD Wakatobi dan perwakilan Puskesmas Kabupaten Wakatobi, untuk membantu meningkatkan kemandirian dan fleksibilitas keuangan serta mendukung pengelolaan dana layanan yang efisien dan berorientasi pada mutu layanan kesehatan.Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Bapak Niza Wibyana Tito, M.Kom., M.M., M.Ak., CAAT, pakar BLUD dari Syncore Indonesia yang telah mendampingi ratusan instansi di Indonesia dalam penerapan BLUD di berbagai sektor, terutama sektor kesehatan, melalui pendekatan yang menyeluruh dan berorientasi pada peningkatan tata kelola keuangan daerah. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan wawasan dan praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan serta tata kelola BLUD yang efektif dan berkelanjutan.Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Syncore Indonesia juga menyediakan layanan pendampingan online selama satu tahun pasca pelatihan. “Kami ingin memastikan implementasi PPK-BLUD di RSUD Wakatobi berjalan optimal dan berkelanjutan,” tambah Putri.Syncore Indonesia terus berkomitmen mendukung penguatan tata kelola keuangan sektor publik melalui solusi berbasis teknologi dan pendekatan konsultasi yang aplikatif. Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Syncore hadir dengan pengalaman panjang dan tenaga ahli profesional untuk membantu instansi mewujudkan sistem keuangan BLUD, maupun sistem pengelolaan anggaran daerah secara umum yang transparan dan berkelanjutan, sejalan dengan peningkatan kualitas layanan publik di Indonesia.

Persiapan Audit Keuangan Puskesmas Umbulharjo I

Persiapan Audit Keuangan Puskesmas Umbulharjo I

Syncore Indonesia melaksanakan kegiatan pendampingan audit keuangan Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta dalam rangka persiapan audit laporan keuangan tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan membantu puskesmas mempersiapkan dokumen dan data yang akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Pendampingan pra audit dilaksanakan selama dua bulan mulai dari 1 Februari hingga 31 Maret 2025 secara online.Pendampingan ini melibatkan berbagai pihak dari Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta, seperti Kepala Puskesmas, Pejabat Tata Usaha, Bendahara Penerimaan, dan Bendahara Pengeluaran. Seluruh tim aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan agar hasil audit sesuai harapan. Dengan kolaborasi yang baik, data dan dokumen yang dibutuhkan dapat disiapkan lebih cepat dan akurat.“Kegiatan pendampingan audit keuangan dipimpin oleh Siti Hasna Fatimah, S.E., M.Ak., CAAT sebagai Project Leader dari Syncore Indonesia. Proses dilakukan secara luring dan daring untuk memaksimalkan kegiatan dan hasil yang diperoleh. Tahapan kegiatan meliputi asesmen kebutuhan klien, permintaan data, hingga penyampaian hasil review notes kepada pihak puskesmas,” ujar Yuli, Konsultan Syncore Indonesia.“Fokus utama pendampingan audit keuangan adalah memastikan kesesuaian antara laporan keuangan, kelengkapan dokumen, dan akurasi data yang akan diaudit. Hal ini penting karena laporan keuangan tahun 2024 menjadi audit pertama bagi Puskesmas Umbulharjo I di bawah Pemerintah Kota Yogyakarta. Pendampingan audit keuangan ini diharapkan membantu puskesmas menghadapi proses audit dengan lebih percaya diri dan terarah,” tambah Yuli.Selama kegiatan berlangsung, tim Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta sangat terbantu dalam memahami proses audit keuangan. Mereka menjadi lebih siap dan terampil dalam menata laporan serta mengarsipkan setiap transaksi. Pendampingan ini juga menambah wawasan dan kepercayaan diri tim keuangan menghadapi audit laporan keuangan tahun 2024.Melalui kegiatan ini, Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta berharap audit dapat berjalan lancar dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Hasil audit diharapkan menjadi dasar perbaikan sistem keuangan agar lebih transparan dan efisien. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi tim keuangan mengenai proses audit serta meningkatkan kemampuan dalam menyiapkan laporan keuangan sesuai standar pemeriksaan.

Syncore Indonesia Dampingi Penerapan BLUD RSUD Pratama Sendawar

Syncore Indonesia Dampingi Penerapan BLUD RSUD Pratama Sendawar

Yogyakarta, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, melaksanakan Workshop Pelatihan Persiapan Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tanggal 8-9 Mei 2023 di Hotel Malioboro Prime, Yogyakarta. Kegiatan ini difasilitasi oleh Syncore Indonesia sebagai bentuk pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan rumah sakit daerah. Pelatihan ini menjadi langkah awal penerapan BLUD RSUD Pratama Sendawar sesuai dengan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini menghadirkan tenaga ahli Niza Wibyana Tito, M.Kom., M.M., CAAT dan narasumber Yuni Pratiwi, S.Ak. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Eksekutif Syncore Indonesia, dilanjutkan Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Dr. Ritawati Sinaga, M.Si, serta Direktur RSUD dr. Winardi. Pelatihan ini berfokus pada penyusunan empat dokumen administratif Pra-BLUD dan dua surat sesuai dengan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018, yaitu Tata Kelola, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Rencana Strategis, Laporan Keuangan, Surat Bersedia Meningkatkan Kinerja, dan Surat Bersedia untuk Diaudit.RSUD Pratama Sendawar diresmikan beroperasi pada Desember 2022 dan menargetkan untuk dapat menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD paling lambat di tahun 2024. Langkah ini menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Barat, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kemandirian keuangan rumah sakit daerah.Dalam sesi diskusi, peserta membahas berbagai kendala, termasuk keterbatasan SDM non-ASN di 19 puskesmas, pendapatan yang masih bergantung pada BPJS, serta perlunya regulasi pendukung. Menanggapi hal ini, tenaga ahli Syncore Indonesia menyampaikan “pentingnya kolaborasi antara RSUD dan pemerintah daerah untuk memastikan pemahaman yang sama terhadap fleksibilitas keuangan dalam sistem BLUD, tanpa kesamaan persepsi, implementasi akan sulit berjalan optimal,” ujar Bapak Tito.Sebagai tindak lanjut, RSUD Pratama Sendawar akan menyelesaikan dokumen administratif BLUD dan mengirimkannya ke tim konsultan Syncore Indonesia untuk di review sebelum diajukan kepada pemerintah daerah. Tim konsultan akan memastikan kelengkapan enam dokumen utama sesuai standar Permendagri 79/2018 agar lolos penilaian BLUD.Pelatihan ini menjadi tonggak awal penerapan BLUD RSUD Pratama Sendawar dan bentuk nyata pendampingan Syncore Indonesia dalam mewujudkan transformasi pelayanan kesehatan di Kutai Barat. “Kami berharap penerapan BLUD ini bisa mempercepat layanan kesehatan bagi masyarakat Kutai Barat,” ujar dr. Winardi, Direktur RSUD Pratama Sendawar.

BUM Desa Pagerungan Jaya Wujudkan Transparansi Melalui SAAB

BUM Desa Pagerungan Jaya Wujudkan Transparansi Melalui SAAB

Syncore Indonesia mendampingi BUM Desa Pagerungan Jaya dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan melalui implementasi Sistem Akuntansi dan Analisis Bisnis (SAAB). Pendampingan yang dimulai sejak Oktober 2023 hingga Oktober 2024 dan berlanjut pada tahun 2025 ini dilakukan secara offline di Kantor BUM Desa Pagerungan Jaya, serta didukung pelaksanaan daring melalui Zoom Meeting dan WhatsApp Group. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat (PPM) SKK Migas – Kangean Energy Indonesia Ltd. yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan BUM Desa secara modern dan efisien.Sebelum pendampingan menggunakan SAAB dimulai, pengurus BUM Desa mendapatkan pelatihan dasar akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. Materi tersebut mencakup pemahaman konsep pencatatan, klasifikasi akun, serta proses penyusunan laporan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Tahapan ini menjadi pondasi penting agar peserta siap menerapkan sistem digital secara tepat dan memahami alur di balik setiap proses pencatatan keuangan.Dalam proses pendampingan, Syncore Indonesia menerapkan metode coaching, diskusi, dan tanya jawab yang mendorong interaksi aktif peserta. Pendekatan ini memastikan setiap anggota tim BUM Desa memahami langkah demi langkah pengoperasian SAAB, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan kas, hingga penyusunan laporan keuangan. Dengan sistem yang terintegrasi, penyusunan Laporan Keuangan BUM Desa kini dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.Aplikasi SAAB tidak hanya memudahkan proses pencatatan, tetapi juga menyajikan data keuangan secara real-time. Fitur analisis yang tersedia membantu pengurus BUM Desa dalam memantau arus kas, pendapatan, serta posisi keuangan secara menyeluruh. Dengan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami, SAAB mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat berbasis data dan meningkatkan transparansi dalam setiap kegiatan keuangan.Menurut Pras selaku salah satu tim konsultan Syncore Indonesia menyampaikan bahwa “Implementasi SAAB diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memajukan kemandirian BUM Desa. Dengan sistem yang sudah digital ini, pengelolaan keuangan akan jauh lebih terkontrol dan terdokumentasi, sehingga laporan yang dihasilkan lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Melalui pendampingan berkelanjutan dari Syncore Indonesia dan dukungan penuh SKK Migas – Kangean Energy Indonesia Ltd, BUM Desa Pagerungan Jaya bertransformasi menuju tata kelola keuangan digital yang akuntabel. Sebagai konsultan dan mitra pengembangan sistem keuangan, Syncore Indonesia terus berkomitmen menghadirkan solusi inovatif bagi lembaga ekonomi desa di seluruh Indonesia. Dengan penerapan SAAB, Laporan Keuangan BUM Desa Pagerungan Jaya kini tersusun lebih efisien, tepat waktu, dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Syncore Indonesia Gelar Sekolah BUM Desa Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus BUM Desa Kabupaten Muara Enim

Syncore Indonesia Gelar Sekolah BUM Desa Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus BUM Desa Kabupaten Muara Enim

Yogyakarta - Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan ekonomi desa, Syncore Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi melalui sekolah BUM Desa di Gedung Meravi, Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada 3-5 Desember 2024 ini diikuti oleh pengurus BUM Desa di Kabupaten Muara Enim bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial, akuntabilitas keuangan, serta penguatan daya saing BUM Desa dalam mengelola potensi ekonomi desa berkelanjutan.“Selama tiga hari, peserta memperoleh materi dan praktek langsung dari tim narasumber Syncore Indonesia yang berpengalaman dalam tata kelola dan manajemen BUM Desa. Pada hari pertama, materi yang disampaikan meliputi Revitalisasi dan Tata Kelola Bumdes Paska PP No.11 Tahun 2021 oleh Edy Risdiyanto, S.T. selaku Trainer BUM Desa Serta materi Membentuk Desain Usaha BUM Desa Berdasarkan Potensi Desa dengan Metode Pemetaan Bentang oleh Thoriq Iqbal Rivai, S.E. selaku konsultan Syncore Indonesia.” Ujar Alvina selaku tim Event Organizer Syncore Indonesia.“Pada hari kedua, materi yang disampaikan yaitu Manajemen Komunikasi BUM Desa oleh Agus Setyanta, S.Sos. selaku Direktur Bumdes Sukses dan materi Tata Kelola Keuangan Bumdes oleh Mohammad Rizal Trinanda, S.Ak. selaku Konsultan Syncore Indonesia. Serta pada hari ketiga peserta belajar langsung dari lapangan dengan praktik baik dari Bumdes Mekaring Pono Potorono untuk memahami pengelolaan unit usaha yang dijalankan secara profesional.” tambah Alvina selaku tim Event Organizer Syncore Indonesia. Kegiatan ini dirancang agar BUM Desa lebih siap secara manajerial dan administratif, sekaligus memiliki arah bisnis yang jelas dan ekonomi desa berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan Syncore Indonesia menekankan pada pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus, sehingga peserta dapat langsung menerapkan hasil pelatihan pada unit usaha yang mereka kelola. Selain memperkuat kemampuan teknis, sekolah BUM Desa ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUM Desa. Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan baru dalam mengelola BUM Desa secara lebih profesional. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan, sehingga peserta menjadi lebih paham bagaimana menyusun sistem usaha yang efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui sekolah BUM Desa ini, Syncore Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah daerah memperkuat kapasitas kelembagaan dan ekonomi desa berkelanjutan. Syncore Indonesia berperan aktif dalam membantu BUM Desa mengembangkan sistem manajemen yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi Syncore Indonesia dengan berbagai pihak untuk mendorong tumbuhnya desa mandiri yang memiliki daya saing tinggi dan mampu mengelola potensi lokal dengan baik.

Pendampingan BUM Desa Tirto Wening Makmur oleh Syncore Indonesia Perkuat Tata Kelola Keuangan

Pendampingan BUM Desa Tirto Wening Makmur oleh Syncore Indonesia Perkuat Tata Kelola Keuangan

Yogyakarta – BUM Desa Tirto Wening Makmur, Kabupaten Temanggung, mendapatkan pendampingan dari Syncore Indonesia pada 1 Agustus 2024 hingga 1 Agustus 2026 untuk memperkuat tata kelola keuangan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan berbasis sistem akuntansi dan analisis bisnis (SAAB). Kegiatan ini bertujuan membantu pengurus BUM Desa dalam menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.Pendampingan ini menghadirkan konsultan dari Syncore Indonesia, Siti Hasna Fathimah. Hasna menyampaikan pentingnya transformasi digital dalam proses akuntansi dan pelaporan keuangan BUM Desa. Menurutnya, “pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya bergantung pada kedisiplinan pencatatan, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi yang mempermudah monitoring dan analisis data keuangan”.“Melihat potensi besar BUM Desa Tirto Wening Makmur sebagai penggerak ekonomi, kami percaya transparansi dan akuntabilitas adalah kunci. Dengan mentransformasi ke arah digital, harapannya BUM Desa dapat memantau seluruh aktivitas keuangan secara real time dan akurat sehingga dapat menjadi landasan untuk pengambilan keputusan,” ujar Siti Hasna Fathimah.Penerapan Software SAAB untuk Tata Kelola Keuangan BUM DesaDalam kegiatan pendampingan, Syncore Indonesia memperkenalkan penggunaan software SAAB, yaitu aplikasi akuntansi berbasis web yang memudahkan proses penyusunan dan analisis laporan keuangan BUM Desa. SAAB dilengkapi berbagai fitur seperti dashboard, uang masuk, uang keluar, akuntansi, dan laporan keuangan yang memudahkan pengguna memantau posisi keuangan secara menyeluruh, efisien, dan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK).Melalui penggunaan SAAB, BUM Desa Tirto Wening Makmur dapat menyusun Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan Posisi Keuangan/Neraca, Laporan Arus Kas, serta Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) dengan format standar yang siap diaudit. Sistem ini juga mendukung proses jurnal umum, pembukuan, dan posting transaksi secara otomatis sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu kerja tim keuangan BUM Desa.Metode pendampingan PJJOKegiatan pendampingan ini dilaksanakan menggunakan metode Pendampingan Jarak Jauh Online (PJJO), dimana tim Syncore Indonesia melakukan bimbingan secara daring melalui Zoom Meeting, WhatsApp, email, dan forum diskusi online. Melalui metode ini, proses pendampingan berlangsung fleksibel dan berkelanjutan selama dua tahun pelaksanaan. Pendekatan ini memastikan tim keuangan BUM Desa dapat memperoleh arahan langsung terkait kendala teknis maupun administrasi tanpa harus menunggu sesi tatap muka.Melalui kegiatan pendampingan ini, Syncore Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis BUM Desa dalam memperkuat tata kelola keuangan dan kapasitas Pengurus BUM Desa. pendampingan tidak hanya menitikberatkan pada hasil laporan keuangan, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia yang mampu mengelola keuangan BUM Desa secara profesional dan berkelanjutan.Sebagai perusahaan konsultan dan pengembang sistem keuangan digital, Syncore Indonesia telah berpengalaman dalam memberikan pendampingan teknis bagi lembaga pemerintahan dan BUM Desa di Indonesia. pendampingan BUM Desa Tirto Wening Makmur menjadi bukti nyata peran Syncore dalam mendorong terwujudnya tata kelola keuangan BUM Desa yang transparan, efisien, dan berbasis teknologi.Kegiatan ini diharapkan menghasilkan laporan keuangan yang andal dan sesuai dengan standar akuntansi. Ke depan, BUM Desa Tirto Wening Makmur akan terus mendapatkan pendampingan teknis dalam menggunakan software SAAB secara optimal. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, BUM Desa Tirto Wening Makmur diharapkan menjadi model penerapan tata kelola keuangan berbasis digital bagi BUM Desa lain di Kabupaten Temanggung.